Baru-baru ini saya membaca lagi musibah ledakan di satu bengkel las di daerah Situbondo, Jawa Timur. Seperti berita yang saya kutipkan dari Detik Online (Jumat, 24 Desember 2010) yang menyebutkan tentang kejadian kecelakaan kerja  dan berakibat korban jiwa pemilik bengkel secara mengenaskan.

Peristiwa kejadian berupa ledakan keras. Suara ledakan itu cukup keras dan terdengar sampai mencapai radius satu kilometer itu. Di lokasi ledakan, pemilik bengkel ditemukan tewas dalam kondisi tubuhnya hancur lebur. Ledakan hebat yang membuat panik masyarakat desa setempat tersebut, diduga berasal dari tabung gas pengelasan milik korban. Selain menewaskan pemilik bengkel, ledakan itu juga menyebabkan warung bengkel dan rumahnya hancur. Bahkan empat warga yang berada di warung bengkel mengalami luka-luka yang cukup serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Dari saksi mata dikatakan bahwa korban saat itu sedang mengelas benda mirip tabung. Dari hasil penyelidikan polisi dan pemeriksaan saksi, diduga sumber ledakan dari sebuah tabung freon yang sedang dimodifikasi untuk dijadikan tabung gas lampu petromaks. Di lokasi memang ditemukan barang bukti berupa serpihan tabung freon. Akibat freon tersisa yang terbakar inilah yang mungkin kemudian terkena api las sehingga menyebabkan ledakan.

Bengkel las meledak.

Bengkel las di Situbondo meledak karena tabung freon.

Kecelakaan ini dapat terjadi karena gas tersisa dalam tabung freon. Dalam standar penanganan dan penggunaan tabung gas selalu disebutkan berbagai petunjuk yang harus dilakukan. Untuk tabung gas biasanya tidak boleh diperuntukkan untuk keperluan lain. Tabung bekas tidak boleh dianggap kosong dan boleh diperlakukan semaunya. Tabung gas tidak boleh dibuang ke dalam nyala api, dipecah dan perlakukan sejenis lainnya. Untuk itu semua pihak yang bekerja dengan menggunakan tabung freon ini mestinya harus paham dan mematuhi ketentuan ini untuk menghindari kecelakaan kerja yang tidak diinginkan seperti kasus di atas.

Tabung freon biasa digunakan oleh para bengkel ac untuk keperluan isi ulang pendingin udara. Freon yang terdiri dari refrigerant gas carbon fluoro chlorida (CFC) yang bervariasi tergantung jenis yang digunakan. Bahan ini adalah bahan yang memiliki efek menyerap panas dari lingkungan saat bergerak sehingga kemudian digunakan sebagai refrigerant. Dari sifat kimiawinya, molekul-molekul freon sangat reaktif, apabila terlepas ke udara akan dapat bereaksi dengan molekul ozon di langit, yang berakibat penipisan lapisan ozon.  Freon memiliki titik didih yang rendah sehingga mudah terbakar. Apabila gas ini berada tekanan tertentu maka dengan sedikit pemicu, gas ini dapat meledak hebat. Demikian juga untuk freon yang berada pada tabung ac ataupun tabung isi ulang yang bertekanan tinggi.

Tabung freon.

Tabung freon.

Freon dalam tabung isi ulang itu berada pada kondisi tekanan tinggi. Hal ini digunakan untuk dipindahkan ke tabung ac yang akan diisi ulang. Apabila tekanan sudah berkurang maka gas tidak dapat lagi dipindahkan ke dalam tabung ac. Oleh pemiliknya hal ini dianggap sebagai freon sudah habis. Dalam kenyataannya di dalam tabung masih ada sisa freon dalam jumlah tertentu. Sisa gas freon ini tidak boleh diremehkan karena masih memiliki risiko dan potensi untuk terbakar juga.

Jadi pada kasus orang membongkar tabung freon untuk dimanfaatkan diubah menjadi tabung lampu petromaks, maka dia mengabaikan isi gas freon yang tersisa. Dengan jalan mengelas menggunakan nyala api tinggi maka besi baja pelindung tabung akan terbakar dan meleleh. Sampai pada saat terjadi lubang maka gas freon itu terdorong keluar dengan sisa tekanan yang ada. Begitu terjadi kontak freon, udara dan panas maka akan terjadi reaksi kimia pembakaran spontan. Jika jumlah freon masih cukup banyak maka yang terjadi adalah ledakan keras.

Ledakan tabung freon ini seperti halnya bom akan memiliki dampak merusak yang sangat besar. Dengan selongsong tabung dari baja, maka tabung yang pecah akan mengakibatkan serpihan baja itu sebagai peluru-peluru yang merusakan semua yang terkena di sekitarnya. Apabila seseorang berada pada lokasi yang berdekatan maka tentu akan terkena dampak yang sangat parah. Ledakan tabung freon juga dapat menimbulkan suara yang sangat keras. Dentuman inilah yang mengakibatkan suara ledakan bisa terdengar dari jauh.

Untuk para pemilik bengkel tabung isi ulang refrigerant harus selalu disiplin dan bertanggungjawab akan kepemilikan setiap tabung freon itu. Setiap pembelian tabung gas harus dicatat dan demikian juga setelah tabung itu dikatakan habis. Pemilik tabung seharusnya tetap menyimpannya untuk kemudian dikembalikan ke produsen freon untuk digunakan ulang kembali. Tabung tidak boleh dibuang atau diperjualbelikan untuk kepentingan lain oleh pihak-pihak yang tidak terkait dengan penggunaan freon.  Dengan langkah seperti ini maka tentunya tidak terjadi lagi kecelakaan akibat penyalahgunaan tabung freon bekas.

Tukang las.

Tukang las rawan terkena kecelakaan kerja akibat kebakaran atau ledakan.

Iqmal Tahir

About these ads

3 responses »

  1. Betul ini Bro

    Viva K3 Indonesia

    Salam
    LQ

  2. Jaket Anime mengatakan:

    Kayanya yang Ngelas bukan orang ac, mungkin liat tabung yang bentuknya aga keren jadi di las aja

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s