Penggunaan komputer saat ini sudah bukan lagi merupakan barang mewah. Mengingat aplikasi penggunaannya yang sudah sangat meluas dan dapat bersifat secara fungsional, maka komputer telah digunakan oleh berbagai kalangan mulai dari industri, perkantoran, sekolah termasuk di rumah tangga. Kemajuan teknologi yang sangat pesat dari sisi hardware dan software juga mengakibatkan efek pergantian barang yang sangat cepat. Umur dari komputer termasuk asesorisnya menjadi relatif singkat yang kemudian diperlukan untuk ganti dengan alat dengan spesifikasi yang lebih baru. Selain itu faktor kerusakan dari alat sering juga terjadi dan berakibat diperlukan pergantian alat baru. Hal ini berakibat akan ada alat atau asesoris komputer yang terbuang dan tentu saja hal ini berpotensi sebagai limbah. Dalam banyak kasus, limbah ini sering menjadi suatu permasalahan baik dari aspek lingkungan yang berpotensi untuk pencemaran maupun dari aspek ekonomi untuk pengelolaan dan pemusnahannya.

Strategi pengelolaan mouse ini mestinya dapat dilakukan oleh berbagai pihak, mulai dari produsen, distributor maupun pihak lain seperti masyarakat. Pengelolaan limbah mouse ini dapat dilakukan dengan menggunakan strategi 3R yakni reduce, reuse, dan recycle.

limbah mouse

Penerapan langkah reduce dapat dilakukan dengan tidak membeli mouse baru jika mouse lama masih berfungsi baik. Namun dalam banyak hal pembelian komputer baru sering dilakukan dalam satu paket bundle, jadi dalam satu harga unit komputer tertentu, di dalamnya sudah termasuk mouse. Bahkan untuk pembelian paket notebook yang sebenarnya sudah ada fasilitas tool mousepad di notebook, yang prinsipnya berfungsi sama dengan fungsi mouse, kadang oleh penjual ditambahkan mouse baru sebagai bonus. Langkah reduce limbah mouse ini dapat dilakukan bagi pembelian komputer yang bersifat optional (seperlunya saja) misal membeli satu unit cpu saja, maka pembelian asesoris tidak perlu dilakukan.

Seiring dengan kemajuan teknologi, maka variasi bentuk dan teknologi mouse yang ada juga semakin banyak. Jika dulu mouse banyak menggunakan model scroll ball untuk menentukan arah gerak kursor berdasarkan geseran bola yang terdapat pada dasar mouse, maka selanjutnya sudah ada yang menggunakan teknik optik. Dari sisi bentuk, maka mouse diproduksi tidak saja memenuhi aspek fungsional tetapi juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan selera konsumen yang menginginkan estetika dan kenyamanan ergonomik saat digunakan. Saat ini mouse tersedia di pasaran dengan variasi warna, bentuk, dan ukuran yang sangat banyak. Hal ini mendorong konsumen untuk membeli mouse baru sesuai dengan selera dan kenyamanan penggunaannya. Jika sudah berlaku seperti ini upaya reduce limbah mouse jadi tidak berlaku lagi.

Langkah reuse limbah mouse dapat dilakukan jika mouse yang masih berfungsi digunakan terus sampai memang rusak sama sekali. Bahkan untuk mouse model scroll ball yang tidak dapat digunakan secara sempurna, biasanya dapat berfungsi kembali dengan jalan dibersihkan bagian bola dan roller di bagian dalam mouse. Hal ini biasa terjadi untuk mouse yang sering digunakan di dalam meja yang kurang bersih, akibatnya sering ada kotoran di mouse pad dan saat mouse digunakan akan menempel pada bola. Lama kelamaan kotoran akan terakumulasi dan mengganggu gerakan bola. Setelah dibersihkan maka mouse dapat digunakan normal kembali. Alternatif reuse mouse adalah dengan menawarkan mouse kepada pihak yang memerlukan mouse untuk fasilitas komputer yang digunakan.

Untuk program recycle tentunya mouse sebagai salah satu jenis limbah elektronik maka pihak yang boleh melakukan aktivitas recycle ini adalah terbatas. Dalam hal ini hendaknya pihak produsen yang diharapkan concern untuk melakukan aktivitas recycle limbah elektronik ini. Komponen dari mouse terdiri dari bahan plastik untuk cashing, komponen elektronik berupa pcb, serta kabel. Masing-masing tentunya harus dipilah untuk didaur ulang dengan menggunakan teknik tertentu.

Saat ini sudah lazim dilakukan program yang dilakukan atas inisiatif produsen berupa penukaran barang baru dengan barang lama milik konsumen. Pemilik barang dapat menukarkan barang bekas yang dimilikinya dengan barang serupa hasil produk baru untuk mendapatkan potongan harga tertentu. Dalam hal ini dilakukan juga program pertukaran mouse, yang biasanya dilakukan pada saat promo barang baru atau pada saat pameran produk. Sebagai contoh adalah perusahaan L*g*t*ch yang merupakan salah satu produsen mouse terkenal di Indonesia, dalam pameran Mega Bazaar 2010 di Jakarta membuka kesempatan promo promo penukaran mouse bekas merek apapun dengan wireless mouse baru. Penukar dapat memperoleh diskoun harga dari harga normal sebesar Rp. 280.000 menjadi Rp 199.000. Upaya ini bila dicermati memang merupakan upaya bisnis mengingat stand ini menjadi ramai dan banyak pembeli yang memanfaatkan kesempatan program penukaran ini. Di sisi lain hal ini dapat sebagai alternatif pengumpulan limbah mouse dari konsumen baik mouse rusak maupun mouse yang sebenarnya masih dapat dipakai namun sudah tidak digunakan konsumennya lagi, termasuk juga mouse normal namun karena pembelinya memang ingin mengganti dengan mouse jenis baru.

Limbah mouse

Cara seperti disebutkan itu dapat digunakan sebagai sarana pengumpulan limbah yang kemudian oleh pihak pengumpul dikelola lebih lanjut. Alternatif yang mungkin adalah mouse diseleksi berdasarkan masih berfungsi atau tidak, jika masih berfungsi dan bagus, maka mouse dapat dipilih untuk didonasikan ke pihak-pihak tertentu. Untuk mouse yang sudah tidak berfungsi tentunya dapat dikelola untuk langkah pemusnahan limbah.

Beberapa alternatif reuse limbah mouse sebagai bahan kerajinan tangan dapat ditunjukkan pada uraian berikut. Saya menemukan beberapa gambar hasil kreasi dengan menggunakan limbah mouse ini yang cukup menarik untuk dipajang di meja kantor atau di etalase. Sumber gambar saya peroleh dari website ini. Langkah ini mestinya dapat dicontoh guna kegiatan kewirausahaan baru oleh berbagai kelompok masyarakat.

Kreasi dari mouse bekas

Kreasi dari mouse bekas

Kreasi dari limbah mouse

Kreasi mouse bekas

Kreasi mouse bekas

Kreasi mouse bekas

Semoga ulasan ini dapat menggugah pembaca untuk berupaya meminimalisir limbah mouse. Dan juga siapa tahu kalau memang banyak limbah mouse di sekitarnya maka akan tertarik untuk mengolah menjadi hiasan tertentu.

Tertarik baca tulisan lain ? klik saja link berikut untuk menuju blog kami :
Iqmal Tahir

Iklan

2 responses »

  1. erry berkata:

    boleh ditiru tuh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s