Kita lama tidak melihat kiprah si A yang juga dikenal dengan julukan Peterpan. Sedikit banyak A menghilang memang karena ulahnya sendiri walaupun prestasinya sebenarnya dikenal sangat baik. Umurnya yang masih mudah sangat memungkinkan untuk berkembang lebih baik lagi dan menghasilkan prestasi yang lebih membanggakan lagi. Namun sekali lagi karena banyak faktor pribadi yang muncul karena tingkah laku A ini seperti seenaknya sendiri, gila seks dan ulah negatif lainnya, maka seringkali terjadi konflik yang justru merugikan dia sendiri.

Selasa kemarin tanggal 10 Agustus 2010 akhirnya setelah lama ditunggu, kiprah A dapat dilihat kembali. A melakukan debutnya termasuk setelah terjadi pergantian pucuk manajer tim dan termasuk juga karena didukung oleh publik secara luas. Siapakah A yang terkenal juga dengan julukan sang Peterpan ini ?

Mungkin kalau pembaca melakukan pencarian baik di Google ataupun di mesin pencari lainnya dapat segera menemukan siapa si A ini. Namun kalau mencarinya dalam konteks ke-Indonesiaan, mungkin yang ditemukan identitas A ini adalah Ariel Peterpan. A yang ini memang sedang tenggelam juga dan tidak bermain saat ini karena ulah pribadi juga. Kalau A yang saya maksudkan adalah Antonio Cassano. Ariel Peterpan adalah artis yang terkenal dalam blantika band musik papan atas Indonesia, kalau Antonio Cassano adalah pemain sepakbola dari negeri pizza Italia. Jadi mungkin kalau pembaca berharap dapat menemukan tulisan tentang Ariel ya mohon maaf, atau dapat langsung ditutup saja. Saya hanya akan membahas tentang Antonio Cassano yang memang juga mendapat julukan Peterpan.

A. Cassano - Sang Peterpan dari Italia

A. Cassano - Sang Peterpan dari Italia


Cassano adalah striker yang mengundang perhatian dunia karena skilnya yang mumpuni. Sayangnya, Cassano juga dikenal sangat temperamen, pemarah dan suka berbuat seenaknya. Hal itu yang membuat dia mendapat julukan Peter Pan, tokoh fiksi yang selalu bertingkah layaknya bocah dan susah diatur. Seorang pemuda yang tak pernah berkembang menjadi lebih dewasa.

Kalau di Piala Dunia 2010 kemarin Cassano sama sekali tidak dilirik oleh pelatih Lippi untuk dimasukkan ke 23 pemain yang masuk skuad. Walhasil tim italia tidak lolos babak penyisihan dan bahkan menjadi juru kunci grup, yang menjadikan pelatih tim nasional terpaksa harus mundur. Walaupun tidak ada hubungannya jika saat itu Cassano saat itu ikut masuk pun belum tentu prestasi secara tim dapat terangkat, namun publik berharap sepertinya Cassano dapat terpilih untuk masuk tim nasional kembali. Setelah pergantian pelatih, akhirnya keinginan publik pun dapat terkabul. Di bawah kepemimpinan Cesare Trandelli, ternyata Cassano sang Peterpan kembali dipilih untuk melakukan debutnya.

Saat melakukan pertandingan persahabatan melawan tim Pantai Gading tanggal 10 Agustus kemarin, Cassano akhirnya turun merumput kembali. Seperti dituturkan pelatih baru ini, Cassano bermain baik meski hanya bermain selama 70 menit saja sebelum diganti Del Rossi. Meskipun skor akhir pertandingan pun belum menunjukkan kebangkitan Italia terbukti dengan kekalahan yang diperolehnya, namun debut Cassano ini memberikan nafas baru bagi permainan tim nasional.

Wajah baru tim italia dengan Cassano di dalamnya

Wajah baru tim italia dengan Cassano di dalamnya

Pada tulisan di bawah ini dapat disajikan rangkuman perjalanan karier dari Antonio Cassano – Sang Peterpan dari Italia. Sumber tulisan sebagian dirangkum dari Wikipedia dan berbagai sumber lainnya.

Antonio Cassano dilahirkan di Bari tanggal 12 Juli 1982. Dia biasa bermain sebagai pemain penyerang dan khususnya sering ditempatkan sebagai striker kedua. Pemain ini muncul dari pembinaan tim sepakbola Bari dan kemudian pada usia 19 tahun diikat kontrak dengan klub AS Roma dengan nilai transfer sekitar 30 juta euro. Kontrak tersebut membuat Cassano sebagai remaja dengan gaji tertinggi di sepak bola pada saat itu. Hal inilah yang mungkin menyebabkan perkembangan mentalnya menjadi kurang baik. Pemain ini meskipun memiliki bakat sepakbola yang baik namun memiliki temperamen yang mudah meledak. Pada musim pertamanya di Roma langsung menarik perhatian media setelah bentrok secara terbuka dengan pelatih Fabio Capello. Selama periode 2001-2005 di AS Roma ini Cassano mendapati prestasi naik turun bahkan sering dikesampingkan oleh pelatih klub karena memang sering tidak stabil dan acap bikin konflik itu. Walaupun AS Roma sempat mengalami pergantian pelatih dari Capello, Rudi Voller, Luigi del Neri sampai Bruno Conti, perilaku buruk Cassano juga tidak berubah.

Sampai akhirnya awal tahun 2006, Cassano berpindah untuk masuk ke klub kaya raya dari Spanyol yakni Real Madrid dengan transfer hanya sebesar 5 juta euro saja. Di klub baru ini, Cassano langsung memberikan sensasi pada pertandingan pertamanya di Piala Spanyol pertandingan melawan Real Betis. Pemain ini langsung mencetak gol pertama hanya tiga menit setelah memasuki pertandingan di babak kedua. Perilaku buruknya terjadi lagi, kali ini karena kebiasaan pola makan yang buruk, sehingga hanya aktif di klub tak sampai satu musim. Di Madrid, dikabarkan sebagian besar waktu malamnya dihabiskan dengan bermalam bersama berbagai wanita yang berbeda. Setelah biasanya Cassano akan pergi untuk memanjakan diri dengan sejumlah kue yang berakibat tubuh dan kebugarannya tidak terjaga. Di klub Real Madrid, kembali terjadi konflik dengan pelatih dan kemudian disusul dengan cedera tumit yang kemudian membuat prestasinya redup serta tidak menjadi pilihan utama di klub.

Perjalanan karirnya memang kembali ke Italia, namun bermain di klub Sampdoria dengan status pemain pinjaman. Prestasinya sebenarnya mengkilap kembali dengan gol-gol yang dicetaknya, tetapi watak urakannya juga tetap muncul. Sempat diusir keluar karena mendapat kartu merah pada suatu pertandingan, dan yang paling menghebohkan adalah karena melemparkan jersey di wasit saat ia meninggalkan lapangan. Pada musim keduanya di Sampdoria setelah ditransfer penuh, tingkah lakunya membaik bahkan menjadi wakil kapten tim. Saat itu Cassano berperan besar untuk menaikkan ranking di klasemen liga. Di Sampdoria inilah dapat disebut sebagai penyelamat karier dan hidup Cassano. Pemain ini dapat menemukan apa yang telah lama hilang, di sini juga dia mendapatkan sanjungan dan tempat di jantung baik para penggemar dan pelatih, serta yang tidak kalah pentingnya adalah mendapat dukungan dari kekasihnya.

Aksi Cassano saat membela the Samp

Aksi Cassano saat membela the Samp

Di kancah tim nasional Italia, Cassano memiliki lima belas caps dan tiga gol dengan Italia. Debut pertamanya adalah saat pertandingan melawan Polandia tahun 2003, di mana ia mencetak gol pertamanya. Cassano termasuk salah satu pemain dalam tim Italia pada pertandingan piala Eropa 2004 skuad sebagai cadangan, namun setelah Totti dihentikan menyusul insiden meludah dengan Christian Poulsen dalam pertandingan grup melawan Denmark , Cassano dimasukkan sebagai pemain utama. Meskipun permainannya menonjol dengan ikut menyumbang gol namun saat itu tim Italia tersisih dari babak penyisihan grup karena kalah selisih jumlah gol. Pada Piala Dunia 2006, Cassano tidak dipanggil sebagai pemain tim nasional, tetapi kemudain masuk pada daftar pemain untuk kualifikasi Euro 2008. Tetapi sejak itu, kiprah di tim nasional tenggelam kembali karena oleh pelatih kurang disukai. Meskipun prestasi di Sampdoria meningkat, nama Cassano tidak dapat meluluhkan Lippi untuk memanggilnya di Piala Dunia 2010.

Jika saat ini debut Antonio Cassano, yang bukan lagi sosok Peterpan, dapat merebut kembali minat pelatih tim nasional, bisa jadi prestasi tim pun akan kembali terangkat. Dukungan publik yang turun drastis karena prestasi tim di Afrika Selatan kemarin, mungkin dapat terobati. Kita tunggu saja….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s