Kalau berkunjung di Ambarawa, maka dapat segera tampak oleh kita berupa kawasan perairan yang terbentang cukup luas, yakni kawasan Rawa Pening. Kawasan ini lekat dengan kisan legenda Banyu Klinthing yang menceritakan asal-usul terbentuknya RawaPening ini. Akan tetapi saat ini kawasan ini sudah jauh berkurang keindahan dan keasriannya, karena terganggu oleh keberadaan tanaman eceng gondok. Sebagian besar muka air sudah tertutupi oleh tanaman ini. Eceng gondok ini menjadi masalah karena sebagai tanaman liar yang berdampak merugikan ternyata juga masih dapat memberi manfaat bagi sebagian masyarakat lainnya. Untuk itu populasi dan pertumbuhan tanaman perlu ditata dengan baik, sehingga kerugian yang dihasilkan tidak akan menjadi besar, sementara kebutuhan pemanfaatan tanaman juga tetap dapat terjaga.

 rawa pening

Tanaman eceng gondok merugikan karena dapat mengganggu beberapa pihak. Bagi pemilik keramba, tanamn ini sering masuk ke dalam keramba dan harus sering dibersihkan. Jika menutup permukaan air di dalam keramba ikan, maka akan mengurangi pasokan oksigen dalam air (BOD bertambah tinggi) dan hal ini akan berakibat tidak baik terhadap pertumbuhan ikan yang dipelihara. Bagi penangkap ikan liar, tanaman ini akan sangat mengganggu kemudahan berperahu dan proses penangkapan ikan itu sendiri baik dengan cara memancing ataupun menjala.

rawa pening dari www.fao.orgBagi pengelola perahu wisata, jalur perahu juga akan terhambat dan juga untuk perahu bermesin sering terganggu putaran baling-balingnya oleh eceng gondok ini, sehingga akan mengurangi kenikmatan wisata bagi para pelancong yang dibawanya. Secara umum dampak tanaman ini cuku merugikan karena lahan rawa jadi relatif menyusut akibat efek pendangkalan lumpur yang tertangkap di sistem perakaran tanaman. Pemandangan rawa juga tidak terlihat indah lagi dengan semakin tertutupnya permukaan rawa akibat hamparan tanaman eceng gondok. Selain itu debit air di rawa tentu saja akan berkurang dan hal ini akan dapat mengganggu pasokan air untuk penggerak pembangkit listrik tenaga air di Jelok, Bringin. Seperti diketahui pembangkit listrik tersebut memanfaatkan debit air yang bersumberkan dari RawaPening ini. Untuk itu tentu saja diperlukan kebijakan dan langkah konkrit dari berbagai pihak untuk mengatasi permasalahan tanaman eceng gondok ini.
eceng gondok di potTanaman eceng gondok bukan asli tanaman Indonesia, melainkan didatangkan dari Thailand sebagai tanaman hias. Bunga eceng gondok yang berwarna ungu itu memang indah. Selain itu tanaman ini pernah diteliti dapat berfungsi untuk proses remediasi (pengurangan) kadar logam berat dalam air. Tanaman ini juga dapat dapat menghasilkan kompos dengan kadar zat hara organik yang tinggi. Bagian tangkai daun yang telah dikeringkan akan dapat digunakan sebagai bahan baku kerajinan tangan.
Peantaan yang dapat dilakukan adalah dengan kebijakan membatasi daerah pertumbuhan tanaman. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan pembuatan zona-zona tertentu. Misal zona untuk wisata, zona perairan terbuka, zona penanaman eceng gondok, zona perikanan, zona sawah dan lain-lain. Dengan penataan zona ini maka pertumbuhan tanaman eceng gondok terlokalisir dan akan dapat dikendalikan.
Apabila tanaman eceng gondok ini tetap tidak ditata, efek jangka pendek yang mungkin terjadi berupa pendangkalan dan penyusutan kawasan rawa. Pemandangan rawa juga akan berubah dengan tertutupnya muka perairan oleh eceng gondok. Debit air yang dapat disimpan juga akan berkurang drastis bahkan mungkin akan kehilangan fungsi sebagai tempat penyimpan air.

 memancing di rawa pening

Efek jangka panjangnya adalah akan semakin banyak orang yang enggan berkunjung ke RawaPening karena eksistensi rawa sudah hilang. Hal ini cukup penting dipikirkan karena RawaPening juga menjadi daerah tujuan wisata dan penopang beberapa aktivitas produktif lainnya. Saat ini terdapat beberapa obyek wisata yang ada di sekitar lokasi rawa. Mereka hendaknya aktif menjadi penggerak kesadaran masyarakat ini. Dengan didukung oleh instansi terkait, maka mereka dapat mensosialisasikan program pengelolaan kawasan RawaPening dan menyadarkan masyarakan untuk ikut berpartipasi terhadap kelestarian lingkungan rawa ini.
Beberapa kawasan wisata dan pelaku aktivitas komersial yang berada di sekitar RRawa Pening di antaranya adalah :

  • Museum Kereta Api Ambarawa. Salah satu wisata yang ditawarkan adalah perjalanan kereta api dengan rute Ambarawa – Tuntang. Perjalanan ini menempuh rute di tepian rawa.
  • Bukit Cinta Banyubiru. Pengunjung disini dapat menikmati suasana hutan kecil di pinggiran rawa dan dapat menyewa perahu untuk berkeliling di rawa. Selain itu pengunjung juga dapat memancing di rawa.
  • Kolam renang Muncul Banyubiru. Obyek ini menawarkan kolam renang dengan sumber air alami dan terletak di tepian RawaPening.
  • Taman wisata RawaPermai, Tuntang. Kawasan ini mengelola kolam renang, taman bermain anak-anak, fasilitas persewaan kuda tunggang dan andong serta rumah makan. Lokasinya terletak di sebelah timur rawa.
  • Agrowisata Banaran. Tempat ini mengundang pengunjung untuk menikmati suasana perkebunan kopi yang merupakan produk asli dari perkebunan mereka. Pemandangan yang disajikan selain perkebunan kopi adan pemandangan RawaPening.
  • Tempat pemancingan. Kolam pemancingan ini banyak dikelola oleh penduduk sekitar di sekitar Bukit Cinta dan Banyubiru.
  • Perusahaan air mineral dalam kemasan (Tirta Muncul). Perusahan ini memanfaatkan sumber air alami yang berada di dekat kolam renang Muncul.

Unit-unit usaha dan kawasan wisata tersebut tentu saja akan terganggu jika kelestarian Rawa Pening juga tidak terjaga. Untuk itu sudah semestinya ancaman tanaman eceng gondok di sana harus dicegah dan dari awal sudah mulai diambil langkah-langkah antisipasinya.
Pada akhirnya kawasan Rawa Pening pun akan tetap menjadi kawasan produktif yang dapat memberi manfaat bersama, khususnya bagi warga sekitar rawa itu sendiri.

rawa pening 

 

 

Iqmal Tahir

Artikel dikutip juga di link ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s