Pernahkah anda dikentuti orang yang berada di hadapan anda ? Bagaimanakah perasaan anda? Tentu saja dongkol dan marah mungkin akan muncul di dalam diri anda. Anda akan menganggap bahwa orang yang kentut tersebut tidak tahu diri, tidak sopan, dan tidak beretika.

Kentut adalah proses membuang gas dari dalam tubuh anda. Kentut bisa bervariasi ada yang berbau, ada yang keluarnya disertai suara. Komposisi gas adalah CO2 dan H2S yang merupakan hasil dekomposisi protein dalam lambung yang terakumulasi dalam lambung. Dengan mengetahui ada orang kentut di sekitar anda, baik dari mendengar suaranya atau mencium baunya, maka akan muncul rasa tidak nyaman dan tidak suka terhadap orang penyebab kentut itu.

Cerita di atas adalah sebagai analogi bagi kejadian yang mirip untuk gas buang dari kendaraan orang lain yang mengenai anda. Sekarang kalau anda memperoleh gas dari buangan yang berasal dari kendaraan di depan anda. Gas tersebut berasal dari proses pembakaran bahan bakar dalam mesin. Gas-gas dari knalpot dapat disertai suara, serta bau, bahkan kadang berupa asap yang terlihat mata. Sifat dari gas ini cenderung merugikan, berbau tajam dan tidak enak, menyebabkan pedih di mata, dan membuat sesak pernafasan. Tetapi mengapa perasaan yang anda alami akan berbeda dibandingkan kalau anda mengalami dikentuti orang, padahal prinsipnya hampir sama.

Sekarang setelah anda mengetahui analogi kalau gas dari knalpot itu adalah kentut dari pengendara orang yang di depannya. Mestinya anda dapat protes dengan berbagai cara, menggumam, mengumpat dan yang paling penting adalah pindah dari limpahan efek knalpot tadi.

Desain knalpot selalu mengarahkan ujung pipa ke belakang sesuai dengan arah laju kendaraan. Secara umum hal ini tidak masalah. Untuk kendaraan bermotor roda dua, seiring dengan tuntutan bentuk kendaraan dan teknologi yang dituntut pengendara agar motor dapat laju semakin kencang maka desain knalpot semakin berkembang. Salah satunya adalah memodifikasi arah knalpot dengan lebih ke atas. Bagi pengendara hal ini tidak masalah, akan tetapi bagi seseorang yang berada di belakang motor itu, maka akan mendapatkan limpahan gas-gas hasil pembakaran. Jadi ibarat orang terkena kentut, maka orang itu akan langsung mendapatkan kentut kendaraan langsung di mukanya.

Hal ini dapat terjadi kalau pada situasi berhenti beriring-iringan seperti saat berhenti menunggu lampu merah di perempatan jalan. Situasi yang sama mungkin terjadi juga saat jalan macet, yang menyebabkan kendaraan harus saling beriringan. Mungkin anda pernah merasakan semacam dorongan yang kuat jika berada di belakang sepeda motor besar dengan moncong knalpot yang persis mengenai anda. Untuk sepeda motor jenis 2 tak kadang mengeluarkan asapnya dengan kuat. Apalagi untuk jenis motor 2 tak yang sudah cukup berumur, mesin harus dijaga pada setelan stasioner gas yang besar supaya mesin tidak mati, akibatnya asap yang dihasilkan akan banyak. Mungkin kalau diibaratkan dengan kentut hal ini sudah tidak tepat lagi, tapi lebih cocok dianalogikan sebagai kompor minyak tanah yang berjalan, karena asap knalpotnya yang mengebul.

Pada saat kampanye atau konvoi para suporter bola, situasinya akan lebih parah lagi. Sebagian peserta kampanye bermotor ingin mencari perhatian dengan melepas tutup saringan knalpot. Dengan demikian saat gas mesin ditarik maka akan terdengar suara menggelegar dan gas-gas hasil pembakaran mesin akan dibuang tanpa disaring filter terlebih dahulu. Kalau anda melihat dan berada di sekitar lokasi kejadian, alternatif yang paling baik adalah menyingkir, karena langkah ini dapat menghindarkan diri dari polusi udara yang sangat mengancam.

Salah satu gas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar minyak yang digunakan di mesin ini adalah gas karbon monooksida (CO), normalnya selain gas itu adalah gas karbondioksida. Gas CO itu muncul dari hasil pembakaran minyak yang tidak sempurna. Gas-gas ini juga muncul untuk mesin jenis 2 tak yang menggunakan oli samping. Gas CO memiliki sifat berbahaya bagi kesehatan karena jika masuk ke dalam sistem darah maka akan terikat dengan haemoglobin, efek yang dihasilkan adalah pingsan dan rasa lemas, yang kemudian berakibat pada kematian.

Selain itu dihasilkan juga timbal sebagai logam berat yang dilepaskan ke udara dan dapat terhirup pada pernafasan manusia. Timbal ini dihasilkan dari penggunaan aditif tetra etil lead (TEL) yang berfungsi untuk menaikkan angka oktan pada bahan bakar minyak bensin. Timbal memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi kesehatan karena bersifat karsinogenik dan teratogenik.

Selain gas buangan dari sepeda motor, sebenarnya masih ada lagi berupa gas buang dari kendaraan besar. Untuk kendaraan dengan bahan bakar bensin biasanya berupa kendaraan yang sudah tua atau kendaraan dengan mesin yang sudah tidak berfungsi baik sehingga pembakaran tidak sempurna. Hal ini ditandai dengan keluarnya asap putih dari knalpot itu. Untuk kendaraan yang bermesin diesel, seringkali pembakaran menghasilkan asap hitam yang keluar terus menerus dari knalpot. Asap ini dapat menyebabkan nafas sesak dan menyebabkan kulit yang terkena jadi kotor.

Cara mengatasi sebagai orang lain adalah dengan selalu memposisikan kita tidak di belakang kendaraan tersebut. Pengendara juga dapat menggunakan helm yang berjenis rapat dengan kaca atau model helm cakil. Alternatif lain adalah dengan menggunakan masker selama berkendara sepeda motor.

Untuk pemilik kendaraan, jika mungkin gantilah sepeda motor yang digunakan. Jangan menyalakan gas dalam posisi tinggi jika dalam keadaan berhenti di perempatan sementara di belakang anda ada pengendara lain. Sering-sering merawat dan menservis mesin sehingga pembakaran bahan bakar dapat selalu terjaga dengan baik. Pilih dan gunakan jenis bahan bakar dengan aditif bukan TEL.

Semoga tulisan ini dapat menjadi pertimbangan kita di dalam rangka bertoleransi di jalan raya.

Intermezzo :

 

  • Gas H2S yang dihasilkan pada kentut relatif kurang berbahaya dibandingkan dengan gas CO dan logam Pb yang dihasilkan pada gas buang knalpot. Jadi berdasarkan fakta ini mestinya dalam hal ini anda lebih suka dikentuti orang daripada dikentuti pengendara sepeda motor ya ? Yang penting kalau memang tidak suka dikentuti, tentu saja konsisten jangan suka mengentuti.

Yamaha RXZ

  • Saya menulis draft artikel ini jauh-jauh hari saat masih di Indonesia. Ternyata sekarang saya kuwalat dengan memperoleh sepeda motor yang berpotensi untuk membuat kentut dan mengenai para pemakai kendaraan lain. Kalau di Yogya dengan MegaPro, relatif mesin masih baru dan motor tergolong jenis 4 tak, sehingga kentut eh…. gas buang yang dihasilkan tidak cukup parah. Tetapi untuk sekarang dengan kendaraan RXZ yang menggunakan mesin 2 tak dengan oli samping ini maka dapat menghasilkan gas buang yang merepotkan pengendara di belakang saya. Untuk itu ya mohon maaflah.

 

Iqmal Tahir

Iklan

One response »

  1. […] motor di jalan raya untuk menghindari gas buang knalpot yang dihasilkan oleh pengendara lain (dapat dibaca di sini). Di tulisan itu diibaratkan kalau gas knalpot itu sebagai kentut karena sama-sama berbentuk gas […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s