Penggunaan bahan kimia berbahaya untuk diaplikasikan pada bahan makanan kembali terjadi. Kali ini adalah pewarna sintetis yang digunakan untuk pewarnaan buah leci busuk. Buah leci yang merupakan salah satu buah impor memiliki konsumen terbatas dari kalangan menengah ke atas. Penyerapan buah ini di pasar tentu saja tidak bisa dilakukan secara cepat. Seringkali buah leci yang dimiliki pedagang atau pengepul sudah mulai dalam keadaan membusuk sehingga tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Kalau sudah seperti ini tentu pedagang akan mengalami kerugian karena harus membuang barang dagangannya.

Hal ini dilakukan oleh ulah seorang oknum pedagang buah yang biasa berjualan di Surabaya. Ulah ini akhirnya ketahuan pada bulan Juni 2010 ini dan menyebabkan dia dijebloskan ke dalam penjara. Selama kurang lebih setahun sebelumnya, yang bersangkutan ternyata telah melakukan ulah nakal dengan menipu pembelinya dengan jalan mencampur buah leci yang dijualnya dengan zat pewarna merah. Dengan perlakuan tersebut maka buah leci yang dijualnya akan kelihatan segar dan menarik orang untuk membelinya.

Buah leci busuk yang harusnya dibuang.

Buah leci busuk yang harusnya dibuang.

Leci warna merah yang mengundang selera.

Leci warna merah yang mengundang selera.

Modus yang dilakukan adalah setelah mendapatkan buah-buahan itu dari sebuah gudang kemudian buah leci itu ‘dimodifikasinya’. Buah berukuran kecil itu dicelupkan ke dalam air yang sebelumnya sudah dicampur zat pewarna merah. Zat pewarna merah ini sebenarnya adalah pewarna sintetis untuk pewarna pakaian yang tentu saja akan berbahaya apabila digunakan untuk bahan makan. Setelah dicelup maka kulit buah leci itu berwarna merah menyala seakan-akan buah tersebut sangat segar. Meski sebenarnya sudah tak segar lagi, bila dicelup dengan zat pewarna, buah leci akan terlihat segar lagi dan bertahan hingga lama.

Penggunaan zat pewarna pada makanan diperbolehkan hanya untuk bahan pewarna tertentu yang sudah mendapatkan klasifikasi aman. Untuk zat rhodamin sebagai bahan pewarna sintetik tidak diperbolehkan pada makanan, bahan ini hanya digunakan untuk pewarna tekstil saja. Bahan ini bersifat karsinogenik yang berarti dapat menyebabkan timbulnya keluhan penyakit kanker. Penggunaan zat pewarna yang dicampurkan pada buah, kesehatan konsumen bisa terancam. Dengan demikian pelaku dapat dituntut ke meja hijau karena melanggar undang-undang perlindungan konsumen.

Buah leci matang akan pecah sendiri, dapat cepat membusuk.

Buah leci matang akan pecah sendiri, dapat cepat membusuk.

Buah leci warna merah.

Buah leci warna merah.

Untuk pengawetan buah maka pedagang dapat melakukannya dengan menggunakan fasilitas pendingin buah. Memang untuk keperluan ini diperlukan modal yang tidak sedikit. Konsekuensinya adalah berakibat harga jual buah menjadi lebih tinggi dan keuntungan menjadi lebih kecil. Untuk mencegah proses pembusukan yang baik, dapat dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan tempat. Selalu melakukan penyortiran dan pembuangan buah yang telah busuk agar tidak segera menular pada buah yang lain.

Kesadaran konsumen untuk selalu mewaspadai aneka macam produk yang dijual dan dijajakan di sekitar kita harus selalu ditingkatkan. Lebih baik selektif dan berhati-hati untuk memilih produk yang akan dibeli terutama produk makanan. Terkadang aksi mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari ulah oknum pedagang seperti ini berakibat dapat merugikan konsumen dalam jangka panjang. Semoga penindakan ulah nakal seperti ini selalu dapat diketahui dan diberantas pihak yang terkait dan pedagang juga jera untuk tidak melakukan hal tercela seperti ini lagi.

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s