Saya menempati rumah di kompleks perumahan dengan luas sekitar 150 meter persegi. Walaupun di kompleks, tetapi tidak mau kalah dengan pemilik rumah dengan halaman luas, saya tetap mencoba memelihara tanaman keras berupa tanaman buah-buahan. Di depan ada pohon mangga madu (sejenis manalagi) dan pohon apokat. Di belakang rumah masih ada pohon srikaya. Semuanya sudah berumur lebih dari 3 tahun dan sering berbuah. Tulisan kali ini terkait dengan pohon srikaya yang di belakang rumah. Pada waktu-waktu tertentu, setahun sekitar 2-3 kali, selalu tercium bau wangi dari arah pohon ini.

Yang jelas sumber wanginya bukan dari srikayanya atau bahkan dari mahluk halus penghuni pohon srikaya itu (mahluk halus yang ada sejenis semut, kutu dan lain-lain).

Pada batang pohon srikaya itu, tergantung berderetan sejenis anggrek dengan daun yang relatif tidak menarik. Kalau dijual jelas tidak ada yang bakalan melirik. Di rumah, tanaman ini juga kontras sekali bila dibandingkan dengan anggrek-anggrek silangan yang ditanam di media pakis yang digantung di dinding. Istri dan anak-anak juga sering sebal dan sering minta agar anggrek ini dibersihkan atau dibuang saja. Saya masih bertahan dengan memelihara anggrek ini. Apalagi mumpung masih punya kuasa, soalnya saya yang paling rajin menyemprot dengan pupuk.

Anggrek ini memiliki nama latin Dendrobium crumenatum. Di Indonesia sepertinya lebih terkenal dengan sebutan anggrek merpati. Warna bunga anggrek ini dominan putih dengan sedikit warna kuning di kelopak dalam. Ukurannya relatif kecil paling sekitar 3 cm. Kelihatannya anggrek ini termasuk jenis anggrek spesies, karena saya belum pernah melihat variasi silangan dari anggrek merpati ini.

Yang saya suka adalah karena pada saat berbunga, keluar bau wangi yang harum dan sangat menyegarkan. Harumnya sangat eksotik ! Tidak kalah dengan bau wangi parfum yang kualitas ekspor (yang benar mungkin parfum produk impor). Sayangnya bunga cuma berlangsung dalam waktu singkat, hari pertama keluar kuncup bunga, keesokan harinya mekar sempurna dan sorenya sudah layu lagi. Wanginya bertahan sejak mekar di pagi hari sampai keesokan harinya. Sensasi yang paling bagus tentu saja di pagi hari pada saat mulai mekar.

Tantangan buat para kimiawan adalah mengekstraksi minyak atsiri dari anggrek merpati ini. Teknik yang paling mungkin kelihatannya adalah dengan menggunakan ekstraksi pelarut dan pelarut yang dipilih kelihatannya adalah pelarut polar seperti n-heksana. Buat mahasiswa yang tertarik, siapa tahu dapat memilih topik ini ? Metodenya jelas dimulai dari preparasi sampel, ekstraksi minyak, fraksinasi (mungkin) dan elusidasi struktur. Sayangnya bidang riset saya adalah Kimia Fisik, sehingga terlalu jauh untuk ikut campur dalam bidang ini.  Tantangannya adalah sampel hanya siap dalam waktu yang sangat singkat periode 2-3 hari saja, sementara menunggunya harus berbulan-bulan. Jadi kalau harus mengulang, harus menunggu relatif cukup lama. Manfaatnya ? Dapat memperoleh jenis komponen minyak atsiri baru dengan harga yang mestinya tidak murah.

Anggrek ini dapat diperbanyak dengan mudah dan hampir tidak perlu budidaya secara khusus. Ambil anakan tunas dengan jalan dipotong dan kemudian ditempelkan lagi ke batang pohon atau media tanam pakis/arang. Hampir pasti dapat tumbuh dengan baik asal terkena siraman secukupnya. Anggrek ini tidak manja karena tidak butuh siraman pupuk secara periodik.

Di alam, anggrek ini sebenarnya banyak dijumpai tumbuh liar di batang-batang pohon di tepian jalan. Terakhir saya mengetahui anggrek ini dalam jumlah banyak adalah di deretan pohon asam di jalan Petanahan – Karanganyar (kabupaten Kebumen)

Note :

1. Dari searching, saya juga menemukan link terkait di :

http://acuisimanjaya.blogspot.com/2007/09/mengapa-disebut-anggrek-merpati.html

Iklan

2 responses »

  1. […] tentang anggrek sebenarnya pernah diulas di blog suami saya (baca di sini). Anggrek ini memang berjenis liar dan sepertinya tidak memiliki nilai jual. Bentuk tangkai dan […]

  2. […] hasil silangan khusus. Salah satu anggrek yang ada adalah anggrek merpati (pernah saya tulis di sini dan ada juga tulisan di blog isteri di sini). Soal anggrek ini terus terang saya suka karena memang […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s