Saat menunggu kedatangan bis di terminal bis mungkin di beberapa bagian lokasi terminal akan melihat anjuran simpatik yang ditujukan kepada pengemudi untuk mematikan mesin bis saat di terminal. Saya sangat menyambut baik anjuran yang terpampang di rambu ini.

Kepulan asap dari knalpot bis (sumber : purabayabusterminal.wordpress.com)

Kepulan asap dari knalpot bis

Ada berbagai manfaat yang diambil dengan pemenuhan anjuran itu. Bagi pengemudi dan pemiliki bis maka dengan mematikan mesin maka diharapkan dapat menghemat bahan bakar minyak yang digunakan. Dengan tidak menyalakan mesin maka jumlah bahan bakar yang dibakar menjadi berkurang maka mestinya efek lebih jauhnya adalah produksi gas hasil pembakaran menjadi berkurang. Gas-gas hasil pembakaran yang bisa saja merupakan polutan karena pembakaran tidak sempurna maka akan ikut dikurangi, sehingga mencegah pencemaran udara di lingkungan terminal. Untuk diketahui banyak sekali orang yang sebagian besar waktunya dilakukan untuk beraktivitas di lingkungan terminal bis. Selain itu langkah ini juga berarti ikut memberi kontribusi dalam hal pengurangan laju pemanasan global.

Akan tetapi kenyataannya mengapa selalu pengemudi tidak mau mematuhi anjuran baik tersebut. Dari pengamatan ternyata memang ada faktor yang menjadi alasan bagi pengemudi bis ini.

Papan anjuran mematikan mesin bis.

Papan anjuran mematikan mesin bis.

Saat bis menunggu penumpang, maka dengan mesin bis hidup, hal ini sebagai tanda bahwa bis sudah siap berangkat yang berarti penumpang kalau memilih bis tersebut tidak perlu menunggu waktu pemberangkatan lebih lama. Perlu dipahami bahwa sering penumpang tertentu yang mencari bis untuk langsung berangkat segera setelah mereka sampai di terminal. Dengan sistem kompetisi untuk mencari penumpang yang ketat maka hal ini harus diupayakan pengemudi dan crew bis untuk memenuhi bis dengan penumpang semaksimal mungkin.

Fasilitas bis yang nyaman akan semakin dicari dan menjadi pilihan penumpang. Salah satu fasilitas kenyamanan ini adalah bis dengan pendingin udara. Untuk bis dengan pendingin udara maka akan menyebabkan penumpang merasa nyaman selama perjalanan. Untuk menunjukkan kepada calon penumpang sejak awal bahwa bis tersebut memiliki pendingin maka pengemudi tentunya harus menyalakan pendingin tersebut selama menunggu penumpang, otomatis tentu saja diperlukan mesin hidup untuk memasok energi bagi pendingin ini. Apabila mesin dimatikan tentu saja pendingin akan ikut mati dan penumpang bisa saja tidak mau menunggu atau bahkan bisa saja berpindah menumpang ke bis yang lain. Tentu saja hal ini tidak dikehendaki oleh para crew bis.

Contoh rambu anjuran mematikan mesin kendaraan.

Contoh rambu anjuran mematikan mesin kendaraan.


Contoh lain rambu di halaman tempat istirahat di jalan tol.

Contoh lain rambu di halaman tempat istirahat di jalan tol.


Untuk membantu mengefektifkan anjuran di atas, maka diperlukan langkah-langkah perbaikan yang diharapkan dapat diikuti oleh para segenap pihak di terminal bis. Beberapa langkahperbaikan ini antara lain adalah:

  • Pembuatan dan pengaturan jadwal pemberangkatan bis dengan lebih tertib dan teratur. Alokasi jadwal yang lebih tertib dan diikuti seluruh bis akan memungkinkan penumpang merasa yakin dan tidak perlu harus menunggu di dalam bis dalam waktu lama. Bis sebelumnya menunggu di tempat lain sebelum masuk terminal keberangkatan hanya pada waktu yang akan ditentukan sesuai jadwal. Jatah alokasi waktu bis di terminal mestinya diberi batasan maksimum dan tidak lebih dari 10-15 menit hanya untuk menaikkan penumpang saja. Para penumpang sebelumnya mesti sudah beli tiket di loket dan sudah tahu nama bis, no bis dan jadwal pemberangkatan. Dengan demikian penumpang hanya perlu berada di ruang tunggu sampai mendekati jadwal pemberangkatan, tidak perlu harus menunggu bis di bagian pemberangkatan. Fasilitas bis mestinya juga dibuat seragam dengan memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan berkendara, sehingga tidak menyebabkan penumpang pilih-pilih bis. Demikian juga pelayanan dari para crew termasuk cara mengemudi yang harus memenuhi standar pelayanan yang baik.
  • Secara teknik pada terminal di ruang pemberangkatan disediakan mesin penghisap (blower udara) dengan saluran penghisap yang bisa diarahkan pada knalpot bis. Hal ini mirip pada bengkel kendaraan bermotor yang memiliki fasilitas serupa untuk menghisap asap kendaraan bermotor. Dengan demikian asap dari knalpot bis akan langsung tersedot blower dan tidak keluar di lingkungan udara di sekitar ruang pemberangkatan.
  • Pada ruang tunggu dan ruang pemberangkatan, jika memang berupa ruang tertutup maka harus disediakan blower untuk penghisap udara untuk proses sirkulasi udara. Pengaturan ini jika konstruksi dan desain ruangan cukup terbuka dapat dilakukan dengan jalan pengaturan ventilasi udara yang bagus.
  • Dari sisi kendaraan, tentu saja perawatan bis harus selalu dilakukan oleh pemilik kendaraan. Selain untuk kontrol kondisi mesin kendaraan supaya tetap layak jalan, tentu saja adalah untuk meyakinkan tidak menghasilkan polutan berlebihan akibat setelan mesin yang tidak sesuai.
  • Untuk kasus tertentu dimana pengemudi ingin dapat menjalankan bisnya dengan lebih laju maka sering dijumpai ada oknum yang menggunakan bahan bakar solar dengan dicampur bensin. Hal ini dapat menjadi tarikan mesin menjadi lebih kuat, walaupun sebenarnya tidak cocok untuk spesifikasi mesin diesel. Beberapa oknum pengemudi bis malam untuk trayek jarak jauh yang nakal sering melakukan langkah ini. Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai standar tentu saja akan berakibat asap produk pembakaran yang lebih bervariasi dan mungkin menghasilkan timbal dari bensin yang digunakan. Tentu saja hal ini mestinya dihindari karena dapat ikut memberikan dampak terhadap kualitas udara, apalagi jika di ruang pemberangkatan mesin juga dalam keadaan hidup.

Sebagai uraian penutup adalah jika memang mematikan mesin bis sudah dianjurkan maka para crew bis dan para penumpang hendaknya memahami sisi positif hal ini. Tentu saja akan ada pengurangan baik rasa kenyamanan dan pola kebiasaan yang harus disesuaikan dengan kondisi ini. Pada akhirnya manfaat yang seperti telah ditulis di atas, dapat diperoleh oleh kita semua.

Iqmal Tahir
ps. Silakan baca tulisan terkait : Anjuran Mematikan Mesin Saat Lampu Merah

One response »

  1. […] Silakan baca tulisan terkait : Anjuran Mematikan Mesin Bus di Terminal Rate this: Bagikan lewatFacebookEmailTwitterPrintLike this:SukaBe the first to like this post. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s