Tulisan ini masih terkait dengan kegiatan penyembelihan hewan kurban saat peringatan Idul Adha. Seperti juga kegiatan Idul Adha tahun ini, kami berpartisipasi berkurban dan juga ikut membantu pelaksanaan kurban tersebut. Kebetulan tahun ini di masjid Al Asel, kegiatan penyembelihan dan pemtoongan hewan kurban-nya dilaksanakan pada hari Sabtu. Jadi tahun ini kami sekeluarga berkesempatan merayakan Idul Adha di Purbalingga dan paginya kami kembali lagi pulang ke Yogyakarta.

Hewan Kurban yang dipotong tahun ini sebagai kurban dari warga perumahan Kanoman dan sekitarnya berjumlah 6 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Setiap ekor sapi merupakan kurban dari tujuh orang shahibul kurban. Sapi-sapi tersebut dibeli di daerah Sentolo yang merupakan langganan secara rutin. Sapi disembelih oleh tukang jagal khusus yang datang dari Sentolo tersebut dan kemudian dikuliti oleh mereka. Selanjutnya para warga terdiri dari bapak-bapak dan remaja laki-laki yang bertugas memisahkan daging dari kulitnya dan kemudian memotongi daging menjadi berukuran kecil-kecil. Tugas mereka termasuk juga untuk memotong-motong bagian tulang menjadi berukuran kecil-kecil juga. Bagian jeroan dibersihkan di sungai dan kemudian direbus untuk selanjutnya juga ikut dipotong-potong kecil untuk ikut dibagi-bagikan. Ibu-ibu dan remaja putri yang bertugas untuk memotong kecil-kecil lagi dan menimbang sesuai takaran untuk dibagi-bagikan kepada yang berhak.

Dalam pembagian ini untuk bagian tulang yang berupa tulang iga dan tulang ekor (buntut) biasanya sudah ada yang mengambilnya. Namun untuk kepala biasanya sering ditinggal yang terakhir. Untuk bagian kepala ini sebenarnya masih banyak terdapat daging di dalamnya termasuk lidah, namun untuk dapat mengambilnya harus perlu usaha keras. Kulit kepala harus dibuang terlebih dahulu dan tukang jagal yang terlatih itu tidak termasuk bertugas menguliti bagian kepala ini. Jadi harus dilakukan sendiri oleh bapak-bapak yang mau. Dari kepala ini dapat diambil bagian lidah, otak, cungur (mulut) dan serpihan daging yang cukup banyak juga.

Memotongi daging kurban

Memotongi daging kurban



Selanjutnya bagian terakhir yang tidak banyak orang yang mau melakukannya adalah kaki sapi. Bagian ini sebenarnya bagi beberapa orang cukup favorit karena berupa kikil sapi. Bahan kikil ini dapat diolah menjadi masakan yang cukup enak. Saya pun termasuk yang menyukai makanan dari kikil sapi ini, bisa dibuat dalam bentuk gulai atau sayur lombok pedas.

Saat pemotongan hewan kurban ini bagian kaki seperti sudah disinggung di atas, biasanya malah tidak ada yang sempat mengurusi. Akibatnya potongan kaki sapi ini menumpuk dan panitia kurban biasanya membiarkan kepada siapa saja yang menginginkannya. Memang banyak orang yang tidak mau karena bagian kaki ini memerlukan cara pengolahan tersendiri dan tidak semua orang telaten melakukannya. Hal ini karena kaki hewan ini baik sapi atau kambing selalu berbulu sehingga pengolahannya harus dengan cara dihilangkan sampai bersih.

Proses pengolahan kaki hewan ini sebenarnya dapat dilakukan dengan mudah asal telaten dan tahu caranya. Biasanya orang membersihkan bulu-bulu yang melekat di kaki hewan ini dengan cara pembakaran atau dengan cara perebusan, setelah itu masing-masing proses dilanjutkan dengan jalan pencukuran menggunakan cukuran rambut sampai bersih. Selanjutnya tentu saja tinggal mengambil bagian kikil dan membuang tulang-tulangnya. Kalau sudah seperti ini barulah kikil kaki kambing atau kaki sapi siap untuk dimasak.

Saya menemukan satu website yang menyajikan gambaran cara pengolahan kaki dan kepala kambing yang dilakukan dengan jalan dibakar. Cara yang ini dapat dibaca selengkapnya di sini : http://negeriangin-kazeyuki.blogspot.com/2011/11/bagaimana-cara-mengolah-kepala-dan-kaki.html

1. Kaki dan kepala kambing dibakar sampai bulunya habis.

1. Kaki dan kepala kambing dibakar sampai bulunya habis.


2. Bulu yang terbakar dikerok dengan pisau.

2. Bulu yang terbakar dikerok dengan pisau.


3. Kaki dan kepala kambing yang sudah bersih, direbus sampai lunak.

3. Kaki dan kepala kambing yang sudah bersih, direbus sampai lunak.


4. Kikil dilepas dari tulang dan siap dimasak.

4. Kikil dilepas dari tulang dan siap dimasak.


Tetapi belum lama ini saya juga ketemu seorang jagal di daerah Jagalan Yogyakarta. Yang bersangkutan malah mengajari saya cara mengolah kaki hewan ini dengan mudah. Caranya disiapkan air bersih dan dipanaskan sampai mendidih. Selanjutnya potongan kaki hewan dimasukkan sebentar saja jangan terlalu lama. Setelah itu bulu-bulu yang melekat dapat langsung dikerik dengan menggunakan cukuran rambut dengan mudah. Kalau sudah bersih tinggal dimasukkan lagi ke air panas dan kemudian diambil kikilnya dari tulangnya.
Potongan kaki sapi akan dibersihkan.

Potongan kaki sapi akan dibersihkan.


Kaki sapi dibelah untuk diambil kikilnya.

Kaki sapi dibelah untuk diambil kikilnya.


Bagian telapak dibuang.

Bagian telapak dibuang.


Kikil itu memang enak dan juga konon tidak banyak mengandung kolesterol. Kalau di tempat kami, kikil biasanya dimasak jangan sayur lombok hijau atau dimasak gulai. Tetapi setelah baca-baca di internet, ternyata juga banyak variasi masakan yang lezat dari bahan kikil ini.

Kalau mau tahu resep untuk membuat masakan enak dari kaki atau kepala hewan kurban, silakan tengok saja website lain. Contoh yang dapat dikunjungi adalah :

  1. http://resepmasakanhalal.blogspot.com/2010/02/sup-kaki-sapi-sup-kikil.html
  2. http://www.sajiansedap.com/recipe/detail/8692/kaledo
  3. http://wahyusantoso.staff.umm.ac.id/hobby/masak-masak/masakan-padang/gulai-tunjang-kaki-sapi/
  4. http://resepdantips.blogspot.com/2010/12/resep-sup-kaki-sapi.html

Kalau sudah seperti ini rasanya tahun depan ingin juga mencoba mengolah sendiri kaki sapi atau kaki kambing ini. Insyaa Allah….

Ps. Harusnya harapannya adalah tahun depan bisa berkurban kembali, kok yang ini malah kebalik malah berharap mendapat bagian kaki sapi.

About these ads

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s