Ketika kupandang sekilas, ternyata memang tampak pembalutnya sudah pecah. Di balik pembalut yang pecah tersebut kalau dilihat akan tampak helaian panjang dan ikal yang rapat. Wah timbul keraguan untuk menikmatinya… Tadinya terbayang rasa gurih dan asin kalau sebenarnya langsung dinikmati…

Sebenarnya untuk menyantapnya mestinya perlu ada perlakuan awal dulu biar lebih nikmat. Dengan kenyataan bahwa pembalut yang ada sudah pecah maka nafsu untuk menikmatinya sudah menjadi jauh berkurang….

Tulisan pengantar di atas mungkin dapat disalahtafsirkan menjadi sesuatu yang berkonotasi jorok. Tetapi hal ini sebenarnya saya jumpai dalam bungkus produk mi instan yang beredar di negara jiran di Malaysia. Untuk diketahui semua produk yang ada di pasar diatur harus mencantumkan informasi komposisi, simbol halal, cara pembuatan, data produsen, dan informasi lainnya. Termasuk di dalamnya adalah informasi tentang aduan kerusakan produk dan tanggal kedaluwarsa. Pada kemasan produk mi instan merk Mie XXXXX ini juga terkandung informasi tersebut. Mengingat produk dipasarkan di negeri dengan penduduk multi etnis, maka tulisan dibuat dengan bahasa Melayu, Cina dan Inggris. Hal yang menarik adalah tulisan dalam bahasa Melayu yang beberapa istilahnya dapat memiliki arti yang berbeda jika dibaca oleh orang Indonesia.

Bahasa Indonesia dan bahasa Melayu pada dasarnya memiliki kesamaan karena induk bahasanya adalah sama. Akan tetapi dalam perkembangannya memang terdapat beberapa istilah yang ditulis dan dibaca sama tetapi memiliki arti yang berbeda. Untuk tulisan yang saya gunakan sebagai kalimat pembuka di atas adalah dikutip dari teks di bungkus sebagai berikut :

Cek tulisan di bagian lingkaran merah. Jangan terima jika pembalut telah pecah.

Cek tulisan di bagian lingkaran merah. Jangan terima jika pembalut telah pecah.

Jangan terima kalau pembalutnya telah pecah.

Maka tentu saja kalau orang Indonesia membaca akan menjadi bertanya-tanya. Tetapi jika kemudian kita lihat terjemahan dalam bahasa Inggrisnya maka kita langsung menangkap artinya. Teks dalam bahasa Inggris tertulis sebagai berikut :

Do not accept if seal is broken.

Kalau yang dalam bahasa Cina saya jelas tidak bisa membaca dan mengerti artinya.

Dari uraian ini, kita paham bahwa ternyata makna pembalut adalah bungkus atau tutup pengaman. Kalau di Indonesia, pembalut ini biasanya digunakan sebagai sarana untuk menutup luka. Bahkan kemudian berkembang lebih khusus lagi bagi kalangan wanita, dimana pembalut otomatis diasosiasikan sebagai bahan penyerap darah saat yang bersangkutan mendapatkan haid / menstruasi.

Jadi kalau anda mau membuat makanan tetapi ternyata pembalut makanannya sudah pecah, maka apa akan anda lakukan ???

Iqmal Tahir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s