Salah satu proses yang dilakukan terkait dengan pekerjaan dan riset dalam bidang kimia adalah pengukuran analitik.Tujuan pengukuran kimia pada prinsipnya adalah untuk mencari “nilai sebenarnya” dari suatu parameter kuantitas kimiawi. Nilai sebenarnya adalah nilai yang mengkarakterisasi suatu kuantitas secara benar dan didefinisikan pada kondisi tertentu yang eksis pada saat kuantitas tersebut diukur, beberapa contoh parameter yang dapat ditentukan secara analitik adalah konsentrasi, pH, temperatur, titik didih, kecepatan reaksi, dan lain lain. Pengukuran parameter-parameter ini sangat penting, karena data yang diperoleh nantinya tidak hanya sebagai ukuran angka-angka biasa namun juga baik kualitatif maupun kuantitatif dengan dapat menunjukkan nilai besaran yang sebenarnya.

Kalibrasi ph meter dengan larutan buffer.

Kalibrasi ph meter dengan larutan buffer.

 

Sebagaimana biasa dalam pengamatan eksperimen secara umum, hasil yang diperoleh pasti tidak dapat terlepas dari faktor kesalahan. Nilai parameter sebenarnya yang akan ditentukan dari suatu perhitungan analitik tersebut adalah ukuran ideal. Nilai tersebut ini hanya bisa diperoleh jika semua penyebab kesalahan pengukuran dihilangkan dan jumlah populasi tidak terbatas. Faktor penyebab kesalahan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal antara lain adalah faktor bahan kimia, peralatan, pemakai, dan kondisi pengukuran dan lain-lain. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengurangi kesalahan dalam pengukuran analitik ini adalah dengan proses kalibrasi.

Pembaca dapat membaca tentang permasalahan kesalahan pengukuran akibat faktor alat dan penanganannya pada tulisan berikut. Terkait dengan pelaksanaan aktivitas laboratorium kimia, adalah sering dijumpai penggunaan pHmeter dan spektrofotometer UV-Vis, maka diuraikan juga peranan kalibrasi pada kedua alat tersebut. Selanjutnya diharapkan pengguna peralatan tersebut dapat memahami permasalahan tersebut dan dapat mengimplementasikannya untuk penggunaan di laboratorium.

Contoh beberapa alat laboratorium yang perlu rutin dilakukan kalibrasi adalah :

  1. Instrumentasi yang terkait  tekanan ( Vacuum Gauge, Magnehelic Gauge, Transmitter, Switch, Indicator, Controller, Recorder )
  2. Instrumentasi yang terkait temperatur (Gauges, Controllers, Muffle Furnace, indicators, Ovens, Incubators, Thermometers, Sensors (RTD/ J-Type /K-Type), Recorders, Scanners, Transmitters, Temperature Mapping)
  3. Instrumentasi terkait arus (Differential Pressure Transmitter)
  4. Instrumentasi pengukur ketinggian (Differential Pressure Transmitter)
  5. Instrumentasi kelistrikan (Multimeters, Ammeters (0 to 10A AC/DC), Voltmeters (0 to 1000 AC), Voltmeters (0 to 1000 DC), Ohmmeter (0 to 30 M ohms))
  6. Stopwatch(per jam)
  7. Instrumentasi pengukur kelembaban ( Hygrometer, Transmitter, Meter/indicator)
  8. Instrumentasi pH (with probe (imported Buffer Solution), With out probe (Only meter Cal.))
  9. Pengukur konduktivitas
  10. pengukuran putaran RPM (Indicators, Tachometer — Contact, Tachometer — Non Contact)
  11. Pengukur frekuensi (Indicator, Counters)
  12. Micrometer
  13. Vernier calliper (Analog/Digital)
  14. Dial, height, feeler gauge
  15. Timbangan analitik
  16. Convertor
  17. Katup kontrol, aktuator, tachometer
  18.  sound level meter
  19. anemometer
  20. luxmeter
  21. IR thermometer
  22. dan lain-lain

Saya pernah menulisk satu makalah tentang kalibrasi alat intrumetnasi, khususnya pHmeter dan spektrskopi UV. Artikel dapat didownload di link ini : Arti penting kalibrasi (pdf.)

Iqmal Tahir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s