pakissarangburung.jpgDengan mengusung semboyan Yogyakarta Berhati Nyaman, Pemda Kota Yogyakarta terus berbenah secara fisik dalam penataan kota. Salah satu yang dapat kita lihat adalah keberadaan taman kota dan penataan pohon perindang di tepi jalan. Mengingat keterbatasan lahan kota maka dinas terkait benar-benar harus jeli dan melaksanakan program tamanisasi seefisien mungkin. Beberapa bentuk program yang telah direalisasikan antara lain taman adipura, taman jalan di beberapa ruas jalan seperti di lingkungan kawasan Kotabaru, jalan Cik di Tiro, jalan Jenderal Soedirman, dan berbagai jalan lain, pembuatan taman pot di beberapa kawasan seperti jembatan layang Lempuyangan, jalan Kyai Mojo, dan lain-lain, serta pemeliharaan dan perawatan pohon-pohon tua sebagai peneduh di beberapa tepi jalan besar.

Pada tulisan ini dibahas tentang ide pemanfaatan batang pohon guna media pertumbuhan tanaman lain. Ide yang sangat menarik dan inovatif. Seperti diketahui bahwa hanya pohon-pohon liar atau yang berada di hutan saja yang biasanya dijumpai tanaman lain tumbuh dan hidup menempel pada batang pohon tersebut. Secara alamiah, tanaman menempel ini hidup berdampingan secara bersimbiosis atau juga terdapat yang bersifat sebagai parasit. Untuk pohon-pohon yang dibudidayakan atau yang berada di sekitar hunian manusia, biasanya tanaman yang menempel akan dihindari atau bahkan dibasmi.Namun sekarang dapat kita lihat di batang pohon-pohon asam atau angsana yang berada di jalan KHA Ahmad Dahlan dan ruas jalan di depan Taman Pintar, ditumbuhkan epifit berupa tanaman pakis sarang burung. Tanaman yang sudah ditumbuhkan sudah sekitar 1 tahun ini memang masih belum terlihat subur. Akan tetapi dalam beberapa tahun ke depan, apabila tanaman tersebut mendapatkan siraman air yang mencukupi baik dari air hujan maupun siraman oleh petugas dinas pertamanan, maka tanaman diharapkan dapat tumbuh dengan baik dan subur.

 pakis-sarang-burung-by-iqmal

Kendala yang dihadapi adalah posisi tanaman berada pada ketinggian, sehingga siraman oleh petugas harus dengan bantuan pompa semprot. Seperti halnya tanaman yang ditanam pada taman di tanah, pemupukan relatif tidak begitu diperhatikan. Hal ini juga menjadi kendala bagi tanaman gantung/merambat. Pupuk pertumbuhan seperti pupuk urea atau pupuk kaya nitrogen diperlukan juga tanaman merambat ini. Kalau tanaman di tanah dapat menggunakan pupuk kandang atau kompos, maka tanaman merambat hanya mengandalkan dari batang pohon inangnya. Faktor lain yang menjadi kendala adalah kebutuhan cahaya yang tidak terpenuhi secara mencukupi karena kondisi daun pohon inang yang lebat, sehingga menutup tanaman ini.Pengembangan ke depan, tentu saja adalah memperlebar daerah yang tercakup program ini. Beberapa ruas jalan lain juga terdapat pohon-pohon besar yang memungkinkan untuk dijadikan inang bagi tanaman rambat ini. Selain tanaman pakis sarang burung, maka dapat juga dipilih tanaman jenis lain seperti pakis tanduk rusa. Bahkan jika diperlukan, program dikembangkan menjadi tanaman rambat yang bukan bersifat epifit, tetapi tanaman yang memang tumbuh di tanah tetapi bersifat merambat. Beberapa jenis tanaman ini antara lain adalah jenis sirih-sirihan atau philodendron yang jenis merambat.

Jadi sangat menarik sekali, kota Yogyakarta akan dapat menjadi perintis pemanfaatan ruang vertikal yang ada guna mendukung program taman kota. Manfaat yang lain adalah gerakan penghijauan dan keindahan dapat tetap terjaga. Selain itu walaupun berkontribusi relatif kecil, tanaman hijau semuanya dapat berfungsi sebagai paru-paru kota yang mampu menyerap karbondioksida dari sekitar tanaman dan mengubahnya menjadi oksigen. Hal ini berarti kita di Yogyakarta ini sudah ikut peduli untuk berpartisipasi dalam upaya mengurangi dampak pemanasan global.

Kutipan :

Paku Sarang Burung (Asplenium nidus) (sumber : http://www.wildlife.gov.my/tnpp/rainforest_flora_ferns.htm)

Paku Sarang Burung atau nama saintifiknya Asplenium nidus adalah spesies epifit yang biasanya ditemui di kawasan tanah pamah, kawasan pergunungan dan kawasan hutan sekunder. Bahagian tengah spesies ini mampu mengumpul daun-daun kering daripada pokok sokongan melalui struktur berbentuk bakul dan mereputkannya untuk mendapatkan nutrien dan bahagian ini juga menyerap air hujan dan menyimpannya sehingga hujan yang seterusnya. Daun-daun terbentuk dari tengah pokok dan kemudian bersusun-susun membentuk roset yang diselaputi sisik berwarna coklat tua di pangkalnya. Akar tumbuh di sepanjang batang pendek untuk mengukuhkan struktur Paku Sarang Burung ini.

Kalau yang ini adalah jenis tanaman pakis tanduk rusa yang dapat
dimanfaatkan sebagai tanaman gantung di pinggir jalan juga. Foto diambil dari salah satu pohon di sudut kota Singapura.

Pakis Tanduk Rusa

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s