Bagi yang suka jajan makanan di berbagai kawasan tentu sudah biasa memesan menu makanan dengan disertai minuman sebagai pelengkap. Ada satu hal yang saya jumpai di beberapa warung makan, yakni pada saat memesan minuman dingin dengan es batu seperti minuman es teh atau es jeruk, ternyata seringkali penyaji tidak langsung mengaduk minuman tersebut. Kita sebagai pengunjung harus mengaduk sendiri minuman tersebut sehingga minuman tersaji siap minum.

Tak ada yang salah jika kita langsung mengaduk minuman tersebut sehingga gula dan sari jeruk atau teh dapat segera tercampur. Permasalahannya sebenarnya adalah karena minuman yang dipesan dalam keadaan dingin. Pada kondisi ini kelarutan suatu bahan akan sangat dipengaruhi oleh temperatur. Jadi kalau sudah terlanjur dingin, untuk dapat melarutkan gula tersebut harus diaduk dengan kuat dan perlu waktu yang lebih lama. Pada kondisi temperatur rendah karena adanya es batu, maka kelarutan bahan menjadi sangat berkurang. Untuk bahan cair relatif tidak masalah, tetapi untuk bahan padat maka akan menjadi sukar larut. Hal ini lah yang sering dilupakan orang. 

Untuk penggunaan minuman panas, penanganan gula tidak masalah yakni gula bisa larut dalam air dengan baik, tetapi untuk pengunaan minuman dingin, sering kali terjadi permasalahan. Gula yang ditambahkan pada air dingin atau air yang bercampur es maka gula tidak akan terlarut dengan sempurna. Untuk membantu pelarutan, orang harus melakukan pengadukan sehingga kristal gula akan bergerak dan memudahkan proses pelarutan. Tetapi apabila temperatur air sudah dingin, meskipun dibantu dengan pengadukan, proses pelarutan gula tetap tidak mudah larut.

minuman dingin

Permasalahan ini sebenarnya dapat mudah diatasi kalau orang tahu tentang sifat kelarutan gula. Kelarutan pada dasarnya merupakan proses pecahnya ikatan antar molekul-molekul gula dari keadaan kristal menjadi molekul lepas yang terbawa oleh molekul-molekul air di sekelilingnya. Kecepatan pergerakan molekul-molekul ini dipengaruhi oleh temperatur, yakni temperatur semakin tinggi maka distribusi kecepatan molekul juga akan semakin besar, maka hal ini akan berpengaruh terhadap kecepatan pelarutan bahan. Secara kimia, hal ini dapat dipahami bahwa proses kelarutan itu sebagai fungsi temperatur. Hal ini diatur dengan persamaan d(ln S) = – Ea/R d(1/T). Untuk kebanyakan bahan, kuantitas kelarutan berbanding lurus dengan temperatur. Termasuk gula dan beberapa bahan keperluan sehari-hari lainnya di sekitar kita.

Cara yang termudah dalam penyajian minuman dingin ini dapat dilakukan dengan beberapa macam cara. Jika sering menyiapkan minuman dalam jumlah banyak, cara paling praktis tentu saja membuat sirup gula dengan menyiapkan dalam bentuk cairan yang lebih mudah larut. Hal ini tentu praktis bagi warung-warung makan atau restoran. Apabila menyiapkan untuk keperluan sedikit saja, maka penyimpanan gula lebih awetr dalam bentuk gula pasir biasa dan penyajian juga dari bentuk padatan tersebut. Selanjutnya setiap penyajian minuman, gula ditambahkan air panas dulu dan diaduk, setelah larut baru ditambahkan es batu kemudian. Permasalahannya adalah kita sebaiknya tidak boleh langsung minum air panas yang kemudian ditambah air dingin, ada beberapa orang yang perutnya dapat sakit atau tidak tahan karena temperatur minuman belum tercampur rata.

Demikian semoga dengan pemahaman masalah kelarutan gula ini hendaknya dapat membantu para penyaji minuman dingin. Mungkin dipikir apalah artinya jumlah gula yang sedikit, tetapi jika terus menerus maka jumlah gula yang terbuang percuma akan sangat banyak. Pada masa krisis seperti ini upaya penghematan walaupun sedikit perlu dipertimbangkan untuk dilakukan juga, termasuk upaya penghematan gula ini.

 

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s