Pemilu 2009 - surat pengantar

Pengalaman mengikuti pemilu 2009 ini, agak berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Pulang dari lab malam tanggal 8 April, saya dikabari teman asrama bahwa ada surat pemilihan. Karena sudah agak malam dan kebetulan agak letih ya surat saya lihat saja. Pemilihan kan harusnya tanggal 8 April, jadi ikutan pemilih-pemilih yang di Indonesia untuk mencoblos pada tanggal 9 April saja. Jadi acara malam itu ya tetap acara rutin, makan malam yang beli di warung saat pulang, mandi kilat (ini memang tidak terbalik, jadi makan dulu baru mandi), tiduran yang terus kebablasan tidur, niatnya sih mau nonton Barcelona lawan Munchen.

Pagi (acara nonton bola terlewat karena kebablasan tidur), biasa bikin teh pahit, acara rutin di kamar mandi, terus baru ingat surat pemilihan tadi. Habis itu baru teringat surat suara tadi. Wooo…. setelah dibuka membayangkan suasana TPS di dekat perumahan saat pemilihan yang dulu-dulu. Saya disini hanya memilih DPR pusat untuk daerah pemilihan Jakarta II saja jadi hanya dapat 1 lembar saja. Begitu surat suara terhampar, malah bingung. Baca petunjuknya sebentar, mengamati banyak banget namanya yang terpampang di sana. Bayangkan kalau pemilihannya yang di bilik suara sana ya ?

Pemilu 2009  Pemilu 2009 - kertas suara

Kesan yang tertangkap adalah lha kok aneh, ada yang nama calegnya ditulis dengan huruf ukuran besar dan ukuran kecil. Wah langsung terbersit pikiran negatif, yang ditulis dengan huruf berukuran besar tentu bayar lebih, eh… salah, yang ditulis ukuran besar mungkin caleg perempuan, bukan juga. Atau jangan-jangan, mereka adalah pimpinan DPC partai di daerah itu ? Bukan juga karena ada yang satu partai lebih dari satu namanya tertulis dengan huruf yang berukuran besar. Akhirnya ketemu juga, alasannya adalah karena nama (dan gelarnya) yang digunakan memang pendek. Untuk nama dan gelar yang panjang memang jadinya memerlukan tempat, dan padahal harus ditulis satu baris. Jadinya memang harus ditulis dengan menggunakan huruf kecil. Tetapi hal ini sepertinya jadi tidak fair ya ?

Pemilu 2009 - kertas suara
Setelah itu mencari partai-partai yang sealiran dengan pilihanku (Rahasia dong, jadi gak disebutkan disini). Dari situ baru dicari nama-nama yang pernah aku kenal. Lha kok cuma dapat dua nama saja, satu di PAN dan satu lagi di PPP (Lha kok nyebut nama partai ? Ya tidak apa-apa, yang penting tidak menyebut nama). Bingung lagi akhirnya kembali mencermati keseluruhan nama caleg yang ada di lembar kertas suara. Bosan di meja, sambil tidur juga tidak apa-apa, kan tidak ada yang antri untuk menggunakan bilik suara ini.

Pemilu 2009 - Bingung milih nih….    Pemilu 2009 - Bingung milih nih….

Mumpung diperbolehkan mengamati dengan seksama surat suara dan mestinya diperbolehkan wong disini petugas dan saksinya juga saya sendiri, jadinya suasana pengamatan kartu suara itu terpampang seperti gambar di atas. (Peringatan keras : Jangan sekali-kali tiru adegan tadi di lokasi TPS anda !!!)

Pemilu 2009 - Bingung nyontreng pakai apa ya ?
Ok-lah akhirnya dapat pilihan juga. Siap ambil alat penyoblos, eh… sekarang tidak dicoblos cuma dicontreng. Walah jadi ingat lagi ini harus swalayan, ya sudah ambil alat tulis, di laci ada ballpoint, pencil, transparancy spidol. Wah tidak menemukan spidol nih. Harusnya kan pakai spidol ya biar jelas. Baca petunjuknya sekali lagi, sekalian menuliskan form tanda terima pakai ballpoint. Habis itu kok langsung otomatis menyilang no pilihan dengan ballpoint juga. Karena sudah terlanjur ya sudahlah pakai ballpoint itu saja, ditebalkan sedikit.

Pemilu 2009 Terakhir ya tinggal memasukkan ke amplop kecil dan kemudian memasukkan ke amplop pos. Amplop tadinya mau langsung dikirimkan ke kantor pos, ketemu teman katanya mau dikirimkan bareng-bareng. Ya sudah, saya titipkan saja. Ok itu lah pengalaman saya pemilu sekarang, jadi pemilih, merangkap jadi petugas TPS, pengamat, di lokasi TPS rumah no 7, Kolej Kediaman Unimap, Kangar Perlis Malaysia.

Semoga para anggota dewan legislatif yang besok terpilih dapat benar-benar mewujudkan janji-janji indahnya. Jangan hanya mementingkan diri sendiri selain itu juga jangan memanfaatkan status dan fasilitas hanya untuk mencari kekayaan pribadi/keluarga di luar yang telah ditentukan (yang sudah ditentukan saja sudah banyak sekali dan bikin iri orang banyak lho). Peran sebagai anggota legislatif hendaknya difungsikan dengan baik, jangan hanya Datang, Duduk, Dengar, Diam, Dengkur, Desah, Dendang, Dandan, Duel, Damprat, Dagel dan Duit. (sensor !) Kalau tetap masih tetap sama kayak gitu, ya D*****K ! (sensor !)

ps. Lha kok jadi lupa menyediakan tinta buat mencelupkan jari ya ? Wah gak jadi minum kopi gratis nih di setarbak !! 

Intermezzo :

Ini lho ada artikel yang mengingatkan pada anggota dewan terhormat untuk tidur saat dalam bertugas. Klik link ini.

 

Iqmal Tahir

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s