tambang zeolit alam wonosariIndonesia memiliki sumber daya alam yang sangat besar berkat potensi luas area dan kekayaan alam yang terdapat di dalamnya. Berbagai sumber alam terbarukan dan sumber alam tidak terbarukan terdapat dalam jumlah yang melimpah. Salah satu sumber alam tersebut berupa bahan tambang yang ketersediannya tersebar di Indonesia adalah batuan zeolit.
Kegunaan zeolit sangatlah luas. Bentuk kristal zeolit yang sangat teratur dengan rongga yang saling berhubungan ke segala arah menyebabkan permukaan zeolit menjadi sangat besar, oleh sebab itu zeolit bisa digunakan sebagai adsorben. Rongga-rongga zeolit juga terisi oleh ion-ion logam seperti kalium dan natrium yang menyebabkan zeolit dapat digunakan sebagai penukar ion. Di samping itu zeolit dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendukung (supporting material) untuk katalis ataupun bahkan sebagai katalisator itu sendiri. Struktur kristal dari zeolit yang unik juga memungkinkan untuk digunakan sebaagi media tanam berbagai jenis tumbuhan sayuran, buah-buahan atau tanaman hias. Dalam hal ini sebagai media hidroponik yaitu budidaya tanpa menggunakan tanah.

Mineral Zeolit Dan Sistem Hidroponik
Untuk dapat mengenal lebih jauh tentang material zeolit yang akan digunakan sebagai media hidroponik, maka perlu diuraikan terlebih dahulu tentang zeolit itu sendiri. Zeolit pertama kali dikenalkan pada tahun 1976 oleh seorang ahli mineralogi Swedia A.F., Cronsted. Spesies baru tersebut merupakan kristal alumina silika yang disebut dengan zeolit berdasarkan karakteristik mineral apabila diberi perlakuan pemanasan. Zeolit meupakan mineral kristal silika alumina terhidrasi yang mengandung kation-kation alkali atau alkali tanah dalam kerangka tiga dimensinya. Ion-ion logam tersebut dapat diganti oleh ion-ion lain tanpa merusak struktur zeolit dan dapat menyerap molekul-molekul air secara reversibel.
Beberapa sifat kimia zeolit yang sangat penting adalah merupakan penyerap yang selektif, dapat digunakan sebagai penukar ion dan mempunyai aktivitas katalisis yang tinggi. Sifat-sifat tersebut yang natinya sangat berperanan apabila zeolit digunakan sebagai media hidroponik. Sifat penyerapan dan difusi dari zeolit disebabkan karena adanya ukuran kanal dan rongga yang berbeda-beda. Kapasitas serapan adsorpsi zeolit berkaitan dengan ruang-ruang kosong di dalam kristal. Ruang-ruang kosong di dalam kristal zeolit dapat diisi oleh air sampai 60 % atau lebih. Sebagai media hidroponik maka struktur kristal zeolit ini sangat menguntungkan karena dapat menyimpan air dengan kapasitas yang cukup besar. Ukuran pori yang bervariasi dari 2,3 angstrom pada sodalit sampai 8 angstrom pada faujasit dan zeolit omega, sebagai contoh, menjelaskan mengapa zeolit dapat menyerap molekul-molekul organik tertentu. Hal ini bermanfaat bagi penyimpanan molekul organik yang diperlukan tumbuhan dengan sistem pelepas lambat.
Penggunaan zeolit sebagai media hidroponik sangat bermanfaat dan memiliki keunggulan dibandingkan menggunakan jenis media yang lain. Keunggulan tersebut antara lain:

  • Zeolit dapat menyerap air dalam jumlah cukup tinggi sehingga praktis untuk perawatan dan penyiraman tanaman.
  • Unsur-unsur komponen penyubur tanah dapat disimpan pada struktur zeolit sehingga dapat dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan tanaman yang sesuai dengan keperluan dan dapat bersifat sebagai slow releasing agent.
  • Bentuknya berwarna putih dalam keadaan kering dan kehijauan dalam keadaan bersih sehingga dapat digunakan sebagai indikator jumlah air yang terdapat di dalamnya.
  • Dapat secara otomatis mengatur keseimbangan pH media mengingat sifat keasaman dari zeolit yang unik.
  • Bentuk zeolit yang digunakan berupa butoiran yang tidak mudah hancur dan tidak mudah menggumpal. Hal ini dapat membantu pertumbuhan jaringan akar tanaman.

Butiran zeolit cukup bersih dan menyebabkan tampilan pot relatif sedap dipandang.Pada prakteknya zeolit dibedakan menjadi dua jenis yaitu zeolit sintesis dan zeolit alam. Zeolit sintesis adalah jenis material yang dibuat dengan rekayasa ilmiah melalui tahapan-tahapan prosedur yang cukup rumit dengan menggunakan bahan alumina, silika dan phosphat serta bahan tambahan yang lain. Zeolit alam merupakan jenis mineral zeolit yang diperoleh langsung dari alam. Mengingat zeolit alam diambil dari bahan tambnag maka zeolit alam akan terdiri dari beberapa jenis mineral zeolit dengan komposisi jenis-jenis mineral yang sangat bervariasi tergantung dari daerah pertambangan, umur batuan dan lain sebagainya.
Untuk keperluan sebagai media hidroponik maka zeolit alam yang dibutuhkan berbentuk butiran dengan ukuran 1 – 5 mm. Zeolit dengan keseragaman ukuran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan ayakan dengan ukuran tertentu.

Sistem Bercocok Tanam Hidroponik
Pengertian hidroponik cukup banyak diistilahkan oleh banyak orang. Definisi hidroponik berasal dari kata Yunani, yaitu hudor yang berarti air dan ponos yang berarti mengerjakan, sehingga hidroponik diartikan sebagai pengerjaan air. Hal ini karena pada mulanya orang melakukan penanaman pada air. Meskipun ada yang mengartikan langkah tersebut sebagai aquaculture. Seiring dengan perkembangan metode penanaman yang menggunakan berbagai jenis media maka istilah itu juga berkembang, yang pada dasarnya adalah budidaya tanpa tanah.
Orang mengembangkan sistem hidroponik karena ketersediaan lahan tanah yang tidak mencukupi, selain itu kebersihan tanaman begitu terjamin sehingga dapat diletakkan diruangan manapun. Hampir semua jenis tanaman bisa ditanam dengan cara hidroponik, hasilnya sudah teruji melimpah dibanding dengan bercocok tanam di lahan atau sawah.
Metode yang digunakan untuk hidroponik ini digolongkan menjadi tiga bagian yaitu: metode kultur air (menumbuhkan tanaman dengan air), metode kultur pasir (gabungan metode kultur air dan pasir, dimana air sebagai pensuplai nutrien tanaman, sedangkan pasir sebagai media tumbuh tanaman) dan metode kultur bahan porous (pada prinsipnya sama dengan kultur pasir, tetapi pasir diganti dengan material berporous). Untuk zeolit alam maka teknik hidroponik yang dikembangkan termasuk metode bahan porous.
Pada dasarnya hampir semua jenis tanaman dapat ditanam secara hidroponik, termasuk teknik hidroponik yang menggunakan media zeolit alam. Mengingat bentuk butiran zeolit yang bersih dan berwarna kehijau-hijauan maka teknik hidroponik dengan zeolit ini sangat cocok untuk penanaman jenis tanaman hias, baik untuk keperluan di dalam ruangan (indoor) maupun luar ruangan (outdoor).

Pengolahan Zeolit Menjadi Media Hidroponik
Untuk mendapatkan kualitas media tanam secara hidroponik yang baik maka zeolit perlu dilakukan sampai tahapan perlakuan secara kimiawi, tetapi apabila dilakukan hanya sampai tahapan perlakuan fisik saja juga sudah bisa digunakan sebagai media hidroponik.
Pengolahan yang dilakukan seperti yang diuraikan disini, merupakan hal yang harus dikerjakan apabila tidak tersedia zeolit yang sudah jadi. Biasanya di toko-toko penjual saprotan (sarana produksi pertanian) di kota besar sudah tersedia media zeolit alam yang sudah jadi dan bisa langsung digunakan dalam pot. Untuk itu tidak ada salahnya konsumen juga mengerti tentang cara penyiapan zeolit alam menjadi siap pakai. Hal ini juga dapat membantu apabila masyarakat ingin mencoba mengolah sendiri dari bahan dasar zeolit bongkahan menjadi zeolit siap tanam.

a. Peralatan

  • Peralatan yang digunakan untuk pengolahan zeolit alam meliputi alat pemecah (seperti martil, untuk skala manual, mesin crasher dan hammer mill, untuk skala menengah ke atas).

b. Bahan baku

  • Bahan baku yang digunakan adalah bongkahan batu zeolit yang diperoleh dari penambangan. Biasanya bongkahan tersebut berukuran masih cukup besar dengan diameter sekitar 10-20 cm.

c. Perlakuan fisik

  • Pengolahan zeolit yang pertama kali secara perlakuan fisik. Bongkahan zeolit direndam dalam bak air untuk mencuci dari kotoran atau sisa-sisa tanah yang masih melekat. Hal ini sekaligus juga memisahkan bongkahan zeolit dari ranting tanaman, daun atau bahan organik lain yang kemungkinan terbawa. Setelah direndam zeolit kemudian dipecah dan terus dijemur dibawah terik sinar matahari untuk mengurangi kadar air dalam bahan.
  • Zeolit kemudian digerus dan dilakukan pengayakan secara bertahap. Proses pengayakan dimulai dari ayakan yang berukuran lubang besar sampai yang lebih kecil. Untuk keperluan media hidroponik maka dibutuhkan ukuran butiran zeolit antara 1 – 5 mm. Untk zeolit yang tersaring pada ukuran tersebut dapat segera diproses lebih lanjut yaitu dicuci pada air bersih untuk menghilangkan serbuk halus zeolit. Pencucian dilakukan dengan menggunakan air yang mengalir sambul diaduk. Langkah selanjutnya adalah mengeringkan butiran zeolit tersebut, kemudian diproses lebih lanjut berupa sterilisasi dengan jalan pemanasan. (sebagai catatan, pada proses pengerjaan zeolit secara fisik ini banyak dihasilkan serbuk zeolit yang berukuran halus, Para pekerja diharap untuk menggunakan masker untuk mencegah terhirupnya serbuk zeolit ke saluran pernafasan).
  • Proses pemanasan pada zeolit sering disebut proses kalsinasi apabila suhu yang diberikan lebih tinggi lagi (sekitar 250-350 0C). Pada prakteknya pemanasan yang dilakukan berupa proses sterilisasi yang pada prinsipnya dilakukan untuk menghilangkan bibit penyakit tanaman yang kemungkinan terbawa pada zeolit. Tujuan utama proses pemanasan ini adalah untuk mengurangi jumlah air terikat pada pori-pori atau rongga zeolit, sehingga pada pemakaiannya nanti rongga tersebut dapat diisi oleh pupuk dan mineral yang ditambahkan untuk konsumsi makanan. Apabila rongga tersebut dihilangkan dulu dari kandungan air yang ada maja jumlah molekul yang teradsorbsi pada rongga akan maksimal, Dengan demikian mutu zeolit alam tersebut sebagai media hidroponik semakin tinggi. Proses aktivasi thermal terhadap zeolit yang baik harus dilakukan antara suhu 400-550 0C dan tidak boleh melebihi suhu 600 0C, karena akan dapat merusak struktur kristal zeolit .
  • Setelah pemanasan sekitar 1- 2 jam, zeolit diangin-anginkan ditempat terbuka supaya dingin, kemudian diayak ulang menggunakan ayakan ukuran 1 mm untuk menyaring butiran zeolit yang halus karena perlakuan secara fisik pada proses sebelumnya. Zeolit ini kemudian dikemas dan sudah dapat digunakan. Zeolit yang dihasilkan dengan cara ini cenderung digunakan untuk hidroponik tanaman sayuran atau buah-buahan, yakni yang membutuhkan zeolit dalam jumlah besar. Untuk pemakaian tanaman hias di pot dengan jumlah zeolit yang dibutuhkan terlalu banyak sehingga mungkin akan lebih baik menggunakan produk zeolit yang telah diberi perlakuan kimiawi.

e. Perlakuan kimiawi

  • Perlakuan kimiawi yang dimaksudkan di sini adalah proses tambahan yang dilakukan pada zeolit supaya lebih siap pakai di dalam digunakan sebagai media hidroponik. Proses perlakuan kimiawi dilakukan sebelum proses pemanasan dilakukan pada zeolit.

Proses yang dilakukan adalah meliputi

a. Penyisipan bahan pupuk (bisa urea, KCl, TSP atau pupuk mineral) ke dalam zeolit.

Proses penyisioan bahan pupuk secara sederhna bisa dilakukan dengan pencampuran zeolit dengan larutan pupuk. Larutan pupuk yang digunakan dibuat menggunakan formula khusus, dapat menggunakan pupuk majemuk lengkap. Bahan-bahan tersebut dilarutkan ke dalam air sampai volume akhir sebanyak 1 liter dan larutan ini dijadikan sebagai larutan induk. Larutan ini harus disimpan dalam ruang gelap untuk menjaga kestabilan. Untuk pemakaian digunakan 10 mL larutan induk dan diencerkan menjadi 1 liter. Perbandingan zeolit dengan larutan pupuk bisa dibuat dengan menempatkan zeolit pada wadah kemudian ditambahkan larutan pupuk sampai semua bagian zeolit dapat terendam dan diaduk sampai merata. Kalau larutan yang digunakan berkurang banyak maka harus ditambah lagi. Setelah itu dibiarkan selama semalam sampai terjadi kesetimbangan ion-ion di dalam rongga zeolit. Proses selanjutnya zeolit ditiriskan dari larutan pupuk dan kemudian dilakukan proses pemanasan.

b. Proses pensterilan dari bakal hama dan penyakit tanaman dengan zat antiseptik seperti alkohol atau dengan suatu desinfektan, insektisida atau dengan fungisida.
Untuk proses pencegahan hama dan penyakit dengan penggunaan bahan kimia hanya dilakukan apabila diperlukan saja. Prosedur yang dilakukan sama seperti prosedur untuk pemberian pupuk. Dosis bahan desinfektan yang digunakan seperti dosis yang dianjurkan pada label kemasan insektisida yang digunakan. Prosedur ini dilakukan untuk zeolit steril yang sudah dipanaskan sebelum digunakan sebagai media. Setelah perendaman zeolit ini bisa langsung ditempatkan pada wadah polibag atau pada pot hidroponik.

c. Proses pewarnaan zeolit untuk meciptakan zeolit dengan tampilan warna artifisial yang berbeda dari warna zeolit kebanyakan.
Zeolit alam yang telah mengalami perlakuan fisik sebenarnya masih memiliki warna yang indah seperti warna zeolit alam asli yang berwarna kehijauan dalam keadaan basah. Akan tetapi ada konsumen yang menghendaki agar zeolit memiliki warna-warna artifisial selain warna hijau alami. Oleh karena itu zeolit dicoba dilakukan pewarnaan seperti warna merah, kuning dan lain-lain sesuai selera. Proses pewarnaan ini dilakukan menggunakan bahan pewarna anorganik yang tidak bersifat merusak tanaman.
Efek samping dari pewarnaan ini adalah penurunan kapasitas serapan air dan pertukaran kation. Hal ini memang masih belum dikaji secara pasti tetapi secara teoritik dapat ditunjukkan bahw amolekul-molekul zat warna akan menempati rongga zeolit di daerah mesopori. Dengan demikian daerah mikropori pada zeolit sebagian besar akan tertutup.
Untuk zeolit yang telah dilakukan perlakuan secara kimiawi khususnya setelah penambahan pupuk bisa langsung digunakan. Zeolit seperti ini juga sudah dijual dengan berbagai macam nama dagang dan yang cukup terkenal adalah zeonic (zeolit untuk hidroponik)

Dari uraian yang telah dikemukakan dalam makalah ini diharapkan pembaca dapat memiliki gambaran yang cukup jelas mengenai pemanfaatan zeolit alam sebagai media hidroponik. Secara singkat diulang kembali bahw apotensi zeolit alam yang teradapat di Indonesia dalam jumlah besar ini perlu dimanfaatkan masyarakat dan salah satunya adalah untuk dikembangkan sebagai media hidroponik.
Sebagai suatu usaha yang bernilai ekonomis, pemanfaatan zeolit alam sebagai media hidroponik ini dpat dikembangkan menjadi beberapa macam bentuk kewiraswastaan antara lain:
a. Produksi zeolit sebagai media hidroponik.
b. Penyalur dan penjualan hidroponik.
c. Menjual aneka jenis tanaman hias dan tanaman buah-buahan yang ditumbuhkan secara hidroponik untuk keperluan hiasan tanaman.
d. Mendirikan usaha rental tanaman hias hidroponik dengan media zeolit untuk perkantoran, hotel atau restoran.
e. Menjual aneka jenis produk pertanian yang bernilai eksklusif seperti sayuran atau buah-buahan hasil budidaya secara hidroponik.
f. Membuka pelatihan bertanam aneka jenis tanaman dengan teknik hidroponik menggunakan media zeolit alam.
Dengan demikian terbuka kembali peluang usaha baru yang dapat dilakukan masyarakat sebagai alternatif usaha di masa mendatang.

Foto-foto ilustrasi tambang zeolit alam di daerah Wonosari – Gunungkidul DIY.

Kegiatan KKN Tematik UGM tahun 2004. Pembimbing Drs. Iqmal Tahir, M.Si. Deni Pranowo, M.Si. Dr. Iip Izul Falah.

 Zeolit alam wonosari 

 tambang zeolit alam wonosari

 tambang zeolit 

berkunjung ke tambang zeolit alam 

 Untuk informasi lebih lanjut bisa kontak via form di bawah.

 

Iqmal Tahir

Iklan

6 responses »

  1. yunan berkata:

    saya sangat tertarik dengan ulasan bapak ttg zeolit, kalau boleh tahu tempat penambangan zeolit di Wonosari posisi tepatnya dimana? terima kasih sebelumnya.

  2. mojo berkata:

    Mohon info kontak person tambang zeolit di wonosari tsb. Terima kasih…

    • Iqmal berkata:

      info kontak terbaru saya tidak ada, tapi kalau usaha pemasaran dapat langsung di jalan solo, timur jembatan pabrik SGM, di utara jalan ada yang jual.
      kalau yang di Wonosari, dapat langsung datang di daerah dusun : Watugajah, Serut, Sampang… semua di kecamatan Gedangsari yang berbatasan dengan Klaten.

  3. suri emma berkata:

    Dimanakah tempat atau alamat penjual batu zeolit di Palembang -sumatera selatan

  4. Terimakasih informasinya, sangat membantu. Sebagai tambahan, kami menyediakan mineral alam zeolite, CaO (Kapur tohor) dan CaCO3 (kaptan) beserta mineral alam lainnya untuk kebutuhan tambak, perikanan, perkebunan, pertanian dan peternakan. Informasi tlp / whatsapp 085863093505 or http://www.zeolitecikembar.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s