Bulan Juli-Agustus ini di Perlis merupakan musim buah-buahan lokal. Banyak buah ditawarkan seperti durian, mangga, duku, manggis dan lain-lain. Tidak terkecuali adalah buah cempedak yang juga banyak dihasilkan di daerah ini. Buah cempedak seperti buah nangka hanya berukuran lebih kecil dan berbentuk memanjang. Bau yang ditimbulkan dari buah cempedak relatif sangat kuat. Apabila dibuka, isi buah mirip dengan buah nangka kecuali lebih harum dan ukurannya lebih kecil. Buah cempedak biasanya dimakan langsung saat sudah masak.

buah cempedak dari rompin77.blogspotKalau pengalaman di kota Perlis ini, cempedak ada juga yang tidak dimakan langsung tapi digoreng dengan tepung. Jadi mirip dengan pisang goreng, yakni buah dikupas dan dibersihkan, setelah itu dicelup ke tepung terigu dan baru digoreng. Penasaran ingin mencoba, ya beli 2 ringgit cempedak goreng. Setelah dicoba ternyata isinya kecil dan tipis saja. Jadi setelah dimakan kulit tepung dan daging buahnya yang jadi berserat, maka tinggal biji cempedaknya saja. Ini kalau buah nangka, di Jawa sering disebut sebagai ’beton’. Jadi ingat kalau makan buah nangka di rumah biasanya bijinya disisakan untuk direbus.

cempedak goreng dari resepisedap-nennie.blogspot.comKarena sayang ternyata biji buah cempedak masih tersisa, maka berharap seperti makan beton nangka, dicoba juga makan biji buah cempedak goreng tersebut. Ternyata empuk juga dan rasanya juga enak. Akhirnya sisa biji cempedak tersebut dimakan saja. Mungkin sih orang sini memang makan biji buahnya juga, cuma saya saja yang tidak tahu.

Setelah 3 jam berikutnya, ternyata ada efeknya. Bangun tidur tengah malam, terasa aneh di perut agak kembung begitu. Daripada sakit ditahan-tahan, akhirnya terdengar konser yang arahnya dari bawah tubuh, dan memberikan efek bau yang khas lagi. Hehe… Ini baru sekali sekarang nulis jorok sekali. Selama beberapa waktu, akhirnya bolak balik harus buang gas. Jadi begitulah pengalaman menikmati sensasi ’after play’ makan buah cempedak goreng. Soal bau tidak enak, ya tidak apa, kan di kamar pas sedang tinggal sendirian saja. Baunya kan tidak mungkin terdistribusi menyebar ke kamar sebelah.

Biar ada ilmiahnya sedikit maka tulisan ini perlu diuraikan lebih lanjut. Biji buah cempedak banyak mengandung karbohidrat dan protein. Hal ini sama seperti pada umbi-umbian lain atau biji buah nangka. Kalau terlalu banyak makan bahan pangan seperti ini, tentu saja karbohidrat yang masuk dalam tubuh akan mengalami proses metabolisme. Dalam lambung karbohidrat akan terurai karena proses enzimatik dalam tubuh serta bereaksi dengan asam. Karbohidrat dan protein ini akan terurai menghasilkan gas-gas dan apabila sudah mencapai jumlah tertentu akan keluar secara peristaltik melalui saluran pembuangan. Proses inilah yang dikenal sebagai orang kentut. Kentut akan bau karena salah satu unsur gas yang ada adalah gas hidrogen sulfida.

OK mudah-mudahan baunya tidak ikut terupload ke blog ini. Kalau saat membaca ternyata terasa ada baunya, yang jelas bukan karena efek buah cempedak yang saya makan ini, tapi coba tengok mungkin ada orang di sekitar anda yang buang angin. Atau jangan-jangan anda sendiri, hayo mengaku sajalah….

Note :

Kalau ingin membuat cempedak goreng, ada resepnya. Klik link ini.

 

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s