Artikel dimuat di kolom Suara Warga (Suara Merdeka Online)
tanggal 17 Desember 2009
.

Saat seorang kawan melihat dan menelusuri blog saya ini, kemudian sedikit bertanya kapan saya bisa menulis sebanyak itu. Dan pertanyaan lebih lanjut adalah apakah tidak capai menulis banyak rangkaian kata itu. Kalau bagi saya hal ini adalah karena nasib saya sebagai dosen dipaksa untuk selalu kritis dan skeptis akan suatu permasalahan dan selanjutnya dapat memberikan penalaran serta jalan keluarnya, selain itu juga ditambah faktor soft skill yang mungkin sudah terbekali dalam diri saya sejak sekolah menengah dulu.

Saat sekolah di SMP Negeri 1 Purwokerto dulu, kebetulan sudah ada pelajaran kesekretariatan dan siswa diminta mengikuti dengan tujuan khusus adalah memiliki kemampuan mengetik cepat. Hal ini cukup membantu bagi saya untuk memiliki keterampilan tambahan ini.

mesin ketik manualSelain itu bagi saya ketersediaan sarana mesin ketik atau komputer juga mendukung, walaupun tidak selalu harus milik pribadi. Dengan adanya ketersediaan sarana maka kebiasaan menggunakannya akan secara otomatis semakin membuat mahir dan terampil. Mesin ketik saat smp dulu tersedia cukup banyak di ruang praktek, sementara di rumah ada mesin ketik kecil milik orang tua yang boleh digunakan. Saat SMA dulu menggunakan mesin ketik kakak sulung saya yang tinggal bersama saat kost. Saat kuliah mesin ketik menggunakan punya Pak De saya atau pinjam punya fasilitas laboratorium. Pengetikan digunakan untuk membuat laporan praktikum atau menyusun buku diktat latihan soal-soal kuliah. Pada waktu bersamaan juga mulai mengenal komputer yakni saat tahun keempat untuk menyusun laporan penelitian ekstrakurikuler (LKIP) dan juga saat menyusun skripsi. Saat itu menggunakan komputer milik pak De juga, atau pakai rental, kadang juga ‘ngrusuhi’ komputer punya kantor. Setelah lulus dan punya honor, kemudian akhirnya terlaksana punya komputer jangkrik sendiri jenis prosesor AT486 memorynya sekitar 2 x 128 KB, lengkap dengan printer dot matrix-nya. Saat itu kebiasaan mengetik jadi semakin sering. Kemudian mengenal internet secara intensif saat tugas di Austria empat tahun kemudian, dimana tersedia komputer dan jaringannya, bahkan saat pulang ke tanah air akhirnya dibawakan 1 unit CPU branded. Seiring dengan perkembangan waktu, komputer dan laptop sudah menjadi tangan kananku di dalam bekerja, untuk menulis, menyiapkan bahan kuliah, riset kimia komputasi, menulis dan menyunting naskah publikasi, akses internet dan komunikasi, bermain game, mendengarkan musik, melihat video dan foto, dan lain-lain. Tidak terasa keterampilan penguasaan keyboard terutamanya untuk mengetik jadi terbiasa dengan sendirinya.

Mungkin bagi banyak orang, mengetik adalah dianggap sebagai beban, tetapi bagi lebih banyak orang lagi, mengetik adalah suatu kebiasaan yang mudah dan tidak menjadi soal berat. Keterampilan mengetik tidak harus dimiliki oleh seorang sekretaris, tetapi sebenarnya dapat dimiliki oleh setiap orang yang mau. Hal ini dapat dilakukan secara alamiah atau kalau mau tentu saja harus berlatih secara sistematis sehingga dapat memiliki keterampilan mengetik yang praktis dan efektif.

Untuk dapat mengetik dengan baik tentu saja perlu ada latihan. Tetapi latihan saja tidak cukup, harus diikuti dengan kebiasaan secara terus menerus untuk membiasakan jari-jari kita secara cepat dan nyaman. Keterampilan mengetik untuk saya seperti telah disebutkan di atas adalah berasal dari pelajaran kesekretariatan. Praktek mengetik dilakukan di laboratorium mengetik yang isinya banyak meja masing-masing dengan mesin ketik besar. Dulu banyak tersedia mesin ketik dengan merk Brother, Remington atau merk lainnya. Mesin ketik saat itu tersedia dalam ukuran portabel ataupun ukuran besar. Kalau sekarang praktek mengetik tentu saja lebih banyak dilakukan di laboratorium komputer, sekaligus praktek komputer. Kekurangan dengan menggunakan komputer ini adalah keterampilan mengetik itu sendiri jadi tidak diutamakan, materi lebih banyak pada penekanan penguasaan komputer dan software yang digunakan. Dengan demikian keterampilan mengetik hanya dipahami oleh siswa sebagai efek samping saja.

Jika saat ini komputer sudah bukan lagi barang mewah bagi sebagian orang, maka mestinya penggunaan komputer juga harus dioptimalkan. Komputer banyak digunakan untuk kerja, perhitungan, komunikasi atau hiburan. Pemanfaatan komputer yang bersifat produktif untuk kerja mungkin lebih dapat dioptimalkan. Bagi kebanyakan orang, mungkin komputer untuk mengetik inilah yang perlu ditingkatkan, sehingga dapat menghasilkan banyak karya. Untuk itu keterampilan mengetik yang cepat akan lebih diperlukan.

Orang mengetik di keyboard dapat dilakukan dengan menggunakan 1 jari, 2 jari telunjuk atau yang benar adalah dengan memanfaatkan seluruh jari kita yakni sistem 10 jari. Mengetik dengan 2 jari atau sering disebut dengan “11 jari membabi buta” yakni telunjuk kanan dan telunjuk kiri, cukup banyak dilakukan orang biasa. Jika mengetik sistem 10 jari maka tentu saja posisi dan fungsi masing-masing jari adalah sudah tertentu dan tentunya jika sudah mahir maka hal ini akan dilakukan secara otomatis.

Kembali untuk upaya peningkatan keterampilan mengetik maka saya teringat awal harus berlatih mengetik dulu. Hal inilah yang merupakan pengenalan posisi-posisi huruf dan membiasakan fungsi jari tangan untuk tombol tertentu di keyboard. Untukmengetik tentu saja harus dipahami terlebih dahulu posisi masing-masing huruf dalam keyboard. Sering kadang orang masih belum hafal posisi tersebut. Untuk dipahami bahwa keyboard yang banyak dikenal sekarang ini dikenal dengan istilah sistem QWERTY, dengan susunan posisi tombol yang standar. Posisi ini sesuai dengan anatomi jari-jari tangan kita maka dibuat secara simetris untuk mengefektifkan kerja ke sepuluh jari, dan selain ibu jari maka jari yang lain dibuat berderet. Telunjuk jari diposisikan secara fix pada tombol F untuk telunjuk kiri dan tombol J untuk telunjuk kanan. Biasanya posisi jari yang lain akan secara otomatis menyesuaikan diri pada tombol-tombol yang di sebelahnya.

Pelajaran dimulai dari pembiasaan meletakkan jari pada tombol, yakni jari kiri pada tombol A, S, D, F dan ibu jari di spasi, sementara untuk jari tangan kanan pada tombol J, K, L, simbol ; dan ibu jari di spasi juga. Pelajaran dimulai dengan latihan untuk telunjuk dan jempol, untuk menulis F atau J berulang-ulang dikombinasi dalam bentuk kata 2, 3, 4, atau 5 huruf diseling spasi. Kemudian meningkat dengan telunjuk, jari tengah dan jempol. Dan seterusnya sampai seluruh tombol bisa dipraktekkan dan dilatih penggunaannya.

Dalam prakteknya disediakan buku yang berisi daftar kata atau tulisan yang harus diketik. Buku ini diletakkan di samping mesin ketik. Saat mengetik, kita dilarang memperhatikan hasil ketikan atau melihat keyboard, tetapi harus melihat pada buku yang ada di samping itu. Guru yang membimbing tugasnya adalah mengontrol posisi tangan kita dan mengawasi wajah kita agar tidak mencuri-curi ke keyboard atau ke kertas. Jika ketikan salah, tidak boleh dikoreksi tetapi langsung meneruskan ke bagian berikutnya. Saat mengetik juga dilakukan pengaturan waktu untuk melatih kecepatan mengetik.

Banyak hal yang berbeda pada mesin ketik dan komputer. Berbagai kelemahan dan keterbatasan pada mesin ketik, hampir semuanya sudah teratasi dengan adanya kemajuan teknologi komputer dan sarana pendukungnya seperti printer, scanner dan jaringan internet. Pada bagian berikut diuraikan beberapa hal yang menarik tentang perbandingan mesin ketik dan komputer. Harapannya adalah bagi pembaca setelah mengetahui hal ini dapat menjadi motivasi untuk lebih memanfaatkan komputer untuk bekerja dan berkarya lebih baik, tanpa menjadikan faktor kemampuan mengetik sebagai suatu alasan.

 keyboard komputer

Satu tombol pada mesin ketik biasa hanya dapat digunakan untuk menulis 2 macam tampilan. Pada aksara hanya huruf kecil dan huruf kapital, sedangkan pada tombol lainnya berupa angka dan simbol. Pemilihannya dilakukan dengan menggunakan tombol SHIFT. Untuk tombol di komputer bisa lebih dua, selain dengan menggunakan SHIFT, maka dapat lagi menggunakan Fn atau ALT bahkan dengan kombinasi CTRL+SHIFT atau CTRL+ALT. Oleh karena itu variasi huruf dalam mesin ketik sangat terbatas.

Pada mesin ketik, jenis huruf hanya satu macam saja. Untuk dapat memilih jenis huruf yang lain harus ganti mesin ketik atau jika mau tuts cetak pada mesin ketik itu harus diganti. Di komputer pilihan jenis font sangat banyak bahkan mungkin ada sampai ribuan. . Jenis huruf seperti italic atau bold pun dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Selain itu berbagai jenis simbol dan tanda bacaan, serta kode emoticon pun dapat diketikkan dengan mudah dan cepat. Membuat garis dan ilustrasi tambahan pun dapat dilakukan untuk mendukung kualitas dokumen yang diinginkan

Untuk keperluan ganti baris di mesin ketik biasa harus dilakukan dengan khusus, yakni menarik tombol tuas untuk ganti baris dan menyeret gandaran mesin ketik ke tepi kiri lagi. Kalau di komputer dapat dilakukan dengan menekan tombol enter, atau bahkan dilakukan secara otomatis. Pengguna tidak perlu lagi menyetel dan mengatur posisi kursor.

Pengaturan paragraf, kalau mesin ketik paling mudah adalah pengaturan rapat kiri. Untuk model justified harus selalu berpikir saat baris sudah mau habis untuk menghitung jumlah huruf yang tersisa yang boleh diketikkan dan sekalian untuk menggeser berapa spasi yang perlu ditambahkan. Dengan komputer hal ini juga sangat mudah sekali dilakukan baik untuk pengaturan paragraf rapat kiri, rapat kanan, justified atau bahkan simetris. Pengaturan manual sudah tidak lagi diperlukan.

Pengaturan margin dengan menggunaan tabulasi. Kalau saya dulu selalu menggunakan kertas dengan yang sudah diberi bagian kotak dengan jarak sesuai panjang margin dari tepi-tepinya. Jadi akan selalu menyesuaikan dengan ukuran margin itu karena tampak dari lembar kertas depan. Dengan komputer, ukuran margin dapat diatur secara cepat dengan menggunakan setting margin pada ruler yang ada.

Apabila terjadi kesalahan, maka pengetikan dengan mesin ketik biasa dapat dilakukan dengan jalan menghapus bagian yang salah dengan tipp-ex cair atau tipp-ex paper. Kalau mengetik dengan komputer, maka penggantian kesalahan akan lebih mudah dilakukan yakni dapat dengan tombol delete atau backspace.

Mengetik dengan jumlah rangkap, untuk mesin ketik biasa dapat dilakukan dengan menggunakan kertas karbon. Kalau mau dapat sampai rangkap empat, asalkan kertas karbonnya bagus dan kita menekan tombol keyboardnya harus kuat. Kalau dengan komputer maka isi dokumen dapat disimpan dalam bentuk file. Pengetikan tidak harus runtut, karena masih dapat dimodifikasi kembali dengan mudah, bagian mana pun, kapan pun, oleh siapa pun. Pencetakan dapat dilakukan dengan printer dengan jumlah yang tidak terbatas.

Kalau di komputer, pencetakan dilakukan dengan alat tambahan yakni printer. Printer ini tersedia dalam berbagai jenisnya seperti dot matrix, ink-jet atau laser-jet. Printer ini juga tersedia untuk aplikasi cetak hitam atau berwarna. Kalau pada mesin ketik biasa, maka pita dapat direfill atau digunakan baru. Demikian juga hal ini berlaku pada printer, pita atau toner yang digunakan juga dapat diisi ulang.

Pada mesin ketik, warna ketikan ditentukan dari tinta yang digunakan. Di pasaran tersedia jenis hitam, biru, atau merah. Selain itu ada juga kombinasi warna pita misal hitam dan merah. Untuk ketikan dengan komputer, selain warna standar hitam, maka jenis warna lain pun tersedia beraneka macam dengan berbagai macam kombinasinya. Hal ini dapat dilihat pada monitor. Kalau untuk pencetakannya maka hasil warna yang ditampilkan akan tergantung dari jenis printer yang digunakan. Untuk printer berwarna maka cetakan akan menghasilkan warna seperti yang dikehendaki.

Demikianlah sekilas tentang pengalaman melatih kebiasaan mengetik dalam diri saya, serta ulasan untuk membandingkan kondisi sekarang yang memberi kemudahan dan kepraktisan dalam hal mengetik. Mestinya tidak ada kata terlambat untuk memulai kebiasaan baik ini. Terlebih hal ini dapat menjadikan pertimbangan bagi guru untuk mendidik siswa-siswanya tentang keterampilan apa yang harus dimiliki sehingga dapat menjadi bekal hidup di masa depannya. Dengan penguasaan keterampilan mengetik ini akan merupakan suatu pembekalan soft-skill yang tidak ada pada kurikulum pendidikan umum di Indonesia. Tentang apa yang akan diketik, saya kira dapat disesuaikan dengan keperluan yang terkait baik khususnya yang mendukung aktivitas pendidikan, pekerjaan dan hidup kita.

Dengan melihat keterbatasan yang harus dilakukan pada saat mengetik jika menggunakan mesin ketik biasa, maka dapat dibayangkan jika mengetik dengan ketersediaan teknologi komputer saat ini maka mestinya akan jauh lebih ringan. Produktivitas menulis mestinya sudah tidak lagi terhalang oleh faktor proses pengetikannya. Untuk itu maka rajin-rajinlah untuk menulis dan mengetik bukan lagi menjadi kendala.

Intermezzo :

  • Software untuk latihan mengetik sebenarnya ada. Kalau saya suka model game untuk aplikasi latihan kemahiran mengetik, yakni TYPER SHARK (free download, dapat didownload dari beberapa sumber). Dengan game ini saya belatih membiasakan keterampilan jari-jari untuk dapat mengetik lebih cepat dan benar, serta unsur hiburannya juga ada.

typer shark

  • Sistem keyboard QWERTY sebenarnya sudah pernah dilakukan modifikasi untuk lebih mempercepat dan mengefektifkan penggunaan, tetapi sistem yang baru ini malah tidak digunakan lagi.
  • Dalam komputer, banyak simbol atau jenis huruf yang tidak tercakup dalam keyboard tetapi dapat ditampilkan yakni dengan menggunakan sistem kode ASCII.
  • Berbagai macam bentuk keyboard tersedia di pasaran untuk memenuhi selera penggunanya baik untuk penggunaan standar, praktis atau menekankan aspek ergonomisnya.
  • TYPEWRITER adalah kata terpanjang dalam bahasa Inggris yang dapat diketik dengan satu baris tombol pada keyboard QWERTY.
  • Mesin ketik untuk menggambar. Dilakukan dengan menggunakan penyusunan huruf dan simbol tertentu sehingga membentuk gambar besar. Gambar dapat dilihat dari kejauhan. Cek website guna link ini.

Gambar dengan mesin ketik

 

 

Iqmal Tahir

Iklan

2 responses »

  1. ball berkata:

    Paragraph writing is also a fun, if you be acquainted with then you can write otherwise it is difficult to
    write.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s