Gara-gara saya menulis artikel terkait fasilitas yang tersedia di masjid yang berada di tepi jalan besar (Baca artikel ini) maka saya tertarik menuliskan artikel tentang ini. Apalagi hal yang saya tuliskan ini sesuai dari sisi waktu menjelang arus mudik saat lebaran yang mungkin menjadi relevan.

Posisi masjid yang berada di tepi jalan besar adalah satu aset yang berharga dan dapat bersifat produktif. Masjid seperti ini selain memiliki fungsi utama sebagai tempat peribadatan, dapat juga dikembangkan guna peningkatan kesejahteraan warga setempat. Caranya adalah dengan melibatkan mereka dengan dirangkul oleh pengurus dan takmis masjid untuk mendukung aktivitas pendukung di lingkungan masjid itu. Pengelola sendiri berusaha untuk menjadikan masjid menjadi tempat yang menarik pengunjung yang lewat untuk mampir tentu saja untuk beribadah dan sekaligus menawarkan alternatif beristirahat sejenak di lingkungan yang tersedia. Pada saat itu jelas sangat dimungkinkan terjadinya aktivitas ekonomi yang terjadi. Contoh seperti ini sudah terlihat di masjid di Nagrek Garut atau di masjid Masjid At-Ta’awun, di Puncak.

Masjid At-ta'awun puncak bogor

Masjid At-ta'awun puncak bogor (Sumber : infopuncak.blogspot)

Pengelola hendaknya mengatur sistem kebijakan dan manajemen yang baik. Fasilitas dalam masjid seperti yang telah diuraikan di atas dapat dibangun dan dipelihara semaksimal mungkin. Selain ruang utama untuk beribadah, maka perlu didukung dengan fasilitas tambahan yang memadai seperti infrastruktur penerangan dan listrik, ketersediaan air bersih, fasilitas wudlu, kamar mandi dan toilet, tempat parkir, bahkan jika perlu ada kantin yang hiegenis. Mungkin hal ini bisa meniru dengan fasilitas standar yang dipersyaratkan pada SPBU yang bersertifikasi Pasti Pas oleh Pertamina.Kalau SPBU yang merupakan usaha bisnis dan dimiliki oleh perseorangan, maka mungkin pemodalan diperoleh dari sang pemilik. Kalau untuk masjid seperti ini tentunya adalah dari pengelola atau mungkin yayasan yang berhak atas pembangunan dan pengelolaan masjid itu. Dana tentu saja dimungkinkan untuk dapat diperoleh dari infak atau amal jariyah dari donatur atau pengunjung. Untuk penggalangan dana dapat dimaksimalkan dengan aktif mencari donatur secara baik dan sopan. Saya sangat tidak menyarankan untuk menggalang dana pembangunan masjid dengan jalan membuat penghalang jalan dan menyetop kendaraan untuk mengharapkan pengendaranya menyumbang dana.

Bahkan jika dari awal, masjid sudah didesain sekaligus sebagai tempat peristirahatan pengguna jalan maka akan lebih bagus. Secara lebih nyata, manajemen yang dilakukan oleh pengelola ini juga boleh mengadopsi pengelolaan tempat wisata. Pengunjung diharapkan dapat memperoleh berbagai layanan yang memang diperlukan di lokasi ini dengan yang terutama tentunya adalah layanan untuk melaksanakan ibadah.

Pola seperti ini dapat diterapkan untuk lokasi dimana jalur jalan itu merupakan jalan raya antar propinsi atau daerah. Akan lebih baik pula jika area itu memiliki suasana yang menyegarkan dengan pemandangan yang indah. Lokasi hendaknya didukung dengan ketersediaan lahan yang relatif mencukupi untuk tempat bangunan dan fasilitas pendukungnya.

Guna mendukung kebutuhan orang saat ini, sepertinya juga perlu dipikirkan fasilitas pendukung berupa sarana informasi lokal seperti wisata atau kuliner. Fasilitas untuk mendukung keperluan komunikasi pun jika perlu diadakan seperti dukungan jaringan telepon atau bahkan internet wifi. Tidak kalah pentingnya adalah fasilitas kantin atau rumah makan untuk sekedar orang memperoleh makan dan minum yang hiegenis. Taman bermain anak-anak yang minimal mungkin juga perlu diadakan untuk refreshing dan mengaktifkan tubuh terutama bagi anak-anak yang telah pegal-pegal selama di kendaraan.

Berpose saat singgah beristirahat di masjid At Tiin, Puncak.

Jika masjid terlihat rapih dan bersih, fasilitas pun tersedia dan terjaga, maka saya yakin pengunjung akan datang meningkat. Dari sisi aktivitas peribadatan, yang menjadi tujuan utama dibangunnya masjid, akan tetap terpenuhi, pada sisi lain saya yakin akan ada geliat aktivitas perekonomian oleh warga di sekitarnya.

Iqmal Tahir

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s