Saya masih tertarik untuk menuliskan soal penggunaan bahan organik yang mudah hancur dan terkomposkan untuk keperluan sehari-hari. Setelah sebelumnya soal pengikat buah durian yang menggunakan daun kelapa dibandingkan dengan penggunaan tali rafia, ternyata hal yang mirip dapat dijumpai pada kasus pedagang lain, yakni pedagang kepiting.

Kepiting di pasaran banyak dijumpai berupa kepiting laut dan kepiting bakau. Kepiting laut atau rajungan ini umumnya dijual sudah dalam keadaan mati dan diawetkan dengan cara pendinginan menggunakan es batu. Untuk kepiting bakau atau kepiting hijau yang sering dijual dalam keadaan hewan kepiting masih hidup. Kepiting yang masih hidup ini diikat dengan menggunakan bahan pengikat supaya tidak banyak bergerak atau menggunakan jepitnya.

Persoalan kepiting masih hidup inilah yang menyebabkan masalah tersendiri bagi penjual dan pembelinya. Di restoran yang besar kadang ada juga yang menyediakan bak akuarium untuk tempat kepiting bebas berjalan, sehingga pembeli dapat memilih kepiting yang akan dikonsumsinya sewaktu masih hidup. Bagi pedagang kecil termasuk para pengangkut maka tidak ada pilihan untuk harus mengikat kaki-kaki dan jepit yang di bagian tubuh kepiting.

Kepiting bakau siap jual.

Kepiting hidup dijual dengan jalan diikat menggunakan pelepah daun pisang atau tali rafia.

Kepiting harus diikat supaya tidak lari dan berkelahi.

Kepiting harus diikat supaya tidak lari dan berkelahi.

Jika dibiarkan bebas, maka kepiting banyak bergerak dan saling berkelahi antar mereka. Kadang mereka juga dapat pergi lari dari tempat wadah yang disediakan dengan jalan memanjat dan kemudian berlari cepat. Tentu saja yang paling parah adalah kepiting dapat menjepit orang-orang yang berada di sekitarnya dengan capit yang dimilikinya. Jepitan capit ini cukup kuat dan menyebabkan rasa sakit tersendiri. Dengan demikian cara paling mudah adalah dengan mengikat kaki-kaki dan cepitnya itu.

Selain alasan di atas, ternyata masih ada alasan lain supaya kepiting harus diikat. Kepiting ini dalam bergerak memerlukan energi dan energi ini ternyata diambilkan dari daging yang dimilikinya. Jadi kalau kepiting banyak bergerak sementara pasokan makanannya terbatas, maka biasanya daging yang dimilikinya menjadi susut. Hal ini tentu saja tidak disukai oleh para pembelinya. Untuk itu supaya kepiting tidak banyak bergerak harus diikat.

Supaya kepiting yang diikat tetap hidup maka pedagang harus menjaga kelembaban tubuh kepiting. Cara yang dilakukan adalah dengan secara rutin memercikan air ke kepiting. Untuk mengetahui kepiting terikat masih hidup atau tidak , maka dapat mudah dilakukan dengan mengecek respon mata kepiting. Jika tangan kita seolah mau menyentuhnya dan mata kepiting merespon bergerak masuk ke cangkang, berarti kepiting masih hidup.

Proses pengikatan kepiting.

Proses pengikatan kepiting.

Kepiting yang diikat pelepah daun pisang.

Kepiting yang diikat pelepah daun pisang.

Sekarang kembali ke soal pengikatan kepiting yang saya maksudkan terkait dengan penggunaan bahan ramah lingkungan. Pengikatan kepiting pada dasarnya dapat dilakukan dengan bahan tali apa saja, yang penting tali harus dapat mengikat kuat dan tidak mudah lepas akibat perpindahan kepiting atau juga karena kepiting yang memaksa bergerak-gerak. Di pasaran dijumpai bahwa pengikatan kepiting sering dilakukan dengan menggunakan pelepah dauh pisang atau banyak juga yang menggunakan tali rafia / tali plastik. Bahan-bahan ini sering digunakan karena mudah dijumpai di lokasi penangkap atau peternak kepiting.

Jadi begitu kepiting ditangkap di areal pertambakan atau pesisir yang banyak hutan bakau, oleh penangkap segera diikat dengan menggunakan tali yang telah disiapkan. Setelah itu kepiting diceburkan ke wadah berisi air bersih atau disemprot supaya terbebas dari kotoran lumpur yang melekat di bagian tubuh kepiting. Kepiting kemudian siap dibawa ke pasar atau dijual ke daerah lain sudah dalam keadaan terikat. Dalam memprosesnya pembeli nantinya tinggal mudah saja untuk melepaskan ikatan kepiting ini. Cara melepaskannya adalah dengan mudah menarik ujung pelepah yang diselipkan ke bagian lilitan yang lain. Setelah ditarik, pelepah akan lolos dengan sendirinya dan kepiting terlepas dari ikatannya.

Pemilihan bahan pengikat inilah yang menarik perhatian. Kalau di lokasi banyak tersedia hamparan pohon pisang, maka pelepah daun pisang ini dapat menjadi pilihan. Jadi orang dapat menggunakan daun pisang untuk dijual dan dijadikan bahan pembungkus, sementara pelepah daun pisang ini dapat digunakan untuk tali pengikat kepiting. Pelepah ini perlu dilayukan terlebih dahulu sehingga mudah untuk ditekuk atau dililitkan pada kepiting. Tetapi dengan saat ini penangkapan kepiting besar-besaran serta kebutuhan untuk pengikatan kepiting yang diternakkan maka seringkali orang kekurangan dengan pasokan pelepah daun pisang ini. Mereka harus mencari dari tempat lain dan masih harus mengeringkan lagi.

Dengan adanya masalah tersebut maka para penangkap dan peternak kepiting pun mengalihkan untuk menggunakan bahan tali yang mudah diperoleh. Jenis tali ini tentu saja adalah tali rafia atau tali plastik yang diproduksi di pabrik. Tali ini banyak dijual di berbagai tempat dengan harga yang relatif tidak mahal. Bahkan untuk pengikatan kepiting, dapat menggunakan tali rafia yang dibelah menjadi beberapa bagian, yang penting masih cukup kuat untuk mengikat kepiting.

Persoalan dengan penggunaan pelepah sebagai pengikat kepiting ini ternyata ada juga. Kalau diikat dengan pelepah daun pisang, maka saat penimbangan tali pengikat tentu saja akan terus diikutkan untuk ditimbang. Tidak mungkin tali pengikat dilepas dulu sebelum kepiting ditimbang. Jika dibandingkan dengan tali rafia yang ringan, maka berat kepiting yang diikat dengan pelepah daun pisang akan bertambah. Terlebih jika kepiting sering disiram air, yang menyebabkan pelepah menyerap air. Jadi pembeli memilih untuk kepiting yang diikat dengan tali rafia. Untuk mengatasi hal ini maka harga jual yang sebenarnya perlu diatur, sehingga pembeli tidak merasa dirugikan.

Kepiting yang dijual dengan pelepah daun pisang kurang menarik perhatian. Hal ini karena terkesan kotor sehingga menjadi kurang disukai pembeli. Kadang pembeli juga masih merasa takut dengan kepiting yang diikat menggunakan tali rafia, soalnya sering ikatan kendor maka pelepah akan terlepas. Dengan demikian capit kepiting akan dapat bergerak yang masih mungkin untuk menjepit orang yang memegangnya.

Sebenarnya untuk pemenuhan pasar lokal yang menghendaki kepiting masih hidup sehingga harus diikat, maka pilihan penggunaan pelepah daun pisang ini hendaknya tetap dipertahankan. Penangkap kepiting tidak perlu mengeluarkan biaya khusus untuk membeli tali. Sementara itu dari sisi lingkungan, pelepah daun pisang dapat dibuang dan di alam akan terkomposkan dengan mudah. Bandingkan dengan tali plastik yang memerlukan waktu sangat lama untuk hancur di alam. Penggunaan pelepah daun pisang yang dapat menahan air juga memungkinkan kepiting tetap dapat bertahan hidup lebih lama karena kelembaban lebih terjaga.

Kepiting yang diikat tali rafia.

Kepiting yang diikat tali rafia.

Jika memang pilihan tetap menggunakan tali, maka mungkin dapat dipilih jenis tali dari bahan alam seperti tali dari ijuk, serabut kelapa atau tali rami. Tali-tali ini memang dapat hancur lagi tetapi sekarang mungkin sudah susah dijumpai lagi di pasaran kecuali harus dipesan khusus. Hal ini yang mungkin menjadi kendala bagi penangkap atau peternak kepiting untuk mendapatkan pasokan tali-tali ini.

Kalau dicermati kembali, sebenarnya para penangkap dan peternak kepiting yang menggunakan tali rafia ini juga dapat berkilah bahwa mereka sadar lingkungan. Mereka dapat saja bilang bahwa tali yang digunakan adalah tali rafia bekas yang diperoleh dari berbagai tempat. Jadi kalau sudah seperti ini mereka sudah menerapkan konsep reuse yang merupakan salah satu konsep 3R dalam lingkungan ini.

Jadi sebagai penggemar kepiting, tidak ada salahnya juga jika anda berpartisipasi dalam pelestarian alam. Cobalah selalu untuk memilih kepiting yang diikat pelepah daun pisang dan menyarankan supaya mengurangi penggunaan tali plastik. Satu lagi yang tidak kalah pentingnya adalah tidak membeli kepiting tangkapan liar yang masih kecil-kecil ataupun kepiting liar dalam keadaan bertelur. Kalau sudah anjuran seperti ini memang susah untuk dilakukan, tetapi hendaknya coba diperhatikan saja dulu. Semoga bermanfaat.

Silakan yang mau beli kepiting.... dipilih...dipilih....

Silakan yang mau beli kepiting.... dipilih...dipilih....

Baca juga tulisan lain soal Kepiting : Status Kehalalan Kepiting Hijau

About these ads

26 responses »

  1. akhmad muhaimin azzet mengatakan:

    kepiting yang dijual di beberapa pasar tradsional jogja juga ditali dengan gedebok (demikian bahasa jawanya), meski ada juga yang ditali plastik, tapi tidak banyak….

  2. yeti2010@yahoo.co.kr mengatakan:

    kepiting dimasak saos tiram paling enak, apalagi kalau besar-besar dan isi dagingnya banyak…. mantep bozz….

  3. sonny mengatakan:

    kalau di sidoarjo biasanya hampir semuanya diikat dengan gedebog, apa karena kepitingnya besar2 ya?

    salam :)

  4. Irvan mengatakan:

    wahh :) seneng ngeliatnya kepiting bisa membuka lapangan kerja :). Kalau kepiting2 ini bisa di kirim keluar kota nggak yah ?

    • Iqmal mengatakan:

      Lha kalau di Yogya saja, itu kepiting hidup yang dikirim dari daerah pantura seperti semarang dan demak, tentunya bisa dikirim dong….

      • Irvan mengatakan:

        soalnya denger2 walapun kepiting kondisi segar tetap musti di sortir yah ? karena dagingnya suka sedikit banget.

      • Iqmal mengatakan:

        daging kepiting yang habis itu walaupun cangkangnya besar itu bisa terjadi karena kepiting kurang makan sebelumnya dan banyak bergerak… untuk emgnatasinya para penangkap kepiting segera mengikat sehingga tidak banyak bergerak….

  5. andry w mengatakan:

    saya butuh/cari kepiting bakau warna hijau,jantan.yg 1kg isi 3-5 ekor.kirim ke sidoarjo-jatim.butuh banyak setiap hari.yg bisa suply silahkan hub 089 888 55 tiga-tiga-tiga

    • Iqmal mengatakan:

      silakan yang bisa memasok langsung hubungi yang bersangkutan… kalau mau mengirim kepiting gratisan ke saya juga boleh kok….

  6. Muhammad Arifin mengatakan:

    As. Bos Kalo Beli pengiriman ke daerah Sumatra Selatan kira2 bisa ga boss,,, gmn caranya,,,

  7. Alian mengatakan:

    saya butuh kepiting bakau size 500 – 750 @ 75.000 sampai jakarta
    kalo bisa silahkan hubungi saya 081311666354

  8. ade firmansyah mengatakan:

    Kami adalah Supplier Kepiting Hitam segar, yang merupakan hasil tangkapan para nelayan tradisional yang ada di Kalimantan Timur dan melayani pengiriman ke-seluruh Indonesia.

    Untuk itu kami bermaksud menawarkan supply Kepiting Hitam kepada Saudara dengan spesifikasi di bawah ini:

    KEPITING BAKAU HITAM

    Jantan full daging:
    - 150gr up
    - 200gr up
    - 300gr up
    - 500gr up
    - 700gr up

    Betina
    - Full daging dengan telur > 250 gr
    - Full daging dengan telur < 250 gr

    - Telur 40% (Scam) 250 gr

    Keterangan:

    - Packing : Styrofoam standard
    - Kondisi : Hidup, Segar, Capit ikatan rafia
    - Min.order : 50 kg-60kg / 2 box styrofoam
    - Pembayaran : T/T 50%, sisa nya setelah barang diterima
    - Pengiriman : Bandara ke Bandara
    - Pengiriman : 1-2 hari (segera) setelah transfer

    Kami bisa supply secara kontinyu dan siap kerja sama kontrak dengan Perusahaan Anda. Apabila Anda mempunyai standard ukuran penerimaan ataupun spesifikasi, mohon di-informasikan kepada kami sehingga kami bisa mempelajarinya. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami: Ade Firmansyah, HP : (0856-5478-0057) dan (0878-1082-9059)

    Terimakasih

    Ade Firmansyah

    • wahyu mengatakan:

      blh tuh bang sy di sini bnyk knalan utk main ekspor. sy biasa ambil kepiting loyo nya. kl abang butuh info harga blh. dan bln 12 ekspor udh mulai main, posisi sy di dadap.

  9. Rofie mengatakan:

    kami dari batam seafood membeli kepiting bakau jenis hijau merah dan hitam mulai dari size 300 gram sampai 1 kg up.

    harga bersaing
    sistem pembayaran transfer
    pengiriman ke batam
    kualitas exspor

  10. Rofie mengatakan:

    kami dari batam seafood membeli kepiting bakau jenis hijau merah dan hitam mulai dari size 300 gram sampai 1 kg up.

    harga bersaing
    sistem pembayaran transfer
    pengiriman ke batam
    kualitas exspor

    hub saya di 081266974245 (call/sms/whatsapp)

  11. Kamal mengatakan:

    Ass pak Iqmal saya berniat membeli kepiting ga banyak sih untuk pelanggan rutin saya, bisa hubungi Kamal di 085774194366 0r 08991978366, tks wassalam

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s