Surat kabar banyak dilanggan orang untuk mengetahui informasi lokal dan global secara cepat. Orang dengan membaca segala informasi yang tercetak di surat kabar maka akan dapat mengetahui perkembangan terkini tentang banyak hal. Pada masa keterbukaan seperti ini arus informasi mengalir dengan cepat apalagi dengan didukung kemajuan teknologi informasi. Meskipun sebagian fungsi penyampaian informasi sudah mulai banyak dilakukan dengan menggunakan teknologi internet yang memudahkan orang untuk mengakses secara online serta didukung peran media televisi dan radio, keberadaan media cetak berupa surat kabar dan majalah tetap masih banyak dibutuhkan oleh sebagian orang. Berbagai kelebihan media cetak banyak yang tidak bisa digantikan oleh media elektronik dan televisi.

Membaca media cetak bagi banyak orang sudah menjadi menu aktivitas rutin sehari-hari. Hal ini dapat dilakukan setiap pagi saat memulai aktivitas rutin, bahkan juga dilakukan di sela-sela aktivitas sepanjang hari. Untuk orang yang sangat sibuk, mungkin kebiasaan membaca surat kabar mungkin baru bisa dilakukan saat beristirahat atau setelah usai bekerja. Namun yang jelas kebutuhan membaca surat kabar hampir dapat dikatakan sudah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian orang.

Media cetak surat kabar biasanya diterbitkan setiap hari, baik yang terbit pagi hari maupun terbit sore hari. Kalau harian yang terbit pagi hari akan memuat berita yang terjadi di hari sebelumnya, sedangkan harian yang terbit petang masih dapat memuat berita yang terjadi di pagi dan siang hari itu juga. Dengan kemajuan teknologi penyampaian informasi melalui internet serta kemajuan pencetakan jarak jauh, maka proses penerbitan media cetak surat kabar menjadi lebih mudah dan lebih cepat.

Contoh kover depan harian Kompas

Contoh kover depan harian Kompas


Konsumen pun dapat memilih surat kabar yang sesuai dengan kebutuhannya. Beberapa surat kabar diterbitkan untuk memenuhi pangsa pasar nasional atau lokal. Bahkan saat ini banyak surat kabar yang membidik kekhususan berita yang disajikan seperti dalam bidang ekonomi saja, olahraga saja ataupun bahkan hanya berita lokal saja. Beberapa surat kabar bahkan mencoba alternatif membuat terbitan khusus berdasarkan wilayah area penyebarannya.

Terkait dengan kebutuhan akan informasi ini maka banyak pembaca akan memiliki ketergantungan untuk membaca surat kabar. Jika hari-hari biasa, orang seperti ini meluangkan waktu untuk membaca, mungkin hanya pada saat waktu persiapan bekerja di pagi hari dan di waktu luang lainnya. Jika pada hari libur, seperti hari minggu, maka kesempatan untuk membaca surat kabar ini akan lebih leluasa.

Untuk hari libur seperti hari minggu, maka tidak menjadi masalah karena hampir setiap surat kabar tetap terbit. Namun yang menjadi masalah adalah pada saat hari libur nasional yang ditandai tanggal merah di kalender nasional. Pada hari libur nasional seperti ini, maka surat kabar akan ikut meliburkan diri. Memang ada beberapa surat kabar yang tetap terbit seperti harian Jawa Pos atau Koran Tempo. Untuk yang berlangganan bukan harian ini, tentu saja hari libur yang mestinya bisa diisi untuk membaca surat kabar dengan leluasa malah akan terasa sepi karena tidak dapat melakukan hal yang rutin ini. Akan ada kebiasaan yang tidak dapat diperoleh saat itu sehingga terasa membosankan.

Alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan mengakses informasi secara online. Banyak surat kabar menyediakan informasi online termasuk media surat kabar cetak juga menyediakan versi onlinenya. Tetapi hal ini tidak dapat menggantikan rutinitas yang biasa dilakukan. Tetap terasa menjadikan libur hari nasional menjadi terasa sepi.

Kalau dipikir, dari sisi pekerja di media cetak seperti surat kabar ini, maka mestinya mereka juga berhak untuk menikmati hari libur nasional seperti orang yang lain. Akan tetapi kalau dipikir lebih lanjut, pola pikir seperti itu sebenarnya kurang tepat. Tugas dan kewajiban mereka adalah bekerja untuk menyediakan informasi setiap saat. Orang membeli dan berlangganan surat kabar adalah untuk jangka waktu sebulan, tentu saja hal ini harus dipenuhi oleh penerbit surat kabar. Jadi mestinya pengelola harus mengatur agar ada wartawan dan pekerja media yang tetap bekerja pada hari libur itu dengan jadwal tertentu atau insentif tambahan, sehingga surat kabar tetap dapat terbit pada hari libur itu. Bukti bahwa tetap ada surat kabar yang terbit pada hari libur serta media online yang terus diupdate maka proses penerbitan ini tentunya tidak akan menjadi masalah.

Mungkin bagi penerbit dengankesempatan meliburkan diri dapat memperoleh keuntungan karena menekan biaya cetak dan biaya proses produksi selama satu hari. Akan tetapi kalau di sisi lain, kepercayaan pelanggan dan pembaca mungkin dapat berkurang apalagi kompetisi bisnis penerbitan surat kabar pada saat ini cukup tinggi. Bisa saja pelanggan beralih ke surat kabar lain yang konsisten menerbitkan setiap hari termasuk pada hari libur.

Kesempatan menerbitkan surat kabar tetap pada hari libur juga memungkinkan pemasang iklan tetap dapat memanfaatkan keberadaan terbitan itu. Beberapa jenis iklan memilih untuk diterbitkan pada surat kabar yang terbit hari libur, seperti iklan khusus pendidikan, lowongan kerja, iklan corporate social responsibility dan lain-lain. Dengan demikian dapat saja pemasukan hal ini ikut menutup biaya operasional penerbitan satu hari itu.

Dari tulisan ini, maka saya menghimbau kesadaran para penerbit surat kabar, agar pada hari libur nasional, tetap dapat menerbitkan surat kabar secara rutin. Jadi jangan lagi saya membaca informasi di halaman depan surat kabar satu hari sebelum hari libur itu dengan ucapan :

TIDAK TERBIT

Sehubungan dengan peringatan xxx yang jatuh pada hari xxx, xx-xx-xxxx, yang merupakan hari libur nasional, pada hari itu harian “xxx” tidak terbit. “xxx” akan kembali menemui pembaca pada hari xxx, xx-xx-xxxx. Pembaca dan relasi harap maklum.

Penerbit

Iqmal Tahir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s