Strawberry yang sebenarnya bukan merupakan tanaman asli Indonesia, ternyata telah dapat dibudidayakan di berbagai wilayah di Indonesia. Daerah dengan ketinggian yang mencukupi dan memiliki hawa yang dingin dengan kelembaban cukup tinggi merupakan wilayah yang cocok untuk keperluan budidaya tanaman ini. Beberapa daerah seperti Puncak dan Lembang di Jawa Barat, Karangreja (Purbalingga) dan Kopeng (Magelang) di Jawa Tengah, atau Batu (Malang) di Jawa Timur, ternyata telah menjadi sentra budidaya tanaman strawberry ini.

Budidaya tanaman strawberry ini selain dilakukan untuk upaya produksi buah guna konsumsi setempat maupun dipasarkan bagi memasok daerah di sekitarnya, ternyata juga dapat memancing minat bagi pengunjung untuk berwisata agro. Dengan tawaran agrowisata strawberry, memungkinkan kesempatan bagi banyak orang untuk dapat melakukan kesempatan petik buah dari pohon. Kesempatan seperti ini tentu akan memberikan sensasi bagi pengunjung untuk mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan yang mestinya berbeda jika makan dari buah siap saji.

Buah strawberry yang memancing dimakan langsung dari pohon

Buah strawberry yang memancing dimakan langsung dari pohon

Apabila pengunjung masuk ke suatu agrowisata strawberry ada beberapa sistem tarif pembayaran untuk kunjungan agrowisata ini. Cara pertama ini adalah pengunjung dibebaskan memetik buah sepuasnya dan dimakan di lokasi dengan membayar sejumlah tertentu tarif masuk. Dengan memperhitungkan perkiraan maksimum serta rata-rata buah yang mungkin dimakan pengunjung maka harga masuk dapat diperhitungkan. Cara kedua adalah dengan pengunjung dipersilakan masuk dan memetik buah strawberry untuk kemudian ditimbang berapa buah yang dipetik tersebut. Harga per kilo buah strawberry ini biasanya sudah diperhitungkan dengan yang mungkin dipetik pengunjung, sehingga harga akan lebih mahal dari harga pasaran.

Dengan kesempatan untuk dapat melihat budidaya strawberry secara langsung, kemudian diperkenankna untuk memilih dan memetik buah sendiri, maka agrowisata ini tumbuh berkembang dan menjadi banyak pilihan untuk ditawarkan ke pengunjung oleh pekebun strawberry. Perlu diketahui bahwa buah strawberry relatif tidak memiliki umur panjang setelah dipetik. Buah ini tidak akan awet lebih dari seminggu kecuali dengan didinginkan dalam ruang pendingin. Untuk itu pekebun lebih senang jika buah langsung dipetik oleh pengunjung untuk dikonsumsi langsung.

Buah strawberry menarik selera.

Buah strawberry menarik selera.

Berbeda halnya dengan agrowisata apel yang dilakukan oleh pemilik modal besar. Untuk agrowisata strawberry ini kebanyakan dilakukan oleh petani dengan lahan terbatas. Kesinambungan tanaman yang siap petik ini sering tidak dijaga, sehingga seringkali pengunjung datang tetapi jumlah tanaman yang berbuah tidak tersedia. Pengunjung hanya akan melihat budidaya tanaman, kemudian buah strawberry tinggal membeli yang diperoleh dari pasokan lahan sekitar.

Tanaman strawberry ditanam di bedengan atau taludan tanah yang beralur, serta dapat juga ditanam di polybag. Untuk tanaman yang dibudidayakan dengan baik, kadang taludan ditutup dengan talud mulsa guna mencegah rambatan tanaman gulma atau rumput liar. Oleh karena itu saat tanaman mulai berproduksi akan memunculkan buah yang berukuran sekitar 2-4 cm dalam satu rangkaian buah yang menggantung di ujung tangkai daun. Buah strawberry, yang saat matang ada yang berjenis warna merah tua atau jingga ini, apabila di pohon maka akan sangat mengundang orang untuk memetik dan memakannya langsung. Rasa buah yang masam semu manis memang akan terasa segar untuk orang mencicipi langsung.

Saya pernah menulis artikel tentang mencegah risiko kontaminasi bahan kimia saat memakan buah apel di lokasi agrowisata apel. Beranjak dari pemikiran yang sama maka sangat boleh jadi ancaman yang sama juga mungkin terjadi di lokasi agrowisata strawberry ini.

Pemilik kebun sedang menyrotir hasil panen strawberry untuk dijual.

Pemilik kebun sedang menyrotir hasil panen strawberry untuk dijual.


Buah strawberry setelah dipetik, biasanya langsung dimakan begitu saja.

Buah strawberry setelah dipetik, biasanya langsung dimakan begitu saja.


Sudah dicuci belum tuh ???

Sudah dicuci belum tuh ???

Seperti telah disebutkan di atas bahwa tanaman strawberry merupakan tanaman yang diintroduksi dari luar. Tanaman ini tumbuh semusim dengan bibit yang diperoleh dari pasokan luar. Untuk dapat memperoleh budidaya tanaman yang baik diperlukan teknik yang intensif, mulai dari pasokan bibit yang berkualitas, penyiapan lahan, perawatan, pengairan, pemupukan, dan pencegahan hama. Penggunaan pupuk kimia dan insektisida selalu digunakan untuk menghasilkan tanaman yang dapat tumbuh dan berproduksi maksimal. Pada saat penyiraman, penyemprotan pupuk dan insektisida sebenarnya perlu diatur sehingga saat tanaman berbuah, sudah tidak ada lagi bahan aktif kimia yang tertinggal baik di daun atau buah.

Akan tetapi sering kali perlakuan tidak sesuai dengan jadwal waktu yang disarankan. Saat sudah mulai berbuah masih banyak yang melakukan proses ini. Terkadang hal ini akan menyebabkan tertinggalnya residu bahan aktif yang menempel di daun dan buah. Apabila kemudian buah strawberry dipetik oleh pengunjung dan langsung dimakan maka tentu saja akan terbawa. Beranjak dari kemungkinan seperti ini maka sangat dianjurkan bagi pengunjung untuk mencuci buah terlebih dahulu sebelum dimakan.

Buah strawberry dapat langsung dimakan setelah dipetik, tanpa perlu dikupas. Praktek memakan buah langsung ini tanpa dicuci terlebih dahulu. Cara makan seperti inilah yang harus diwaspadai jika buah yang baru dipetik langsung dimakan.

Seperti yang disarankan pada pengelola agrowisata apel di tulisan sebelumnya. Bagi pengelola agrowisata strawberry ini pun hendaknya dianjurkan untuk menyediakan keran atau wadah air di sekitar lokasi kebun. Ketersediaan fasilitas inilah yang dapat digunakan pengunjung untuk mencuci buah strawberry yang telah dipetiknya sehingga langsung aman dimakan. Dengan prosedur seperti inilah maka diharapkan tidak terjadi proses kontaminasi atau keracunan pengunjung akibat penggunaan pupuk atau obat tanaman yang digunakan.

Ancaman kesehatan bagi orang yang tidak sengaja terkontaminasi bahan kimia pupuk atau insektisida akibat memakan buah strawberry ini dapat dirasakan langsung atau setelah beberapa lama. Dalam dosis kecil yang sangat mungkin adalah rasa sakit di perut, terlebih bagi orang yang cukup sensitif atau memiliki bawaan alergi mungkin akan terasa. Untuk mencegah hal ini tentu saja pencucian buah ini menjadi sangat penting dilakukan.

Dengan adanya tulisan ini saya mendorong orang untuk dapat berkunjung ke agrowisata buah strawberry dengan perasaan tenang dan aman. Kunjungan ke agrowisata seperti ini dapat membangkitkan rasa keingintahuan bagi anak-anak, khususnya bagi mereka yang berasal dari perkotaan besar, yang mungkin relatif asing dengan kegiatan pertanian di sawah atau ladang. Pengalaman yang akan diperoleh akan memberi bekal wawasan dan pengetahuan yang baru bagi mereka. Semoga bermanfaat.

Tertarik baca tulisan lain, kunjungi blog kami di :

Iqmal Tahir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s