Hobby koleksi perangko bekas saat ini sudah tidak dikenal lagi bagi kalangan remaja. Hal ini didorong karena beralihnya cara komunikasi dengan menggunakan teknologi selular atau memanfaatkan jaringan internet. Generasi sekarang sudah lebih familiar menggunakan sarana telekomunikasi menggunakan jasa telepon khususnya yang bersifat mobile. Hampir seluruh pelosok sudah dapat terjangkau oleh jaringan telekomunikasi ini, sehingga pada akhirnya banyak orang baik kalangan dewasa mauan generasi mudah sudah memiliki perangkat ini. Demikian juga dengan keberadaan teknologi internet yang sudah merambah banyak kalangan dan dapat digunakan sebagai sarana penyebaran informasi dan komunikasi. Jas pos semakin ditinggalkan karena kalah dalam aspek kepraktisan, kalah cepat dalam penyampaian ke pihak lain, biaya yang mungkin relatif lebih mahal, dan berbagai pertimbangan lain. Dengan beralihnya penggunaan jasa pos ini maka perangkat dan asesoris yang terkait juga semakain ditinggalkan dan orang semakin banyak yang tidak mengenal lagi termasuk soal perangko ini. Bagi orang saat ini, perangko mungkin sudah bukan jadi barang biasa lagi, bahkan mungkin ada sebagian kalangan remaja yang sudah tidak mengenal lagi.

Perangko selain memiliki fungsi utama sebagai tanda bukti biaya pengiriman surat atau dokumen, dikenal juga sebagai barang untuk koleksi bagi beberapa orang. Kalangan yang memiliki kebiasaan mengkoleksi dan mengumpulkan perangko ini dikenal sebagai sebutan filatelis. Perangko yang dikoleksi ini dapat berupa perangko baru atau perangko bekas. Perangko baru dikoleksi filatelis yang memang mengumpulkan jenis ini dan biasanya dilengkapi dengan pengumpulan sampul hari pertama dan souvenir sheet. Koleksi ini dapat bersifat sebagai kegiatan investasi untuk masa depan, walaupun saat ini banyak pihak yang malah meragukan potensi investasi ini, kecuali sebagai penjual barang koleksi. Untuk banyak orang dan termasuk untuk kalangan remaja, lebih banyak lagi yang berkutat untuk mengumpulan perangko bekas, yakni perangko yang sudah pernah digunakan untuk berkirim.

Ciri perangko bekas adalah sudah pernah dilekatkan pada sampul surat atau kartu pos. Sebagai tanda bukti sah dan sudah pernah digunakan maka perangko ini akan memiliki bekas tanda cap dari kantor pos yang berupa cap lokasi kantor pos dan tanggal kapan surat itu dikirimkan.

Kalau perangko baru dapat langsung ditata pada album perangko, tetapi kalau perangko bekas harus mendapatkan perlakuan awal terlebih dahulu. Untuk perangko bekas yang tertempel pada kartu pos wisata kadang ada orang yang mengkoleksinya lengkap dengan kartu pos tersebut. Tetapi untuk perangko yang termpel pada sampul surat maka harus dilepas terlebih dahulu. Ada beberapa filatelis yang menggunting surat pada tepi perangko dengan mengatur agar cap pos pengirim tetap utuh terlihat. Yang lebih umum adalah perangko dilepaskan dari kertas sampul tersebut. Ciri yang membedakan perangko bekas ini adalah kadang cap pos ini terlihat tampak jelas pada permukaan perangko dan mengurangi kualitas tampilan / menutup gambar di permukaan.

Mengingat perangko terbuat dari kertas tipis dan dalam kondisi melekat pada kertas sampul, di sisi lain kolektor juga harus menjaga agar perangko tetap utuh dan tidak rusak, maka proses pelepasan perangko dari kertas sampul harus dilakukan dengan hati-hati. Perangko pada umumnya dibuat oleh penerbit percetakan negara dan dikeluarkan oleh kantor pos. Secara teknis perangko dibuat dengan melapisi bagian belakang perangko dengan semacam lem khusus untuk aplikasi kertas yang larut dalam air. Lem ini dapat difungsikan oleh pengguna dengan jalan membasahi bagian belakang perangko ini (kadang juga dengan jalan dijilat oleh penggunanya). Setelah itu perangko dilekatkan pada sampul dan segera setelah kering akan menempel dengan baik. Untuk dapat melepaskan perangko kembali dari kertas sampul, disarankan untuk tidak menarik perangko dalam keadaan kering. Hal ini akan berakibat kerusakan pada lapisan perangko di bagian belakang dan sering juga menyebabkan tidak rapi karena ada bagian kertas sampul terbawa. Jika rekatan perangko cukup kuat dan saat menarik tidak hati-hati, dimungkinkan juga perangko akan sobek dan menyebabkan cacat, dan keadaan ini tidak disukai oleh para filatelis.

Teknik pelepasan perangko yang dianjurkan adalah sebagai berikut :

  • Gunting sebagaian kertas / sampul surat pada bagian yang ada perangkonya, tidak perlu harus tepat pada sisi tepi perangko. Hal ini juga harus diperhatikan, karena kalau menggunting tepat pada sisi perangko akan dapat memotong bagian perangko.
  • Rendam potongan kertas dan perangko tersebut pada air dingin sampai tercelup dan didiamkan selama kira-kira 10 menit.

Perangko direndam

  • Setelah bagian tersebut tercelup dan basah, biasanya perangko akan mudah untuk dilepaskan dari kertas atau bahkan ada yang sudah lepas sendiri. Jika masih menempel maka perendaman dapat diteruskan kembali atau dapat ditarik secara perlahan dengan hati-hati supaya tidak sobek.

Pelepasan lapisan kertas

  • Perangko yang sudah terlepas, diletakkan di atas kain bersih dengan keadaan gambar perangko melekat pada kain (posisi terbalik).

Pengeringan perangko

  • Setelah kering, kira-kira selama 3-6 jam, kemudian perangko akan diambil dan diletakkan pada sela-sela buku untuk membuat kertas rata.

Perangko kering

  • Keesokan harinya perangko sudah siap untuk ditata dan dimasukkan dalam album perangko.

Album perangko

Selama proses, kita harus selalu berhati-hati dan tidak perlu terburu-buru. Perangko yang rusak selama proses pelepasan baik cacat karena sobek atau terpotong atau bahkan gambarnya rusak, biasanya kurang disukai oleh filatelis dan tidak bisa ditukar-tukarkan. Selama proses, kadang ada yang sampai perlu untuk menggunakan pinset supaya dapat diperoleh perangko yang benar-benar mulus.

Jadi demikianlah sekedar tips usang yang saya coba tulis kembali khususnya untuk bahan praktek bagi anak saya sendiri. Sekalian kalau sudah ditulis dan dipublish dalam blog ini mungkin juga dapat bermanfaat bagi sebagian para pembaca atau bahkan berminat untuk memulai untuk mengkoleksi.

Jika ada pembaca yang memiliki perangko bekas, daripada berniat untuk membuangnya, mending dikumpulkan saja dan dikirim ke saya. Kalau saat ini masih ada yang koleksi perangko dan berminat untuk tukar menukar koleksi, dapat menghubungi saya. Kebetulan koleksi yang ada ternyata banyak yang dobel juga, jadi boleh lah untuk bertukar koleksi.

 

Iqmal Tahir

Iklan

One response »

  1. […] Pertama saya membaca artikel tersebut khususnya yang terkait dengan trik yang dilakukan oknum tadi sekilas adalah teknik yang biasa dilakukan para philatelis. Kalau philatelis melakukannya pada obyek perangko dengan tujuan  agar memiliki tampilan yang rapi dan untuk keperluan koleksi, maka pelaku pemalsuan meterai ini melakukannya memang untuk tujuan bisnis. Soal perlakuan pada perangko bekas pernah juga saya tulis lho, mungkin pembaca dapat berminat membacanya juga di sini. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s