Apa jawaban pertanyaan pada judul postingan kali ini? Ya tergantung jenis buahnya. (mohon maaf tidak boleh ada pikiran kotor untuk menjawab pertanyaan itu). Yang jelas kalau buah untuk dikonsumsi, jawabannya mestinya adalah buah yang segar, berbentuk mulus, warnanya alami dan cerah, tidak ada cacatnya, serta beberapa kriteria lainnya.

Tapi kalau dicermati dari segi bentuknya, buah-buahan memiliki bentuk yang beraneka ragam. Ada yang berbentuk bulat seperti jeruk, berbentuk lonjong seperti apokat, berbentuk memanjang seperti pisang, dan lain sebagainya. Bentuk buah yang khas adalah belimbing yang memiliki bentuk bintang, petai yang memanjang dengan isi biji-bijinya menonjol dari dalam, rambutan yang memiliki rambut di kulitnya, durian yang di kulitnya memiliki duri-duri tajam. Kalau jambu monyet, yang kita kenal sebagai buah sebenarnya adalah tangkai buahnya dan yang kita kenal sebagai biji buah itu aslinya buahnya itu sendiri.

Perlakuan manusia terhadap buah yang kita akan konsumsi itu juga berbeda-beda. Untuk mematangkan buah, kita sering memberikan perlakuan khusus. Contohnya adalah mangga, pisang, apokat, kalau kita menginginkan cepat matang, maka buah dapat diperam di tempat tertutup yang kering. Bahkan ada yang disimpan di tempat penyimpanan beras. Kalau ingin lebih cepat matang lagi dalam wadah pemeraman ditambahkan karbit. Perlakuan lain untuk lebih cepat mematangkan buah untuk buah nangka adalah menusukkan bambu atau kayu pada bagian tangkai buah sampai ke dalam. Kalau buah kesemek perlakuannya akan lain lagi, yakni dengan diberi kosmetik alias dibalurkan kapur di kulit buahnya.

Nanas siap sajiUntuk membuat buah siap makan, tentu saja sering buah harus dikupas. Tetapi perlakuan penyajian buah supaya siap saji yang paling repot adalah buah nenas. Setelah dikupas, buah harus diukir dulu, yakni menghilangkan bagian mata buah. Hasilnya adalah buah dengan ukiran spiral yang rapi mengelilingi daging buah nenas. Sepertinya hanya nenas inilah yang memerlukan perlakuan khusus dan menghasilkan bentuk yang berbeda jauh dari aslinya.

Kalau yang berikut ini saya cuma ingin menampilkan gambar ukiran dari buah-buahan. Tujuan pengukiran buah yang ini lebih bersifat dekoratif dan kalau biasanya tentu saja hanya dikupas biasa. Ini contoh buah semangka dan pepaya yang diukir membentuk gambar yang artistik. Gambar itu saya peroleh dari hasil jepretan kamera pada acara keluarga dengan salah satu katering di Yogyakarta.

Ukiran Buah Pepaya.

pepaya-by-iqmal      pepaya-by-iqmal-2

Ukiran Buah Semangka.

semangka-by-iqmal

Ada ukiran yang khas dari negeri sono, biasanya adalah dengan menggunakan buah labu dan biasa dilakukan pada peringatan Hallowen. Beberapa gambar yang saya peroleh dari internet adalah sebagai berikut :

ukiran-buah-labu

Ada lagi ukiran buah pisang. Tepatnya sebenarnya tatto dengan menggunakan sarana buah pisang. Kulit buah pisang kalau digores akan menghasilkan warna coklat gelap yang kontras dengan warna kulit aslinya yang kuning. Hasilnya tentu saja tatto yang menarik apalagi dengan kreativitas yang tinggi.

 

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s