Mendekati akhir bulan Ramadhan, anak-anak biasanya sudah merasakan suasana lebaran yang sebentar lagi akan tiba. Beberapa hal yang seolah-oleh sudah menjadi tradisi sebagai pelengkap lebaran sudah ada dan dilakukan mereka. Salah satu hal yang menjadi kebiasaan ini adalah kebiasaan untuk menyalakan kembang api dan petasan. Bagi anak laki-laki khususnya, menyalakan petasan menjadi barang wajib sebagai kebiasaan mengisi waktu pada saat lebaran ini.

pesta kembang apiPetasan dapat dijumpai dijual di pasar atau toko, mulai dari ukuran kecil sampai yang besar. Petasan kecil berupa mercon caberawit , yang meskipun bentuknya kecil tetapi suaranya cukup kencang juga. Terus ada lagi petasan yang berukuran standar dengan diameter 1-3 cm, sampai ada yang berukuran besar mirip kaleng susu. Ada petasan yang direnteng sehingga sekali menyalakan akan menyebabkan letusan secara berturutan. Ada lagi petasan banting, yakni mercon yang diletuskan dengan cara dibanting ke tanah dengan keras. Kalau dulu saat saya masih kecil, populer juga mercon bledhug, yakni meriam buatan yang dibuat dengan menggunakan bumbung atau meriam dari tanah dengan bahan letusan berupa gas asetilen dari karbit yang ditambahi air.

Untuk kembang api, juga tersedia dalam berbagai variasi. Kembang api produksi Cina yang ada saat ini memanjakan anak-anak untuk membeli dan menyalakannya. Kalau dulu umumnya hanya berupa kembang api kecil sepanjang 10 cm yang dinyalakan dan dipegang dengan tangan. Kemudian ada lagi model kembang tetes yakni sejenis kembang api yang terbuat dari pita magnesium dan kalau terbakar akan menyala warna putih terang. Saat ini kembang api tersedia mulai dari yang bervariasi warnanya, ada yang kuning, merah, putih atau hijau. Selain itu tersedia kembang api yang sering disebut sebagai air mancur, yakni yang kalau dinyalakan akan meluncur tinggi ke atas berupa percikan api. Variasinya juga sangat banyak, ada yang berisi tiga, lima atau sepuluh luncuran, ada yang berwarna-warni, ada yang meluncur terus meletus, ada yang meluncur terus di atas kemudian pecah menjadi serpihan api mirip bola.

Petasan dan kembang api dalam prosesnya adalah melibatkan bahan oksida logam. Perbedaan warna yang dihasilkan diperoleh dari jenis oksida yang digunakan. Untuk letusannya diperoleh dari penggunaan bahan oksidator, sedangkan luncurannya diperoleh dari pengaturan bentuk petasa/kembang apinya dengan memanfaatkan energi panas yang dihasilkan sebagai gaya pendorongnya semacam roket kecil. Reaksi ini dapat terjadi dalam waktu yang relatif sangat pendek. Hal inilah yang menjadikan letusan tersebut hanya dapat dinikmati sesaat saja.

Biasanya anak-anak kalau membeli petasan atau kembang api tidak hanya satu, karena akan tidak terasa dalam menyalakannya. Kenikmatan bermain petasan adalah pada saat menyalakan dan kemudian mendengarkan letusannya. Dibutuhkan rasa keberanian dan terdapat rasa ngeri atau khawatir pada saat menyalakannya karena durasi waktu saat menyalakan sampai dengan meletus adalah sangat singkat. Cara menyalakan umumnya adalah dengan korek api. Kalau saat ini memegang rokok, maka dapat juga menyalakan sumbunya dengan rokok. Dulu kalau saya dibelikan petasan cabe rawit, maka rentengannya dilepas dan dinyalakan satu per satu. Cara menyalakannya menggunakan obat nyamuk bakar. Ada juga yang menggunakan lilin. Tetapi yang belum pernah saya lihat adalah menyalakan dengan menggunakan kompor ya, nanti yang meledak malah kompornya.

Mengingat letusannya yang sangat pendek, maka petasan atau kembang api juga hanya dapat dinikmati sesaat saja. Apabila ingin menikmati dengan leluasa, tentu saja harus membeli dalam jumlah banyak, tetapi jadi berat di ongkos untuk membelinya. Mungkin dapat saja diatur dengan mebeli sendiri-sendiri, kemudian berkompromi bermainnya di tempat dan pada waktu yang sama, sehingga kemudian dapat dinikmati bersama. Kalau hal ini bisa dilakukan tentunya akan jauh lebih meriah dan bisa lebih hemat. Selain itu bagi anak-anak yang tidak bisa beli juga dapat ikut melihat dan menikmatinya. Tempat yang dipilih di area yang lapang misal di lapangan dan dilakukan pada saat malam hari. Penonton agar diatur di bagian pinggir, sedangkan yang akan menyalakan di tengah-tengah. Penyalaan kembang api atau petasan dapat dilakukan secara bergantian.

Petasan sebenarnya secara aturan dilarang atau diperbolehkan dengan pembatasan tertentu. Mestinya polisi juga harus menertibkan penggunaannya. Jika dilarang membunyikan petasan, tetapi pada prakteknya masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi, mungkin alternatif cara seperti yang saya sarankan di atas malah dapat lebih baik. Polisi hanya memberi ijin menyalakan pada waktu dan tempat tertentu saja. Jadinya polisi hanya mengawasi jangan sampai ada yang menyalakan bukan petasan tapi malahan meledakkan bom hasil kreasinya Nordin M Top. Akan lebih lagi, jika di tempat itu juga disediakan fasilitas P3K khususnya untuk perawatan luka bakar terutama untuk mengantisipasi jika terjadi kecelakaan. Untuk diketahui pada kondisi sekarang, masih sering terjadi kecelakaan akibat letusan petasan ini. Jika perlu disediakan fasilitas fire exthingiser.

Ide ini sebenarnya meniru keramaian acara peluncuran kembang api massal, misal pada acara tahun baru atau peringatan kemerdekaan. Jadi sangat mungkin hal ini dapat terlaksana dengan banyak peserta dan penontonya. Apalagi jika event ini sudah dapat dilakukan secara rutin, maka pemain dan pengunjung tetap akan semakin banyak.

Untuk dapat terselenggaranya kegiatan ini harus ada pihak yang melakukan koordinasi. Siapa saja yang mungkin terlibat, dapat saja semacam event organizer khusus. Pihak yang terkait tentu saja toko penjual petasan / kembang api, pihak pengelola wisata atau restoran dengan menyediakan areal lahannya, para penjual makanan / minuman untuk pengunjung, dan tentu saja para hobbiest petasan/kembang api tersebut.

Pada acara ini selain penikmat petasan / kembang api, juga dapat menjadi ajang bagi para fotografer, untuk berburu foto parade kembang api, yang selalu indah untuk diabadikan. Yang jelas mungkin saja dapat sebagai ajang tempat para pasangan muda untuk berdua-duaan karena suasananya menjadi lebih indah dan romantis. Asal jangan kena letusan saja.

 kembang-api-lebaran blater

 

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s