Kabar tentang jamur berasap dan menimbulkan kegegeran bagi masyarakat muncul kembali. Kali ini diberitakan jamur raksasa dengan diameter lebih dari 50 centimeter ditemukan warga di Dusun Batunungul, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Minggu (15/11/2009). Tahun 2008 lalu sudah ada berita serupa tentang jamur raksasa yang mengeluarkan asap secara berturut-turut di kawasan Magetan, yakni di desa Getasanyar, dan kemudian di jamur dusun Keniten desa Turi Kecamatan Panekan. Pada tahun ini juga ada kasus jamur berasap di Jl Cumpedak Dusun Kreongan Kelurahan Jember Kidul, Jatim. Tahun 2007, kejadian serupa juga muncul di Dusun Peyuyon, Desa Mertasari, Kecamatan Purwonegoro, Banjarnegara.

Untuk yang di Tasikmalaya, diberitakan  bahwa dari bagian jamur akan keluar asap tipis. Dari pengamatan saat itu bahwa kondisi jamur yang masih utuh selama tiga hari terkadang mengeluarkan asap tipis dari batangnya. Fenomena asap dari jamur raksasa pada saat jamur masih tumbuh sering juga terlihat oleh pengunjung yang melihat jamur tersebut.

jamur dari i.ehow.comMenurut penemu jamur ternyata jika jamur raksasa diperhatikan secara seksama dengan sabar maka akan menimbulkan asap meskipun munculnya asap dari jamur tersebut tidak tentu. Ia yakin asap tersebut berasal dari batang jamur dan bukan dari proses pembakaran disekitar lokasi ditemukannya jamur raksasa. Analisis lebih lanjut diduga bahwa kemunculan asap tersebut diakibatkan dari pembakaran cahaya matahari yang memanas pada batang tumbuhan jamur. Menurutnya terik matahari bisa mengakibatkan jamur tersebut berasap tipis karena lebabnya jamur yang terjemur oleh matahari sehingga terjadi proses penguapan.

Selanjutnya dapat dimengerti, bahwa jika ada kabar aneh maka akan mengundang orang untuk datang. Warga setempat beramai-ramai mendatangi jamur tersebut untuk melihat kebenaran memunculkan asap.

Untuk kasus jamur yang di Magetan bahkan sempat dihubungkan dengan kepercayaan lokal karena jamur tersebut muncul pada hari baik yakni Jum’at legi sehingga akan memiliki keanehan dan keajaiban. Fenomena ini diyakini beberapa warga mengingat jamur tersebut terkadang kalau pagi akan mengeluarkan gumpalan asap putih tipis dan fenomenan inilah yang kemudian dipercaya warga akan membawa berkah. Asap ini muncul dari celah – celah kelopak jamur yang mekar. Jamur ini memiliki ukuran cukup besar yakni ukuran tinggi hampir 80 cm dan diameter 60 cm. Saat itu dapat menyedot pengunjung untuk melihat keanehan ini sampai jumlah 500 orang per harinya.

Untuk kasus jamur di Banjarnegara, menurut penemunya asap akan muncul kalau siang dan terkena sinar matahari. Asap menyerupai kabut putih dan tidak berbau. Dari coba-coba diketahui asap tidak berbahaya karena saat diujicoba dengan korek, juga tidak menyala. Jamur ini dapat tumbuh dengan cepat hanya dalam beberapa hari sampai berjumlah sekitar 200 lembar daun dengan lebar bervariasi. Keanehan jamur saat itu kemudian dikaitkan dengan pemilihan kepala desa (pilkades) setempat.

Memang kunjungan orang untuk melihat karena rasa ingin tahu itu wajar, tetapi jika kemudian jika dihubung-hubungkan dengan sesuatu yang mempengaruhi nasib itu akan jadi aneh.

Asap dapat muncul dari mana saja. Air atau bahan yang mengandung cairan jika terkena panas, juga akan menghasilkan asap. Asap dapat muncul dan terlihat dari banyak benda, seperti minuman soda atau bir yang baru dibuka, orang menghembuskan udara dalam udara yang relatif dingin dan berkabut, knalpot kendaraan, ketel uap dan lain-lain.

Untuk kasus jamur berasap ini, fenomena yang tampak oleh pengunjung sebagai asap ini diduga seperti pengakuan penemu jamur, pada saat jamur terkena panas matahari kemungkinan adalah uap air yang keluar dari jamur. Fenomena ini sering kita amati kalau tanah atau jalan saat baru saja terkena gerimis tetapi kemudian ditimpa oleh panas matahari maka kemudian akan muncul asap dari jalan atau tanah tersebut.

Tetapi dugaan yang lebih kuat adalah berupa keluarnya spora dari tubuh jamur yang sudah matang. Dengan bantuan sedikit angin, maka spora akan keluar terlepas dan terbang terbawa angin. Dalam jumlah relatif banyak, maka spora ini akan terlihat seperti asap. Hal ini secara visual dapat diamati bahwa pada daerah tanah di sekitar jamur tumbuh akan tampak berwarna putih dari spora-spora yang terjatuh di sekitarnya.

Untuk diketahui bahwa tanaman jamur dapat berkembang biak salah satunya dengan alat reproduksi berupa spora ini. Spora dihasilkan dari sel-sel basidiospora yang terdapat pada bagian tubuh jamur yang disebut sebagai lamela. Lamela ini terletak dekat pada tangkai jamur. Pada saat jamur sudah mencapai kematangan tertentu atau sudah dewasa maka bagian jamur akan merekah dan memungkinkan spora-spora akan terlepas. Oleh karena itu dengan rangsangan angin atau panas, maka spora akan keluar secara bersamaan dan terlihat seperti asap.

Mengingat ukuran jamur yang besar maka jumlah spora yang dihasilkan

juga banyak. Dengan demikian saat jatuhnya spora dari badang jamur ini mesti akan terlihat sebagai asap. Dengan penjelasan ini mestinya kita tidak boleh lagi mempercayai adanya sesuatu yang bersifat mistik di balik fenomena jamur berasap ini. Kalau dianggap jamur ini akan mendatangkan rejeki atau mungkin mendatangkan bencana, itu adalah sesuatu yang tidak berkaitan.

Jamur berasap mungkin saja mendatangkan rejeki, tetapi itu dari efek lain. Misalnya pemilik lahan dapat menarik ongkos bagi pengunjung yang akan melihatnya, para pemuda di sekitar lokasi mengelola jasa parkir bagi pengunjung, beberapa warga di sekitar dapat memanfaatkan dengan berjualan atau bahkan kalau jamurnya sudah mau matang, diambil sebagian untuk dimasak dan dijual.

Kalau fenomena jamur berasap bagi saya sih, cukup bermanfaat. Minimal untuk mendapatkan satu artikel lagi buat tulisan di blog ini.

Ilustrasi :

1. Jamur di Magetan / 2 lokasi (sumber gambar dari dari link dan link ini)

jamur raksasa di magetan

 Jamur magetan

2.  Jamur di Jember (sumber gambar dari dari link ini)

Jamur raksasa berasap di Jember

 

Iqmal Tahir

Iklan

6 responses »

  1. […] Misteri Jamur Berasap Rate this: Bagikan lewatFacebookEmailTwitterPrintLike this:SukaBe the first to like this post. […]

  2. […] Misteri Jamur Berasap Rate this: Bagikan lewatFacebookEmailTwitterPrintLike this:SukaBe the first to like this post. […]

  3. […] Misteri Jamur Berasap Rate this: Bagikan lewatFacebookEmailTwitterPrintLike this:SukaBe the first to like this post. […]

  4. […] Misteri Jamur Berasap Rate this: Bagikan lewatFacebookEmailTwitterPrintLike this:SukaBe the first to like this post. […]

  5. […] Misteri Jamur Berasap Rate this: Bagikan lewatFacebookEmailTwitterPrintLike this:SukaBe the first to like this post. […]

  6. […] atau kayu bakar, juga bukan dari makhluk halus. Jadi jamur ini sedang sebar-sebar spora. Menurut artikel ini, kalau ukuran jamurnya besar, asap sporanya jadi terlihat jelas. Jika ukuran jamurnya kcil, […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s