Ini sedikit tentang pengalaman lucu dan sedikit memalukan yang pernah aku alami di negeri orang. Pengalaman ini berkesan karena setelah dipikir-pikir ternyata lumayan berhemat juga, walaupun tentunya tidak mungkin terulang kembali. Sebenarnya kejadiannya sudah berlangsung bulan Juni tahun 2009 lalu namun draft tulisan ini baru sempat diedit dan dilengkapi sekarang. Pengalaman mengemudikan mobil eh.. kereta di Highway Utara-Selatan, Semenanjung Malaysia, mungkin bagi banyak orang sudah biasa, namun bagi orang udik macam saya jadi pengalaman yang berkesan juga. Yang akan saya ceritakan ini adalah pengalaman tentang masuk highway ini secara gratis tidak sengaja.

Sebagai ilustrasi pengantar perlu saya ceritakan terlebih dahulu bahwa infrastruktur jalan di semenanjung Malaysia ini relatif sudah cukup bagus. Jaringan wilayah utara dari Perlis sudah terhubungkan sampai wilayah selatan di Johor dengan menggunakan highway North-South yang melewati wilayah negeri Kedah, Penang, Perak, Selangor, Kualalumpur, Negeri Sembilan, Melaka dan Johor. Kondisi higway ini cukup baik dan lebar serta terawat baik, sehingga merupakan sarana jalan yang memadai untuk mendukung mobilitas penggunanya. Jalan utama ini tentu saja didukung dengan jalan pendukung lainnya untuk lintas wilayah yang ada dan tentunya tidak dikenakan bayaran macam di tol ini. Meskipun bersifat sebagai jalan biasa, kualitas jalan non tol ini juga relatif bagus dan lebar. Dengan demikian kalau orang bepergian terasa mudah dan tidak terhambat karena faktor jalan.

Gerbang tol

Untuk jalan tol, sistem pembayaran yang dikenakan tentu saja tergantung dari jarak perjalanan dan jenis kendaraan yang digunakan. Sistem pembayaran yang dilakukan disediakan dalam beberapa pilihan yakni pembayaran secara tunai (cash) atau sistem pra bayar dengan menggunakan dua sistem yakni kartu Touch n Go dan Smart Tag.

Sistem pembayaran tunai maka pengemudi tinggal membayarkan uang sesuai tarif kepada kasir di loket, macam iklan permen vitamin C di teve Indonesia beberapa tahun lalu itu. Kuitansi tersedia jika diminta, dan jika tidak biasanya kuitansi tol tidak dicetak. Wah upaya reduksi jumlah sampah nih….. Setelah itu besi penghalang akan naik dan kereta dapat berjalan melintas masuk ke tol.

Kalau sistem pra bayar terdapat dengan menggunakan dua sistem. Sistem pertama adalah kartu Touch n Go, dimana pengemudi membeli kartu yang kemudian dapat diisi ulang (top up) untuk seterusnya. Pengisian isi nilai kartu pra bayar ini dapat dilakukan di beberapa gerbang tol tertentu atau di kantor pengelola tol. Pembayaran dilakukan dengan mengurangi saldo pada kartu setiap kali digunakan. Pengemudi saat masuk gerbang tol harus membuka kaca jendela dan menyentuhkan kartu magnetik ini ke panel yang tersedia, dan mesin selanjutnya akan otomatis mengambil saldo untuk pembayaran tol sesuai tarif yang ada.  Pada panel informasi biasanya akan diberikan data jumlah pembayaran saat itu dan sisa saldo yang tersisa. Untuk sistem kedua yang dikenal sebagai Smart Tag dimana sistem ini menggunakan sistem pengenalan kartu dengan menggunakan radiasi infra merah. Kartu diletakkan di dalam kereta, kemudian saat melintas di gerbang Smart Tag ini maka akan diidentifikasi kartu yang tersedia, selanjutnya secara otomatis akan dikenakan pembayaran dengan mengurangi saldo yang tersedia di kartu pra bayar ini. Untuk cara ini tentu saja akan membuat waktu yang diperlukan lebih singkat lagi. Saat ini pengelola jalan tol memberikan kesempatan bagi banyak pihak untuk lebih memanfaatkan sistem pra bayar ini karena memberikan efisiensi pengelolaan. Fasilitas yang diberikan adalah pembayaran dapat diberikan diskon tertentu dan bahkan diikutkan dalam undian berhadiah bagi para pengguna sistem pra bayar ini.

Gerbang prabayar

Untuk gerbang tol di simpang-simpang ke luar highway maka biasanya hanya terdapat dua gerbang saja, yakni gerbang untuk jalur pembayaran tunai dan satu lagi untuk jalur Touch n Go sekaligus Smart Tag. Kalau pada highway utama yang merupakan seringkali terdapat gerbang yang sampai tersedia sampai berjumlah cukup banyak mulai 5 sampai 12 gerbang. Hal ini dapat dijumpai pada beberapa ujung lintasan untuk masuk ke Kuala Lumpur atau kota besar lainnya, termasuk juga untuk jalur masuk ke Jembatan Pulau Pinang  yang menghubungkan semenanjung dan pulau Pinang. Pada jalur pembayaran tunai, pada dasarnya fasilitas kartu Touch n Go  dan Smart Tag juga dapat digunakan jika pengemudi lupa dan salah jalur. Situasi yang sering terjadi adalah kepadatan jumlah pengguna di lajur pembayaran tunai, dibandingkan dengan jalur pra bayar ini. Jalur untuk kartu Touch n Go ini terkadang juga sering ramai juga pada saat-saat tertentu. Jalur yang relatif lancar dan tidak harus antre adalah jalur Smart Tag. Hal ini diakui karena memang sistemnya mendukung efisiensi dan pengenalan akses pengguna secara otomatis sehingga delay waktu yang digunakan untuk relatif paling singkat dibandingkan dengan dua sistem yang lain.

Kejadian yang saya alami ini adalah pada saat pergi ke Selangor sekitar bulan Juni lalu. Saat itu saya mengemudi eh… memandu kereta dalam perjalanan berdua dengan profesor saya untuk keperluan rapat diskusi di Malaysian Palm Oil Board – Malaysia di Bangi. Saat saya yang kebagian tugas untuk memandu kereta maka terjadi kejadian menggelikan berikut. Situasi saat itu sedang jam sibuk sehingga lalu lintas di higway relatif cukup ramai. Kereta kemudian mendekati gerbang tol yang tersedia dalam jumlah cukup banyak. Dari kejauhan tampak bahwa jalur untuk pembayaran tunai diisi oleh kendaraan dalam jumlah antrean cukup panjang. Mengingat sepanjang perjalanan kami sudah menyiapkan kartu Touch n Go maka tentu saja saya segera mengarahkan ke jalur ini. Ternyata pada jalur ini juga antrean relatif berderet panjang juga. Kemudian tercetus untuk mengapa tidak menggunakan jalur smart tag saja yang tidak ada antrean. Walaupun sempat ragu-ragu akhirnya mobil diarahkan ke jalur Smart Tag ini. Setelah membukan jendela dan menyentuhkan kartu ke panel yang tersedia, ternyata besi penghalang tidak naik-naik juga. Dengan bingung dan malu, akhirnya berniat untuk mundur. Tapi tepat pada saat itu juga besi penghalang naik dan panel indikator menunjukkan jumlah pembayaran dan saldo yang masih tersisa di kartu. Hal yang membingungkan adalah sisa saldo tinggal 9 ringgit sekian padahal saya ingat saat berangkat sudah diisi sekitar 150 ringgit. Dengan ragu-ragu saya akhirnya meminggirkan kereta ke tepi dan menanyakan ke petugas. Petugasnya yang ternyata sudah tahu kasusnya malah memberitahu dan seolah-olah memarahi karena teledor. Ternyata kejadian yang terjadi adalah besi penghalang naik karena ada kereta yang berada di belakang kereta kami. Jadi sensor mendeteksi kartu Smart Tag kereta yang bersangkutan, tapi kereta kami yang memanfaatkan keluar dari lorong itu. Lalu bagaimana dengan nasib kereta tersebut, pengemudi kereta yang mestinya malah jadi terhalang itu kemudian berinisiatif memanggil petugas tetapi harus dikenakan pembayaran cash. Saya menunggu kereta itu menghampiri kami untuk penggantian biaya tetapi ternyata malah melaju terus dengan cepat meninggalkan kami. Dilihat dari keretanya adalah jenis kereta mahal dan masih tergolong baru baru sih, jadi mungkin uang segitu tak seberapa atau mungkin juga pengemudinya dalam situasi terburu-buru. Hehe… akhirnya ya sudah, kami pikir permasalahan ini selesai.

Masuk tol secara gratis nih….

Terimakasih ya Encik….

 

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s