Berwudu adalah merupakan salah satu syarat untuk boleh dan sah dalam mendirikan shalat bagi orang Islam atau beberapa ibadah lainnya. Dalam hal berwudu sendiri juga ditentukan dengan persyaratan tersendiri di antaranya seperti melaksanakan enam perkara wajib dalam hal berwudu, menggunakan air untuk membasuh anggota tubuh tanpa terhalang, dan air yang digunakan hendaknya mengalir mengenai anggota tubuh yang wajib dibasuh. Dalam keadaan tertentu, berwudu tidak harus dengan air tetapi boleh diganti dengan tayamum.

Untuk pengertian air yang mengalir ini masih sering jadi pertanyaan. Berwudu yang benar dianjurkan dengan air yang mengalir dan bukan air diam, kalau air diam minimal 1 kolah. Untuk 1 kolah ini bersifat relatif, karena kolah kamar mandi itu volumenya sangat bervariasi, jadi mungkin perlu diperbaiki batasan ini. Tetapi saya pada artikel ini lebih akan membahas tentang kriteria air yang mengalir ini.

Pengertian air mengalir tentu saja bukan berarti mengalir seperti aliran di sungai, tetapi yang mengalir tidak dengan cara disibak dengan tangan atau diambil dengan menggunakan gayung. Air mengalir dapat berupa air yang memancar dari suatu wadah tandon atau juga dari pipa air yang keluar lewat keran. Untuk bentuk tradisional, tandon ini dapat berupa genthong atau ember yang dilubangi. Genthong yang terbuat dari tanah liat sering juga disebut sebagai padhasan merupakan fasilitas yang banyak dijumpai di berbagai pelosok daerah dan tersedia di rumah-rumah atau di surau kecil. Sarana untuk wudu dengan air mengalir yang paling praktis tentu saja berupa keran dari pipa leiding atau dari pipa tandon air. Orang yang berwudlu tinggal membuka keran dan segera setelah selesai menutup kembali keran.

 Berwudu

Di daerah Salatiga saya menjumpai, sarana untuk wudlu yang praktis juga, yakni dengan menggunakan ember plastik ukuran 2 atau 3 liter. Ember plastik ini dilubangi di bagian bawah untuk mengalirkan air. Pada saat akan berwudlu, orang akan mengambil air dengan ember kecil ini ke dalam bak dan menaruhnya di pinggir bak. Air yang memancar dapat segera digunakan untuk berwudlu. Jika selesai berwudlu, air masih mengalir maka ember tinggal diputar arah alirannya ke dalam bak kembali.

Penggunaan air yang mengalir secara fisik memang dikaji lebih efisien dalam hal membersihkan. Mengingat air yang mengalir maka akan dapat membuang kotoran dengan lebih cepat dan langsung menjatuhkan terbawa air tersebut. Dengan bantuan usapan tangan maka tentu saja hal membersihkan selain menyucikan itu sendiri akan dapat tercapai.

Apabila ditinjau dari kuantitas air yang digunakan, ternyata untuk air yang mengalir untuk memenuhi keperluan berwudlu, akan memiliki kuantitas lebih sedikit dengan yang diperlukan untuk wudlu dengan menggunakan gayung. Tentu saja hal ini akan bermanfaat untuk daerah yang rawan air atau ketersediaan air minim.
Demikian semoga tulisan ini dapat bermanfaat.

Intermezzo :

  • Saya pernah tinggal sementar di daerah daerah dengan kondisi kurang air. Ada saja cara berhemat air yang terkait dengan masalah wudlu ini, mereka berwudlu untuk 2 kali shalat dan menjaga agar jangan sampai batal. Misal untuk magrib dan isya, tetapi jangan untuk dzuhur dan asar atau asar dan magrib, apalagi untuk isya dan subuh, dimana periode waktunya terlalu lama. Bisa juga antara shalat malam dan sholat subuh. Saat antara menunggu itu bisa digunakan untuk aktivitas lain atau untuk ibadah membaca kitab suci Alquran. Kalau waktu antara shalat isya dan subuh yang terlalu panjang ya mending untuk ibadah lainnya seperti memberi nafkah isteri, dan lain-lain.
  • Kalau diinginkan lebih bersih, saya dapat pertanyaan mengapa tidak berwudlu sekalian dengan menggunakan sabun. Tentu saja pertanyaan ini keliru arah, karena tujuan berwudlu yang utama adalah menyucikan dan merupakan syarat sah sholat.

 

 

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s