Yogyakarta merupakan kawasan hunian yang khas dengan mayoritas pendatang berupa mahasiswa dan pelajar. Mereka datang dari berbagai daerah untuk menimba ilmu di kota pendidikan ini. Seiring dengan pergeseran budaya dan tuntutan waktu untuk keperluan akademik selain maka beberapa kegiatan harian personal dari mahasiswa dan pelajar seperti mencuci/menyetrika menjadi permasalahan sendiri. Berdasarkan kejelian beberapa pelaku usaha, hal ini ternyata menumbuhkan peluang wirausaha berupa jasa pencucian dan sterika. Wirausaha ini sering dikenal dengan istilah jasa Laundry.

Kegiatan ini pada awalnya hanya untuk pangsa pasar terbatas, seperti laundry di hotel dengan pangsa berupa tamu hotel yang menginap. Di perkotaan, juga ada ada laundry yang mengkhususkan secara eksklusif untuk jenis pakaian mahal atau jas. Namun dengan semakin banyak ketersediaan mesin cuci dengan harga yang relatif terjangkau, maka usaha laundry dapat dilaksanakan dengan investasi modal yang tidak terlalu besar. Usaha ini dengan cepat menyebar pada berbagai kawasan terutama kawasan hunian pelajar/mahasiswa dengan layanan jasa cucian pada pakaian sehari-hari, selimut, sprei, jaket, boneka, dan lain-lain. Dengan pengenaan tarif jasa atau ongkos yang tidak terlalu mahal maka usaha ini bak gayung bersambut, membuat mahasiswa pendatang beralih untuk lebih memilih mencucikan pakaian di jasa laundry ini.

laundry di perkotaan

Saat ini di hampir banyak kawasan di Yogyakarta sudah terdapat jasa laundry. Mulai dari yang bersifat perseorangan ataupun bahkan yang bersifat franchise. Sistem tarif jasa ada, sebagian besar berdasarkan berat pakaian yang dicuci tetapi ada juga yang berdasarkan jumlah satuan. Untuk dapat menyelenggarkan jasa laundry ini selain kebutuhan mesin cuci dan seterika, maka pelaku usaha harus menyediakan air bersih dan bahan kimia pembersih (sabun deterjen). Untuk keperluan tersebut jumlah air yang diperlukan relatif cukup besar dan pada akhirnya akan dibuang setelah proses pencucian selesai. Limbah cair buangan ini mengandung sisa sabun deterjen dan gelembung busa karena kandungan surfaktan yang cukup besar di dalam limbah tersebut. Limbah ini sangat berpotensi mencemari lingkungan karena dapat menurunkan kualitas air sungai dan mematikan sistem organisma alami di dalam perairan. Apabila limbah dibuang terus menerus maka proses akumulasi ini akan berakibat fatal bagi lingkungan termasuk kemungkinan meresap dan menimbulkan pencemaran ke air sumur di kota Yogyakarta.

busa limbah di sungai

Solusi yang perlu dicoba untuk dijadikan alternatif adalah membuat suatu kawasan terpadu untuk lokalisasi usaha laundry. Kota Yogyakarta sudah pernah sukses mengupayakan satu kawasan untuk lokalisasi pedagang klithikan, pasar buah, pasar ikan dan lain-lain. Hal ini juga perlu dicoba untuk melokalisasi jasa laundry ini. Pada kawasan ini pemerintah memberikan fasilitas lahan usaha yang dilengkapi infrastruktur berupa jaringan penyediaan air bersih, listrik memadai, saluran limbah dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpadu. Supply listrik bagi lokasi ini sangat diperlukan guna menjalankan mesin-mesin cuci dan setrika. Demikian juga supply air bersih untuk membantu aktivitas pencucian binatu. Untuk keperluan ini pemerintah dapat memilih satu lokasi yang tentu saja dapat diakses dari berbagai penjuru terutama dari kawasan hunian pelajar.

Pembangunan IPAL dan operasionalnya tentu saja akan membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Konstruksi IPAL yang memenuhi syarat perlu disesuaikan dengan perkiraan volume limbah cair yang dihasilkan. Dalam hal pembangunan IPAL yang belum memungkinkan, maka pemda Yogyakarta masih punya peluang dengan mengintegrasikan lokalisasi jasa laundry ini dengan menempatkan pada kawasan yang terintegrasi pada saluran pembuangan limbah Sewon Bantul.

Apabila lokalisasi ini sudah terbentuk hendaknya diatur melalui koordinasi antar pemda Kota Yogyakarta dan pemda Kabupaten di sekitarnya untuk memperketat atau bahkan melarang jasa laundry di daerah sekitar Yogyakarta ini. Retribusi yang diperoleh pemda dari kawasan lokalisasi ini hendaknya sebagian dipergunakan untuk kepentingan pengelolaan limbah cair yang timbul.

Apabila kawasan sudah terbentuk maka persaingan usaha hendaknya diatur supaya berlangsung secara alami dan sehat. Atau jika diperlukan maka dibentuk semacam asosiasi jasa laundry ini untuk kepentingan bersama, terutama untuk mengatur aktivitas bersama atau menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang mungkin terjadi.

Manfaat utama dengan adanya ketersediaan lokalisasi jasa laundry ini adalah pengendalian limbah cair yang dihasilkan dapat dikelola dengan lebih tertata. Lingkungan kota Yogyakarta semakin baik dan bahkan mungkin dapat menjadi percontohan bagi kota-kota lain di Indonesia. Dengan demikian bersih bajunya dan bersih pula lingkungan kotanya.

 

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s