Baca judul topiknya mesti terbayang program salah satu parpol kita yang mengusung lambang pohon beringin ya ?

beringin dari surabaya.detik.comTapi yang ini ‘beringin’isasi berupa program penghijauan dengan memperbanyak penanaman pohon beringin dan mempertahankan pohon beringin yang sudah ada. Kaitannya tentu saja dengan program penghijauan/ reboisasi dan upaya ikut mengurangi laju pemanasan global.

Pohon beringin mampu tumbuh cepat dengan kemampuan akar yang lebat untuk menyerap dan mempertahankan air tanah di sekitarnya. Hal ini cukup baik untuk mempertahankan reservasi air. Biasanya di sekitar pohon beringin, terus ada mata air atau sumur dengan jumlah debit air yang cukup memadai. Orang juga kalau melihat pohon beringin terkesan angker, jadi cenderung membiarkan pohon tumbuh dan tidak ingin menebang. Selain itu manfaat pohon beringin secara langsung bagi manusia hampir tidak ada.

Kebijakan pembangunan kota-kota di Jawa jaman dulu di dalam penataan pusat pemerintahan juga tidak lepas dari penanaman prohon beringin. Sekarang dapat dilihat di pusat kota berupa landscape alun-alun lengkap dengan pohon beringinnya, kemudian di sekitarnya adalah pusat pemerintahan dan kantor kepala daerah, masjid besar, dan unit kota lainnya. Di alun-alun, pohon beringin ditanam pada bagian sudut dan beberapa titik lokasi lainnya. Saat ini pohon yang sudha tumbuh besar dan berumur puluhan tahun menjadi pemandangan yang khas karena penampakannya yang besar dan kokoh. Meskipun lebih memiliki fungsi estetika, tetapi sebenarnya fungsi kelestarian dari pohon beringin itu tetap ada, antara lain memberi kesejukan di sekitarnya, menyerap karbondioksida dan mengubahnya menjadi oksigen dan tentu saja menjaga air tanah di sekitar permukaan pohon.
beringin dari 2.bp.blogspot.comFungsi dan peranan pohon beringin kalau ditanam di lahan yang lapang dan luas memang sesuai. Akan tidak cocok kalau pohon beringin di taman dengan lahan yang sempit dan banyak bangunan di sekitarnya. Selain itu pohon beringin tidak cocok untuk dijadikan tanaman peneduh di tepi jalan. Hal ini karena sistem perakaran pohon yang menyebar kuat dan kemungkinan besar dapat merusak struktur pondasi jalan. Selain itu tajuk daun pohon yang besar maka akan mengganggu sekitar dan mungkin juga mengganggu lalu lintas di jalan tersebut.

Dari bentuk pohon yang besar dengan jumlah daun yang sangat banyak maka ada keuntungan lain dari pohon beringin. Daun-daun yang berjatuhan tersebut meskipun dapat dianggap sebagai sampah, namun jika dikelola dengan baik maka akan dapat dijadikan bahan baku kompos. Meskipun daunnya kecil akan tetapi jumlahnya banyak, sehingga tiap saat akan dapat terkumpul sampah daun yang cukup banyak. Sampah daun ini dapat dikomposkan dengan mudah dan dapat berguna untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik.

Terkait kembali dengan fungsi pohon beringin sebagai water catchment, maka penanaman pohon ini perlu diperbanyak di lahan-lahan yang tidak produktif. Salah satu lahan yang perlu dipikirkan adalah daerah tepi sungai yang biasanya memiliki tingkat kemiringan yang besar dan rawan longsor. Dengan penanaman pohon beringin maka sistem perakarannya mampu untuk menahan tingkat kelongsoran tanah sekaligus juga menjadi sistem perairan di sekitarnya.

Pohon beringin ini umumnya memiliki daun yang berwarna hijau tua. Jenis pohon beringin yang lain adalah jenis dengan daun berwarna hijau muda dan motif warna putih di bagian tepi daunnya. Akan tetapi jenis ini hanya biasa digunakan untuk tanaman hias di taman. Tanaman ini jarang sampai tumbuh besar.

Manfaat lain pohon beringin sebagai hiasan adalah untuk bonsai, yakni tanaman yang tumbuh dikerdilkan di pot. Seni bonsai yang berasal dari jepang ini banyak menggunakan tanaman beringin sebagai salah satu pilihan oleh penghobby bonsai. Hal ini karena beringin dapat mudah diperoleh dari bakalan tunas dari biji buah atau dari setek ranting. Batang pohon dapat tumbuh dengan cepat di berbagai media tanam di pot. Bentuk bakalan calon bonsai juga dapat diatur dengan mudah sesuai keinginan. Banyak sekali bonsai dari pohon beringin yang memiliki keindahan yang tinggi. Bonsai pohon beringin juga dapat tumbuh dalam jangka waktu lama sampai puluhan tahun.

Jadi mengapa tidak diadakan program beringin-isasi lagi ?

Dinas PU atau pertamanan sekarang lebih suka menanami tanaman palem yang bukan tanaman asli indonesia. Padahal tanaman palem bukan termasuk yang mampu menyerap dan mempertahankan air dengan baik, termasuk juga kurang dalam menyerap CO2. Kalau ditanami palem mungkin maunya kayak di film-film gitu ya ? Mengapa tidak dengan tanaman asli tropis indonesia yang berdaun banyak dan berakar banyak ? Memang sih saya tidak usul tanaman beringin di sepanjang jalan, wah nanti kayak apa kesannya ? Kalau beringin bisa ditanam di pinggir-pinggir kampung, ujung jalan (tentu saja dengan pemeliharaan / pemangkasan berkala) atau di pinggir lapangan / fasilitas umum lainnya.

Intermezzo :

Pohon beringin juga dapat untuk sarana bermain. Lha ini buktinya…….

1. Pohon Beringin di SMP negeri 1 Yogyakarta

 ninna di pohon

2. Pohon Beringin di Alun-alun lor Yogyakarta

 ian di pohon 

 

 

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s