Masih ingat tentang hukum Murphy ? Hukum yang berbunyi sebagai berikut : “Jika ada yang sesuatu yang berpotensi salah, maka hal itu akan menjadi salah”. Mungkinkah hukum Murphy ini berlaku pada tim nasional kesebelasan Perancis saat ini. Perlu diketahui bahwa lolosnya tim Perancis ke putaran final Piala Dunia ini lewat jalur kontroversial dan terlihat seperti ada bantuan secara tidak langsung dari organisasi sepakbola Eropa. Mengingat melalui cara seperti itulah, maka jika dari dua pertandingan pertama ini memperoleh hasil yang kurang memuaskan, bisa jadi Hukum Murphy memang berlaku.

Hukum ini kalau dikaitkan dengan kondisi tim nasional Perancis memang sangat pas. Dalam perjalanan penyisihan di benua Eropa, mereka harus melalui jalur Play-Off. Dengan menutup babak kualifikasi finis sebagai runner-up Grup 7 dengan 21 poin, Perancis tertinggal dari Serbia yang lolos langsung.Pada babak penyisihan ini juga tercatat buruknya prestasi para pemain bertahan dan mandulnya pemain penyerang yakni terlihat dari catatan 18 gol berbanding kebobolan sembilan gol rekor yang menghasilkan rekor enam kemenangan, tiga hasil imbang, dan sekali kalah. Pada babak Play-off melawan Irlandia Utara ini terjadi skor seri 1-1 pada babak pertama dan kemudian dapat menang dengan susah payah pada pertandingan kedua dengan skor 2-1 melalui babak tambahan. Di sini mereka dapat menembus babak final setelah menghempaskan Irlandia secara kontroversional dengan memanfaatkanhandsball Thierry Henry di leg kedua babak play-off untuk mengumpan bola.

Handsball Thiery Henry yang secara kontroversial meloloskan tim Perancis.

Handsball Thiery Henry yang secara kontroversial meloloskan tim Perancis.


Pada pengundian, tim Perancis banyak yang mengunggulkan mengingat status mereka sebagai juara dunia tahun 1998 serta berisikan nama-nama pemain terkenal yang menjadi andalan di klub masing-masing.Tim Perancis bergabung di grup A dengan bersama dengan tuan rumah Afrika Selatan, Meksiko dan Uruguay. Tetapi harapan itu berubah jauh dari kenyataan setelah dua pertandingan pertama dilakoninya.

Saat penyisihan di dua pertandingan pertama, terjadi kejutan saat tim ini tidak memberikan permainan yang baik dan bersemangat. Nilai penuh justru menjadi impian semata atau bahkan hanya disebut di atas kertas saja. Perancis hanya mampu bermain seri dengan Urugay tanpa gol dan bahkan kemudian kalah 2-0 dari Meksiko.

Saat pertandingan kedua Perancis lawan Meksiko terdapat isue bahwa Nicholas Anelka memaki sang pelatih Raymond Damonech.Dalam perkembangannya Anelka menolak meminta maaf karena tak merasa melakukannya. Kejadian ini berbuntut secara mengejutkan yakni Anelka dikeluarkan dari tim dipulangkan awal. Perlu diketahui bahwa Anelka meski tergolong senior, tetapi keikutsertaan dalam putaran piala Dunia ini merupakan yang pertama kalinya.

Kondisi ini bahkan semakin memburuk saat pertandingan ke dua. Terjadi konflik internal antara pemain dan pelatih yang kemudian melebar dan berbuntut panjang.Pemulangan Anelka telah berimbas negatif di tubuh skuad Prancis. Kejadian berikutnya adalah saat latihan dimana kapten tim Patrick Evra berselisih dengan dengan pelatih kebugaran Robert Duverne saat melakoni sesi latihan. Meskipun perselisihan keduanya dapat dihentikan Domenech dan Duverne yang terlanjur kesal malah kemudian mengundurkan diri. Hal ini kemudian memicu skuad ‘Ayam Jago’ yang lantas menolak untuk melanjutkan sesi tersebut. Dari kejadian ini kemudian membuat para pemain pun menghentikan sesi latihan itu dan masuk ke dalam bus. Kekisruhan yang terjadi itu pun semakin menjadi dengan tindakan pengunduran diri dari Jean-Louis Valentin yang menduduki jabatan direktur teknik FFF (Federasi Sepakbola Prancis).

Situasi dan kondisi yang dihadapi tim Perancis ini menjadi semakin susah. Hal ini sempat memancing tanggapan dari presiden Perancis sendiri yakni Nicolas Sarkozy. Melalui Menteri Olahraga Roselyne Bachelot, Sarkozymeminta agar masalah tersebut segara diselesaikan. Para pemain nasional mestinya memikul tanggung jawab dengan bermain sebaik-baiknya. Akhirnya memang kapten tim Evra mengeluarkan pernyataan bahwa tim akan tetap berusaha sebaik mungkin pada permainan akhir. Tetapi langkah para pemain Prancis tersebut tetap sudah tidak bisa diterima oleh sejumlah pendukungnya. Bukan hanya itu, para pemain yang pernah berseragam Prancis pun ikut memberikan komentar, seperti Emmanuel Petit, Alain Giresse dan Bixente Lizarazu. Yang jelas sudah banyak fans yang pesimis atas keberhasilan tim Perancis ini.

Tim nasional Perancis - Transformasi dari Ayam Jantan ke Ayam Sayur ?

Tim nasional Perancis - Transformasi dari Ayam Jantan ke Ayam Sayur ?

Sebagai penutup ya kita tunggu saja pertandingan ketiga Perancis. Mudah-mudahan para pemain Perancis tetap ingat kalau bermain sepak bola adalah dilarang menggunakan tangan, kecuali untuk penjaga gawangnya. Dengan janji dan niat memperbaiki permainan, memang bisa saja Perancis bisa memenangkan pertandingan lawan Afrika Selatan di laga pamungkas Grup A. Tetapi tentu saja kemenangan initak berarti banyak jika di saat bersamaan partai Meksiko kontra Uruguay berakhir imbang. Tim Perancis pun harus bersiap masuk kotak dengan tidak lolos babak penyisihan grup. Kita tunggu saja tanggal 22 Juli Besok.

Selanjutnya kalau mungkin Perancis tersisih, apakah mungkin FIFA mengeluarkan kebijakan susulan berupa aturan Play-Off untuk memberi kesempatan tim yang tersisih untuk tetap menghormati negara asal presiden UEFA ini ?

Tertarik baca tulisan lain ? klik saja link berikut untuk menuju blog kami :
Iqmal Tahir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s