Kalau pada tulisan sebelumnya, saya menyoroti dampak hujan yang berlangsung terus menerus pada petani tembakau (baca ini). Kali ini saya menuliskan dampak serupa yang ternyata juga dialami oleh petani melon. Mereka mengalami situasi yang boleh dikatakan sebagai musibah karena tidak dapat melakukan panen terhadap produksi buah melon yang telah ditanam mereka.

Hal yang saya ceritakan ini berupa kejadian yang dialami oleh para petani melon di daerah Temon, Kulonprogo. Nasib mereka diancam kerugian besar karena hujan yang turun terus menerus mengenai daerah pertanian tanaman melon mereka. Tanaman melon menjadi layu karena terendam air sehingga lama kelamaan mati membusuk. Di sisi lain mereka pun mengalami kesulitan untuk menjual buah melon yang siap panen.

Dengan adanya curah hujan yang berlebihan maka air akan menggenang di lahan tanaman melon. Hal ini akan berakibat sistem perakaran membusuk dan tentu saja akan menjalar ke batang tanaman. Kalau sudah seperti ini tanaman akan mati karena pembusukan. Setiap batang tanaman yang bisa menghasilkan lebih dari tiga buah melon tentu saja akan mati. Bisa jadi hanya satu buah saja yang mampu tumbuh berukuran optimal sedangkan yang lain sudah tidak bisa tumbuh membesar lagi. Mengingat tanaman sudah tidak mampu tumbuh lagi, maka buah melon dalam berbagai kondisi pun mesti harus dipetik sebelum layu membusuk di tanaman.

 

Tanaman melon siap panen.

 

Pada waktu itu buah melon sebagian memang sudah siap panen. Namun hal ini ternyata tidak diimbangi dengan penyerapan pasar karena tidak banyak pedagang yang ingin membeli buah melon siap panen. Kalau tidak segera dipetik, biasanya buah akan ikut membusuk dan tentunya tidak akan laku dijual.

Pada kondisi tanaman yang terkena hujan, biasanya kadar air dalam buah akan menjadi tinggi. Hal ini akan berakibat kualitas buah melon menjadi rendah karena tidak tahan lama dan cepat membusuk. Pada saat buah dipanen, untuk kemudian dijual dan didistribusikan ke konsumen tentu akan memerlukan waktu yang tidak cepat. Selama proses tentu saja akan berlangsung adu kecepatan dengan proses pembusukan buah itu. Pada waktu pembeli akhir akan membeli buah tentu saja menginginkan buah yang bagus untuk dimakan. Jadi bisa saja tidak semua buah yang dipanen dan didistribusikan akan sampai pada pembeli untuk dikonsumsi. Tentu akan ada buah melon yang disortir untuk dibuang karena kualitasnya yang tidak memenuhi syarat. Dalam hal ini kerugian yang terjadi akan ditanggung oleh pedagang.

Para pedagang buah seringkali melakukan pembelian dengan sistem tebas dan borongan. Namun pada kondisi hujan seperti ini tidak banyak pedagang yang mau membeli karena takut resiko rugi akibat kualitas buah yang kurang baik.  Jika ada pedagang yang membeli biasanya dengan mempermainkan harga dengan rendah sehingga petani akan tetap dirugikan.

Bercocok tanam melon memerlukan modal yang tidak sedikit bisa sampai 30 juta rupiah per hekatar lahan. Tanaman melon siap panen setelah berumur 60 hari. Biaya operasional ini diperlukan untuk membuka dan persiapan lahan, bibit, pupuk, obat pembasmi hama dan pekerja perawatan lain. Mengingat tingginya modal yang diperlukan maka tidak banyak petani yang mau untuk bercocok tanam buah melon ini. Lagipula pasar buah melon sepertinya hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal saja, belum sampai untuk keperluan ekspor ke luar negeri. Apabila terjadi kejadian gagal panen buah melon seperti ini tentunya kerugian besar akan ditanggung oleh petani buah melon ini.

Untuk mengurangi beban kerugian seperti ini perlu ada langkah antisipasi tertentu yang dapat diambil oleh petani buah melon. Langkah pertama adalah mungkin perlu pemilihan waktu yang tepat untuk bercocok tanam buah melon, yang tentu saja disesuaikan dengan waktu penyerapan buah oleh konsumen serta waktu yang tepat untuk bercocok tanam. Dari sisi bercocok tanam, perlu langkah intensifikasi seperti pemilihan bibit yang berkualitas dan tahan hama, sistem perawatan dan pemupukan yang baik, sistem irigasi lahan yang baik sehingga tidak menyebabkan terjadinya penggenangan air di lahan atau teknis budidaya melon yang tepat lainnya.

 

Persiapan lahan untuk budidaya melon.

 

Bibit melon telah ditanam.

 

 

Tanaman melon dewasa yang subur.

 

Buah melon siap dipanen.

 

Pada saat pasca panen, perlu juga ada langkah diversifikasi produk. Saat ini buah melon dipetik dan dijual begitu saja dalam bentuk buah mulai dari petani, pengepul, pedagang dan penjual. Saat ini dijumpai beberapa produk konsumsi seperti sirup, jeli atau produk lain dengan rasa melon. Buah melon sangat mungkin untuk diolah dalam bentuk potongan kecil untuk kemudian diawetkan dalam sirup yang dikemas dalam kaleng. Saat ini juga dijumpai produk minuman buah yang dikombinasikan dengan potongan daun lidah buaya yang dirajang lembut. Pola serupa sangat mungkin untuk diterapkan pada buah lemon ini. Dengan kreativitas dan tekad tertentu mungkin di tingkat petani melon ini perlu mencoba mengalihkan pasar buah melon mereka untuk memenuhi kebutuhan bahan dasar bagi para produsen produk makanan yang menggunakan melon ini.

 

Sirup dari buah melon.

 

Salad buah.

 

Semoga ke depan, musibah gagal panen yang dialami para petani melon ini tidak terulang lagi. Lagi pula kalau para petani melon sampai kecewa dan bertekad untuk tidak lagi menanam melon, maka di pasaran lokal akan tidak mudah lagi untuk menjumpai buah melon. Kalau sudah seperti ini, saya yang ikut repot. Lha kedua anak saya, hobbynya makan buah melon semua….

Iqmal Tahir

ps. Sumber gambar dari giritontro.com, paketri.com, waytodeal.com dan womansday.com,

About these ads

30 responses »

  1. erry mengatakan:

    sekarang malah kena hujan abu nih…

  2. […] bikin aku nelangsa. Setelah menulis dua artikel tentang dampak hujan pada petani tembakau dan petani melon, aku yang bukan petani pun akhirnya merasakan dampaknya juga. Hal ini aku alami saat areal wilayah […]

  3. narzuo mengatakan:

    kami siap menerima melon sakata klo tanam 1 des 10 nanti feb akhir 11 kabari. Ok salam kenal

  4. Pupuk Organik Powder mengatakan:

    Saya dulu juga petani melon.. memang disaat musim hujan relatif tanaman tidak begitu bagus dan artikel ini cukup memberikan masukan yang positif, tapi selama saya jadi petani melon sistem pemupukan 70% menggunakan pupuk kimia, bisa bagus enggak kalo sistem pemupukan 70% – 80% menggunakan pupuk organik…? trims. smoga tmbh Success !

    • Iqmal mengatakan:

      Hayo itu yang para ahlinya menjawab…
      Saya cuma urun suara saja, kalau pas di awal pertumbuhan pakai pupuk kandang, terus kalau sudah mau keluar bunga ya tambahkan pupuk kandang dan pupuk guano. Itu kalau mau pakai pupuk organik (CMIIW).

    • Bambang Sleman Yk mengatakan:

      Idealnya untuk tanaman melon sangat rakus dengan makanan, dan sekedar pengalaman untuk tanaman melon akan lebih bagus kalo pupuk kompos/kandangnya lebih banyak, dan pupuk kimianya idealnya /pohon 100 grm karena apabila terlalu banyak pupuk kimianya bisa menjadi racun bagi tanaman itu sendiri.( Untuk penggunaan pupuk urea sebaiknya dihindari ganti denga za karena menyebabkan buah tidak bertahan lama dalam penyimpanan apalagi untuk pasaran swalayan dan supermarket.

  5. kelompok tani melon unggul mengatakan:

    kami kelompok tani melon unggul,siap bekerja sama dengan semua pihak, baik petani melon maupun supllier dan eksportir,dalam hal pemasaran maupun teknik budidaya,khisusnya buat melon daging merah.. thanks.

  6. kelompok tani melon unggul mengatakan:

    kami kelompok tani melon unggul JATENG,siap bekerja sama dengan semua pihak,baik petani melon maupun supllier dan eksportir, baik dari segi pemasaran maupun teknik budidaya,khususnya untuk melon daging merah/orenge. thanks.

  7. Bambang Sleman Yk mengatakan:

    Saya petani melon khususnya Rock melon sejak thn 2000 tentunya banyak suka dukanya apalagi hub. dengan pembeli weeeh….2 mana yang uangnya gak dibayar, kurang permainan harga, permainan seleksi, bener2 deh…dengan berputarnya waktu tentunya banyak pengalaman yang akan kita peroleh, dan sekarang saya ikut memasarkan rock melon khususnya dan melon ecsen pada umumnya. Dengan latar belakang petani saya tau posisi petani melon, coba bandingkan seorang suplyer dengan latar belakang pembeli atau pengepul buahh akan sangat berbeda. Untuk musim penghujan curah hujan sangat berpengaruh sekali pada tanaman melon didataran rendah dianjurkan tanam melon pada tempat yang irigasinya lancar insyaAllah melon akan tumbuh dengan bagus pada musim penghujan dan akan mendapat harga yang bagus pula.

  8. Roy ma'ruf mengatakan:

    @mas iqmal.. Ikut gabung diblognya ya. Bs minta email kelompok tani melon unggul g ya.. Swn

    • Iqmal mengatakan:

      Silakan mas, untuk email kelompok tani melon bisa diklik alamat penulis komentar2 di atas…. saya sendiri malah bukan petani melon lho, cuma hobby makan melon saja…

  9. Lesto Kusumo mengatakan:

    Saya lagi memulai tanaman melon Sakata secara organik, soalanya coba tanam Cabe Helix dan Cabe Kencana lumayan bagus diserang lalat buah tidak busuk. Pupuk cair dan pestida menggunakan cara organik bikin sendiri, Moga-moga berhasil… Jumlah tanaman sekitar 10,000 pohon
    Kalau berhasil bisa dikembangkan jadi 2 hektar…. Peanasaran sich…
    Lagi mau coba bikin buahnya 2 buah…
    Salam buat semua

  10. sholikin mengatakan:

    salam sukses bwt smuanya,saya dari blitar n tertarik dengan melon organik.mohon bimbinganya,terima kasih

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s