Perilaku berlalulintas di jalan saat ini diamati masih banyak yang harus diperbaiki. Dengan keterbatasan jumlah jalan apabila dibandingkan dengan jumlah pengguna jalan, maka diperlukan suatu kesadaran dari pengguna supaya dapat diperoleh kondisi lalulintas yang lancar dan tertib. Keberagaman latar belakang sosial dan pendidikan dari pengguna jalan, kemudahan untuk memiliki kendaraan sendiri, serta kemudahan untuk memperoleh surat ijin mengemudi, serta beberapa faktor lain inilah yang menyebabkan banyak orang berlalulintas dengan berbagai perilakunya. Perilaku lalulintas yang baik hendaknya dapat mendukung situasi yang aman bagi diri sendiri dan orang lain termasuk juga bagi kendaraan dan lingkungan sekitarnya.

Salah satu perilaku berlalulintas yang tidak baik dan tidak aman yang diamati penulis selama tinggal di Yogyakarta ini adalah terdapat beberapa kebiasaan pengendara kendaraan yang salah sewaktu sedang membelok ke arah kanan. Pada jalan-jalan yang tidak terdapat marka jalan secara fisik (tanpa pembatas fisik), terdapat pengendara yang akan berbelok ke arah kanan, sudah menepikan kendaraannya dahulu di lajur sebelah kanan padahal belum sampai pada belokan yang dituju (20-100 meter sebelum belokan). Berdasarkan sistem pengaturan lalulintas di Indonesia yang menganut lajur kiri, maka cara membelok tersebut akan dapat mengganggu pengguna jalan lainnya. Yang paling terganggu dari kebiasaan ini adalah pengguna jalan dari arah yang berlawanan dan juga pengguna dari arah belokan. Penulis banyak mengamati kebiasaan ini yang biasanya terjadi pada kendaraan roda dua (sepeda dan sepeda motor), tetapi pernah juga terjadi pada kendaraan roda empat.

Tindakan membelok seperti ini biasa terjadi karena sering dianggap jalan adalah milik kita sendiri. Sering juga terjadi karena alasan kesempatan lalu lintas sedang sepi jadi bisa langsung menyeberang ke tepi lawan arah baru kemudian sampai ke belokan yang dimaksud. Hal ini biasanya karena alasan pada saat di belokan seringkali pengguna harus menunggu kesempatan jalur sepi dulu baru bisa menyeberang.

 

Hati-hati dalam membelok.

Hati-hati dalam membelok.

Kebiasaan yang lain yang juga membahayakan pada saat mau berbelok ke kanan adalah pengguna kendaraan bermotor menghidupkan sinyal lampu arah kanan, tetapi kemudian pengemudi menepikan kendaraannya justru ke sebelah kiri untuk menunggu lalulintas di belakangnya aman. Tindakan ini justru membahayakan karena dapat membingungkan pengguna jalan yang berada di belakangnya. Pengemudi tidak akan dapat memutuskan apakah akan mendahului dari sebelah kanan atau dari kiri dan akibatnya kecelakaan akan sangat mungkin terjadi.

Tindakan yang aman dalam rangka berbelok kendaraan ke arah kanan adalah menghidupkan sinyal lampu arah kanan, berjalan pelan dan jika perlu berhenti di jalur tengah / as jalan sehingga dapat memastikan kendaraan dari arah depan dan arah belokan aman, memberi kesempatan jalan terlebih dahulu pada kendaraan dari arah lawan, jika sudah aman baru berjalan. Dengan demikian maka kita dapat mendukung budaya berlalulintas yang baik dan aman.

ps. Blog ini lumayan untuk memperingatkan kita akan aturan berlalu lintas yang baik dan benar.

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s