Ini berita buruk buat yang sukanya berfoto di sembarang tempat khususnya di taman-taman di lingkungan wilayah Jakarta. Saat ini sudah ada rancangan peraturan daerah (Detik, 11/05/2010) yang mengatur tentang pengambilan foto di taman kota yang harus mendapatkan ijin terlebih dahulu. Dalam konteks untuk mendapatkan ijin inilah maka akan ada pungutan sejumlah uang yang harus dibayarkan.

Walaupun baru dalam tahap pembahasan oleh DPRD DKI, namun aturan ini perlu dikaji dengan lebih bijaksana. Mestinya hal ini adalah untuk kepentingan foto yang bersifat komersial, seperti untuk syuting film atau pengambilan gambar untuk iklan. Untuk pengambilan foto yang bersifat non komersial dan hanya untuk kepentingan pribadi maka tentu saja tidak dikenakan ijin dan tidak perlu membayar.

Suasana Taman Monas

Suasana Taman Monas

Untuk diketahui taman kota adalah salah satu wilayah yang dikelola dan diatur oleh pemerintah daerah. Sebagai aset wisata, maka obyek ini juga perlu dipelihara dan dijaga dalam hal kebersihan, perawatan fasilitas dan sarana lainnya. Dengan demikian kenyamanan bagi pengunjung akan tetap diperoleh. Taman kota biasanya berfungsi sebagai sarana rekreasi lokal untuk sekedar refreshing baik untuk berjalan-jalan, olahraga jalan kaki, tempat bermain anak atau aktivitas rekreasi lain. Mengingat fungsinya tersebut maka taman kota juga akan ditata dengan baik termasuk pengadaan infrastruktur dengan estetika yang bagus. Kalau sudah seperti ini tentu saja akan ada pengunjung yang memanfaatkan untuk tempat pengambilan foto. Seringkali juga tempat yang indah akan memancing orang untuk berfoto dalam rangka kepentingan khusus seperti foto pre wedding, tempat syuting videoklip atau bahkan pengambilan iklan. Terkait dengan hal ini maka diperlukan pembedaan ijin apakah untuk seluruh aktivitas berfoto atau hanya untuk kepentingan foto komersial saja.

Kalau di beberapa obyek wisata, sering diberlakukan kebijakan-kebijakan tertentu terkait masalah berfoto di dalam wilayah tersebut. Untuk obyek museum, biasanya pengunjung memang tidak diperbolehkan mengambil foto di dalam ruangan. Untuk beberapa obyek wisata tertentu dikenakan kebijakan bagi pengunjung yang membawa kamera akan dikenakan tiket tambahan. Tempat wisata seperti ini memang biasanya sudah dijaga dan memiliki sistem pembayaran tiket masuk, dan tentu saja hal ini berbeda dengan model taman kota yang menerapkan sistem terbuka untuk umum. Untuk itu kontrol pelaksanaan pengawasan aktivitas di dalam taman itu yang akan menjadi kendala.

Supaya tidak menjadi masalah di kemudian hari, mestinya diperlukan langkah sosialisasi peraturan ini. Langkah sosialisasi kepada masyarakat ini diperlukan agar dapat diketahui secara luas. Mungkin dapat dilakukan dengan pembuatan poster baliho, pembuatan informasi melalui media atau website, pengiriman informasi atau leaflet ke biro-biro periklanan, dan lain-lain. Hal ini tentu saja disertai informasi prosedur dan tarif perijinan yang transparan sehingga tidak akan ada pungutan liar yang masuk ke kas pribadi.

Jadi mumpung masih gratis, silakan pergi sekedar jalan atau rekreasi ke taman kota. Ambil foto sebanyak-banyaknya, kesempatan masih terbuka. Cheesssssseee…..

Iqmal Tahir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s