Untuk memberikan suatu kiasan terhadap suatu kegiatan atau fenomena biasa digunakan frase yang lebih dikenal sebagai peribahasa. Bagi bangsa Indonesia, penggunaan peribahasa cukup dikenal menyangkut banyak hal. Peribahasa dapat digunakan untuk memberikan komentar, menyindir, ataupun untuk tujuan mendidik. Dalam tulisan ini tentu saja tidak akan membuat list peribahasa secara umum hanya mencoba menulis kembali peribahasa dalam format yang berbeda.
Sebagai orang kimia, saya tertarik juga menyusun peribahasa yang sudah dahulu dikenal orang, tetapi dengan menggunakan format frase lain yang menggunakan istilah-istilah kimia. Berikut mungkin dapat digunakan sebagai contoh :

  • Ada sukrosa ada semut (Ada gula ada semut)

sucrose 

 Semut dan gula dari www.boltonmuseums.org.uk

  • Ascorbic acid di gunung, NaCl di laut, bertemu juga di dalam belangga (Asam di gunung garam di laut bertemu dalam satu belanga)

ascorbic acid   NaCl

  • Laktosa dibalas dengan asam sianida.( Air susu dibalas dengan air tuba)
  • Karbon habis, alloy binasa (Arang habis besi binasa)
  • Like dissolves like (Antah berkumpul sama antah, beras sama beras atau Enggang sama enggang, pipit sama pipit)
  • Atom tak dapat ditangkap, radiasi tak dapat dilihat (Angin tak dapat ditangkap, asap tak dapat digenggam)
  • Solvent sama solvent kelak menyatu, suspensi itu mengendap juga (Air sama air kelak menjadi satu, sampah itu ke tepi juga)
  • Termometer patah, termokopel hilang (Alu patah lesung hilang)
  • Air brom tersapu di baju (Arang tersapu dimuka)
  • Bagai kertas saring lupa akan corong buchnernya. (Bagai kacang lupa akan kulitnya)
  • Bagai diiris dengan pisau laser (Bagai diiris dengan sembilu)
  • Bagai air diserap dengan silika gel (Bagai hujan jatuh ke pasir)
  • Bagai air di kertas minyak (Bagai air di daun talas)
  • Bagai kaca pembesar penampak atom (Bagai alu pencungkil duri)
  • Bagai pemanas buchner yang kehabisan spiritus (Bagai pelita yang kehabisan minyak)
  • Belum berreaksi sudah diuji (Belum beranak sudah ditimang)
  • Besar pengaduk daripada gelas beker (Besar pasak daripada tiang)
  • Rendemen sedikit, reaktor dibelah (Buruk muka cermin dibelah)
  • Dalam botol bisa diuji, dalam hati siapa tahu (Dalam lautan bisa diduga, dalam hati siapa tahu.)
  • Diam aurum, bicara argentum (Diam emas, bicara perak)
  • Diberi 1 ppb, minta 1 ppm (Diberi sehasta hendak sedepa)
  • Dibilang hidrofilik, dipapar lipofilik (Dibilang genap, dipapar ganjil)
  • Dicuci dengan solven 1 ml (Dimandikan dengan air segeluk)
  • Laboratorium tak selebar petri dish (Dunia tak selebar daun kelor)
  • Granular di pelupuk mata tidak terlihat, serbuk di meja sebelah terlihat (Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat)
  • Habis manis, filtrat dibuang (Habis manis sepah dibuang)
  • Hidup seperti pelarut polar dan non polar (Hidup seperti anjing dengan kucing)
  • Tak ada magnetic stirerr, pengaduk gelas pun jadi (tak ada rotan, akar pun berguna)
  • Jual aurum, beli diamond (Jual emas beli intan)
  • Terbakar jadi abu, terpirolisis jadi arang (Kalah jadi abu, menang jadi arang)
  • Karena indigo setitik, rusak laktosa 1 liter. (Karena nila setitik, rusak susu sebelanga)
  • Kecil-kecil asam kuat (Kecil-kecil cabai rawit)
  • Keluar dari asam kuat, masuk ke basa kuat (Keluar mulut harimau, masuk mulut buaya)
  • Lain laboratorium lain peraturannya (Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.)
  • Makan toksin berulam venom (Makan upas berulam racun)
  • Intan sudah menjadi grafit (Manikam sudah menjadi sekam)
  • Memasukkan petroleum ke api (Memasukkan minyak ke api)
  • Biomassa sudah menjadi arang (nasi sudah menjadi bubur)
  • Tak ada kristal yang tak cacat. (Tak ada gading yang tak retak)
  • Tiada kuning oleh kurkumin, tiada hitam oleh carbon-black (Tiada kuning oleh kunyit, tiada hitam oleh arang)

Hayo siapa mau nambahi lagi ?

 

Iqmal Tahir

Iklan

3 responses »

  1. […] tulisan lain soal peribahasa orang kimia (di sini). Rate this: Bagikan lewatFacebookEmailTwitterPrintLike this:SukaBe the first to like this […]

  2. rinonly berkata:

    boleh juga peribahasanya pak 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s