Manisan buah carica yang terkenal dari daerah Wonosobo ini sudah banyak dicari oleh orang kalau datang ke daerah ini. Termasuk juga kalau orang berwisata ke daerah dataran tinggi Dieng. Oleh-oleh ini dibuat dari olahan buah carica yang sebenarnya merupakan sejenis buah pepaya, hanya berukuran relatif kecil. Ukran buah ini relatif hanya segenggaman tangan orang dewasa saja.

Memang buah ini termasuk khas untuk daerah Dieng ini saja. Saya sejauh ini memang baru menjumpai pohon carica ini tumbuh di daerah itu saja. Jika tertarik melihat budidaya tanaman carica ini mungkin lihat saja liputan gambar-gambar di tulisan ini saja.

Pohon carica tidak jauh berbeda dengan pohon pepaya biasa. Batang dan ketinggian pohon carica juga relatif sama dengan ketinggian pohon pepaya. Hanya saja memang daun pohon carica berukuran lebih besar dan rapat jika dibandingkan dengan daun pohon pepaya.

Pohon carica berbuah lebat.

Pohon carica berbuah lebat.

Deretan buah carica di pohon.

Deretan buah carica di pohon.

Buah carica menggantung di batang pohon secara rapat. Jadi kalau buah pepaya menggantung di batang berukuran besar, kalau carica menggantung rapat karena memang ukurannya lebih kecil. Buah yang masih mentah berwarna hijau, dan akan berubah kuning atau oranye jika sudah mulai matang. Buah ini hendaknya segera dipetik jika sudah mulai matang saat semburat warna kuning sudah mulai muncul, jangan ditunggu sampai matang benar karena mudah membusuk.

Pohon carica dibudidayakan oleh penduduk dieng, baik secara intensif maupun hanya sebagai tanaman pelengkap. Banyak juga orang yang menanam hanya sebagai tanaman pelengkap. Jadi pohon ini ditanam di sepanjang tepian ladang kentang atau sayuran. Pohon ini ditanam berderet-deret sepanjang pematang ladang. Untuk tanaman yang dibudidayakan secara intensif, biasanya ditanam secara khusus pada satu ladang. Namun tidak banyak orang yang melakukannya.

Pemanenan buah carica dapat dilakukan setiap saat. Buah ini kemudian dipetik dan dikumpulkan dalam keranjang untuk disetorkan pada pengepul. Selanjutnya buah dibawa ke pabrik pengolahan carica untuk dijadikan manisan dalam stoples kecil.

Budidaya pohon carica.

Budidaya pohon carica untuk tumpang sari.

Budidaya carica yang intensif.

Budidaya carica yang intensif.

Ada juga orang yang mengumpulkan buah carica untuk dijual dalam keadaan segar. Buah ini dijual di pasar setempat ataupun di tempat-tempat wisata yang tersebar di beberapa lokasi wisata di Dieng. Jika ada orang yang tertarik maka penjual akan mempromosikan buah tersebut dan memberi petunjuk bagaimana cara pengolahannya.

Jadi kalau anda pergi ke Dieng, bisa memilih untuk membeli manisan buah carica yang sudah jadi atau mau mengolah sendiri. Sama-sama enak dan segarnya.

Buah carica segar yang dijual.

Buah carica segar yang dijual.

Iqmal Tahir

About these ads

5 responses »

  1. infodieng mengatakan:

    saat ini carica dieng mejadi komoditas unggulan setelah kentang.

    • Iqmal mengatakan:

      mantap…. mungkin perlu ada alternatif lain pembungkusan selain dengan botol gelas untuk menekan ongkos produksi sehingga harga jual di pasaran lebih terjangkau lagi dan keuntungan produsen/petani carica bisa bertambah….

  2. astrid mengatakan:

    pengen membudidayakan carica dan diperkenalkan ke pasar internasional,,, mohon doanya jika ada modal,,hehehehe

    • Iqmal mengatakan:

      ok semoga sukses…sepertinya prospeknya bagus lho, kalau pemasarannya dicoba cara lain juga misal jangan pakai botol gelas atau dibuat dalam bentuk manisan kering (macam jelly) itu….

  3. stik drum mengatakan:

    nice article

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s