Sosok almarhum mbah Marijan akan selalu diingat oleh orang dalam kaitannya dengan aktivitas gunung merapi yang berlangsung selama beberapa tahun ini. Mbah Marijan yang merupakan pengemban amanah keraton Yogyakarta untuk melaksanakan tugas-tugas keraton dalam kaitannya dengan tradisi yang terkait dengan gunung Merapi. Tugas ini diemban baik sebagai fungsi abdi dalem yang kemudian berkembang salah kaprah dengan sebutan juru kunci gunung Merapi. Sosok mbah Marijan ini kemudian menjadi terkenal tersendiri karena nasib dan riwayat hidup beliau yang unik dengan berbagai peristiwa yang melingkupinya.

Bukan apa-apa saya menulis ini, hanya karena beberapa waktu lalu saya masih menjumpai gambar almarhum mbah Marijan yang digunakan untuk iklan suatu produk suplemen minuman vitalitas. Gambar yang terpampang di pintu belakang truk ekspedisi produsen produk tersebut. Jadi sekedar mengenang kembali sosok beliau, walaupun saya sendiri tidak mengenal beliau, terlebih beliau pun tidak tahu saya. Lagi pula saya sendiri tidak pernah berjumpa beliau sekali pun, karena memang dalam banyak kesempatan saya ke Kaliadem tidak pernah singgah ke rumah beliau. Demikian juga kalau saya naik gunung Merapi sebanyak tiga kali pun tidak terkait, karena saya lewat sisi lain dari rumah mbah Marijan. Satu yang terkait dengan beliau adalah pernah menggunakan nama mbah Marijan untuk satu penulisan artikel di blog saya tentang Bunga Edelweis di Kinahrejo. Jadi tulisan ini tetap menjadi bentuk penghormatan saya dan apresiasi atas pengabdian yang telah dijalaninya selama ini.

Gambar mbah Marijan di satu bak truk di jalan raya.

Gambar mbah Marijan di satu bak truk di jalan raya.

Mbah Marijan sebagai abdi dalem keraton Yogyakarta sebenarnya bertugas untuk mengkoordinir dan melaksanakan upacara tradisi keraton yang bertempat di gunung Merapi. Abdi dalem yang serupa adalah bertugas di pantai Parangkusumo di pantai selatan di DIY. Dalam perkembangannya makna abdi dalem ini meluas menjadi seorang juru kunci yang dipercayai sangat berpengaruh dalam berbagai situasi dan aktivitas gunung Merapi. Beliau dipercaya banyak orang sangat menguasai perihal dan seluk beluk gunung Merapi. Hal ini memang karena kemampuan batin dan pengalaman yang telah digelutinya berpuluh-puluh tahun sebagai putera asli dan bermukim di lereng gunung Merapi ini. Dengan demikian sifat dan karakter gunung Merapi ini telah dipahami dengan baik. Hal inilah yang kemudian menjadi sosok beliau dianggap sebagai rujukan untuk mengetahui aktivitas gunung Merapi ini.

Bagi para pencinta alam yang sering mendaki gunung Merapi dari arah selatan, maka hampir dapat dipastikan pernah berjumpa mbah Marijan. Hal ini karena pendakian umumnya dimulai dari desa Kinahrejo ini untuk melapor diri pada pos ini yang berlokasi di kompleks dusun tempat tinggal mbah Marijan ini. Demikian juga bagi para penziarah dan pengikut upacara sesaji bagi gunung Merapi jelas mesti selalu berurusan dengan mbah Marijan dan kerabatnya ini. Dengan demikian sosok ini menjadi berperan sentral dalam berbagai aktivitas di sana.

Sosok ini menjadi sangat terkenal dengan peristiwa letusan gunung Merapi tahun 2006. Saat itu sudah ada himbauan perintah berdasarkan kajian geofisik yang menunjukkan bahwa gunung Merapi akan meletus. Gubernur DIY sekaligus pimpinan keraton yogyakarta yakni Sri Sultan Hamengkubowono X pun sudah memerintahkan untuk seluruh warga turun dan pergi mengungsi dari lokasi. Saat itu ternyata mbah Marijan dengan keyakinannya masih bertahan walaupun tetap menganjurkan warga lain untuk pergi mengungsi. Kejadian saat itu memang menunjukkan bahwa gunung Merapi meletus dahsyat namun dusun dan tempat tinggal mbah Marijan tetap selamat. Kondisi yang jauh berbeda walaupun terlihat hanya beberapa puluh meter dari lokasi tempat tinggal dusun mbah Marijan yang terkena dampak letusan gunung Merapi berupa sapuan wedus gembel atau solfatara yang keluar dari puncak gunung. Wedus gembel saat itu mengalir ke bawah melewati jalur kali Bendhol yang terletak cukup dekat di lokasi itu. Berdasarkan peristiwa ini lah yang kemudian semakin mengangkat nama beliau dan bahkan banyak yang kemudian mengkultuskan sosok mbah Marijan ini.

Satu hal yang kemudian semakin menumbuhkan kepopuleran beliau di kancah lebih besar lagi adalah saat dijadikan sebagai bintang iklan produk suplemen tertentu. Bersama beberapa tokoh lain seperti pengusaha terkenal, atlet tinju dan bintang sinetron lain, mbah Marijan berperan sebagaimana mereka sendiri untuk mempromosikan produk tersebut. Bayaran yang mahal ini tidak menjadikan beliau berubah, bahkan uangnya digunakan untuk membangun kawasan di sekitar tempat tinggalnya termasuk sebuah masjid yang terletak di dekat rumahnya. Termasuk juga efek dari hal ini adalah menjadikan kawasan Kaliadem menjadi satu tujuan wisata khusus berupa Lava Tour untuk melihat bagaimana situasi dan dampak letusan gunung Merapi yang telah terjadi.

Mungkin yang berubah adalah keengganan beliau untuk melayani berpotret bersama dengan para pengunjung yang datang ke sana. Hal ini karena semakin banyak orang yang datang beranjangsana baik dari kalangan warga biasa mapun orang tertentu seperti kalangan politik, artis atau yang lainnya. Kunjungan ini dilakukan hanya berupa kunjungan biasa ataupun kunjungan dengan tujuan tertentu. Sering mbah Marijan menolak dengan halus permintaan untuk foto bersama, karena mungkin sebelumnya sudah banyak yang menyalahgunakan foto tersebut. Selain juga karena kesederhanaan beliau untuk menolak terlalu disanjung oleh banyak orang.

Sosok (alm) mbah Marijan - juru kunci gunung Merapi, saat masih bertugas.

Sosok (alm) mbah Marijan - juru kunci gunung Merapi, saat masih bertugas.

Hal yang berbeda adalah saat letusan gunung Merapi tahun 2010 kemarin. Saat itu gunung Merapi pun menunjukkan aktivitas yang semakin meningkat. Saat itu pun pemerintah sudah mengeluarkan keputusan status waspada yang mengharuskan semua warga pergi turun mengungsi. Rentetan letusan yang pertama kemudian berakibat mengenai dusun Kinahrejo dan menimbulkan jatuh korban di sana termasuk mbah Marijan. Dari beberapa berita dikabarkan bahwa mbah Marijan saat itu pun sedang bersiap turun. Hanya karena beberapa ulah orang dari luar yang tetap masih berdatangan maka terjadi peristiwa yang kemudian berakibat mbah Marijan menunda kepergiannya. Tetapi kemudian saat itulah terjadi letusan dan gunung Merapi mengeluarkan wedus gembel yang kemudian ikut menyapu kawasan Kinahrejo ini.

Proses ini kemudian menjadi hal yang menarik perhatian masyarakat dengan proses bencana letusan gunung Merapi ini dan juga kematian mbah Marijan ini. Rangkaian prosesi pemakaman jenasah mbah Marijan dan para korban lainnya saat itu pun banyak diberitakan di berbagai media. Tentu saja akan menjadi kehilangan yang tidak sedikit akan sosok beliau.

Kepergian mbah Marijan ini kemudian diiringi dengan meredanya aktivitas gunung Merapi sementara, sebelum dilanjutkan letusan yang lebih besar lagi dan memakan jatuh korban lebih banyak lagi. Peristiwa letusan kali ini memang menjadi peristiwa besar yang membuat banyak kisah pilu sebagai bencana alam nasional. Bahkan sampai saat ini terus membuat ancaman bagi para warga di sekitar sana berupa bencana sekunder yang ditimbulkan dari ancaman lahar dingin.

Kawasan Kaliadem dan Kinahrejo pun saat ini sudah luluh lantak menyisakan kisah pilu. Hal ini pun hendaknya dapat selalu dijadikan bahan pelajaran bagi kita semua. Memang kita harus menyadari akan takdir yang menggariskan bahwa negeri Indonesia terletak di kepulauan yang berada di lingkaran lempeng bumi yang sangat aktif. Konsekuensi hal ini menjadikan negeri ini akan rawan dengan bencana alam baik itu letusan gunung api maupun gempa bumi. Kita selalu hendaknya awas dan waspada untuk menghindari jatuhnya korban yang banyak apabila bisa mengantisipasinya dengan baik. Termasuk juga dalam konteks bencana alam dari letusan gunung Merapi yang sangat aktif ini.

Saat ini perhatian pemerintah terhadap aktivitas gunung Merapi ini relatif cukup baik. Dengan pemantauan kondisi vulkanologis yang sejauh ini telah terbukti berhasil meramalkan perkembangan aktivitas gunung Merapi. Dengan demikian berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berdasarkan kajian vulkanologis ini mestinya dipatuhi oleh seluruh elemen masyarakat. Dari sini tentunya kita berharap agar kejadian musibah dari letusan gunung Merapi yang mungkin terjadi lagi di masa mendatang dapat diantisipasi untuk menekan kurban jiwa.

Terkait dengan sosok juru kunci maka hendaknya agar ditunjuk seseorang yang mampu berperan menjadi jembatan bagi pihak keraton, pemerintah dan masyarakat baik lokal maupun masyarakat luas lainnya. Kerjasama yang baik antara juru kunci ini hendaknya dapat menimbulkan konsekuensi positif berupa pelestarian kawasan gunung Merapi itu sendiri, di sisi lain masyarakat lokal pun tetap dapat menjalankan aktivitas kesehariannya dengan baik. Juru kunci ini hendaknya jangan kemudian terus diagung-agungkan yang dipercaya hanya dengan mendasarkan intuisi pada pengambilan keputusan bagi khalayak umum.  Juru kunci harus ikut berperan untuk mendukung kebijakan instansi teknis yang membuat keputusan berdasarkan kajian vulkanologis yang relatif lebih rasional.

Jika pihak keraton tidak menetapkan abdi dalem yang berfungsi sebagai juru kunci, maka pelaksana juru kunci ini dapat dilakukan oleh beberapa abdi dalem yang bersifat kolektif atau melalui pergantian secara periodik. Dengan demikian tradisi untuk selalu mendukung kearifan lokal tetap dapat dipertahankan. Pada sisi lain, kemungkinan terjadinya pengkultusan sebagian masyarakat akan keberadaan sosok juru kunci tentunya dapat dihindari.

Iqmal Tahir

About these ads

2 responses »

  1. purwatiwidiastuti mengatakan:

    aku memuja mbah maridjan dalam “kejawaannya”

    purwati

    http://purwatiwidiastuti.wordpress.com

    http://purwati-ningyogya.blogspot.com

    http://purwatining.multiply.com

    • Iqmal mengatakan:

      sippp…. asal yang diberi tanda petik bukan pada kata memuja-nya lho ya…
      btw. blognya komplet nih ada tiga, mana yang harus dikunjungi dulu nih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s