Wacana redenominasi mata uang rupiah terus bergulir di negara kita. Isue yang pertama dikeluarkan oleh otoritas bank sentral negara kita yakni oleh Bank Indonesia (BI) ini kemudian terus bak bola es terus bergulir membesar. Jika kebijakan ini akan ditempuh tentu saja akan ada pro dan kontra terhadap keputusan itu.

Sekedar diketahui bahwa saat ini di luar mata uang zimbabwe yang memiliki pecahan uang terbesar. Dari fakta diketahui juga bahwa uang pecahan Rp 100.000 yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) ternyata merupakan uang pecahan dengan nilai terbesar kedua. Nominal itu ternyata nomor dua di dunia setelah Vietnam, yang mempunyai pecahan yang terbesar yakni 500.000 Dong (mata uang Vietnam). Tadinya, Indonesia menempati posisi ketiga dan Vietnam yang kedua, setelah Zimbabwe yang pernah mengeluarkan pecahan 10 juta dollar Zimbabwe karena inflasi yang terjadi di negara tersebut.

Kebijakan redenominasi juga baru saja dilakukan di negara Rumania dan Turki. Di Rumania, pecahan terbesar di dalam mata uang itu angka nol-nya dipotong 4 digit, sedangkan di Turki nol-nya itu dipotong hingga 6 digit. Indonesia sebenarnya pernah juga melakukan kebijakan redenominasi uang rupiah dengan peristiwa gunting sanering dengan pemotongan angka nol-nya sebanyak 3 digit.

Perlu diketahui bahwa penggunaan uang dalam pecahan yang cukup besar memang kurang efisien. Masalahnya uang besar justru membuat proses pembayaran dan transaksi tunai menjadi lebih susah. Redenominasi yaitu pengurangan nilai pecahan tanpa mengurangi nilai dari uang tersebut, tanpa mengurangi nilai tukar dari uang tersebut. Namun untuk bisa melakukan penyederhanaan satuan uang tersebut membutuhkan sejumlah persyaratan. Persyaratan tersebut yang mutlak dipenuhi adalah kondisi perekonomian yang stabil, inflasi rendah dan stabil, serta adanya jaminan stabilitas harga.

Belajar dari negara lain yang melakukan redenominasi ini, pemerintah Indonesia mesti berjuang keras sehingga terjadi kelancaran dan tidak menimbulkan gejolak ekonomi, terlebih sampai terjadinya krisis ekonomi yang berkepanjangan. Mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk yang relatif besar, maka diperlukan sosialisasi yang cukup panjang dan jernih sehingga dapat diterima oleh masyarakat luas. Saya yakin bahwa dalam waktu dekat ini memang belum akan diberlakukan kebijakan ini. Hal ini ditandai dengan penerbitan uang pecahan baru seperti uang pecahan Rp 10.000,00 baru.

Apabila benar diberlakukan kebijakan redenominasi mata uang rupiah, kemungkinan besar adalah dipotong angka nol-nya sejumlah tiga atau empat. Hal yang paling mungkin adalah dipotong sejumlah tiga karena akan lebih kecil dari nilai dolar Amerika. Jadi pecahan Rp 1.000,00 menjadi Rp 1,00, Rp 10.000,00 menjadi Rp 10,00, Rp 50.000,00 menjadi Rp 50,00 dan seterusnya. Semua uang di atas Rp 1,00 ini diharapkan tetap dikeluarkan dalam bentuk uang kertas. Untuk uang di bawah Rp 1,00 misal Rp 0,50 atau lima puluh sen dan Rp 0,10 atau sepuluh sen, hendaknya dikeluarkan dalam bentuk uang koin. Penerbitan dan peredaran uang baru ini mestinya dilakukan semaksimal mungkin dengan tetap mengakomodir pecahan uang lama untuk ditarik dan dipertukarkan dengan uang baru.

Dari sini tentu akan diikuti penyesuaian tarif dan harga-harga di pasaran dengan menggunakan nilai tukar mata uang hasil redenominasi ini. Pada waktu dekat mesti akan ada keresahan sedikit dan hal ini relatif wajar. Keresahan berupa kebingungan akan dialami oleh banyak masyarakat, namun dengan seiring waktu tentu akan dapat diatasi secara alami.

Khusus catatan saya, efek redenominasi ini akan sangat bermanfaat bagi perkembangan keterampilan matematika bagi pelajar di tingkat sekolah dasar. Untuk diketahui bahwa hitungan-hitungan dasar seperti penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian adalah diajarkan bagi pelajar sekolah dasar. Konsep hitungan dasar ini tentu saja diajarkan dalam bentuk konsep dan sering untuk memudahkan adalah dengan menggunakan ilustrasi harga suatu produk. Dengan adanya efek redeominasi ini maka guru matematika akan dapat memberikan contoh hitungan dengan lebih mudah. Sebagai contoh untuk konsep perkalian, maka dapat digunakan harga 1 buah apel adalah dua rupiah, maka harga 3 buah apel adalah 3 x 2 rupiah. Coba kalau menggunakan pecahan uang lama, harga 1 buah apel adalah Rp 1.900,00 maka harga 3 buah apel adalah 3 x Rp 1.900,00. Hitungan ini tentu saja kurang cocok untuk pelajaran berhitung tingkat dasar.

Demikian juga saat ini banyak sekolah yang memberikan keterampilan jual beli di sekolah. Barang yang diperjualbelikan adalah barang bekas yang tidak bernilai ekonomi tinggi tetapi berharga murah, atau kadang juga hanya sekedar makanan kecil. Dalam prakteknya siswa diajak latihan berniaga jadi ada yang berperan sebagai penjual dan sebagai pembeli. Dengan nilai uang kecil, maka praktek jual beli dengan penyebutan harga ini akan lebih mudah untuk anak-anak tingkat SD.

Anak belajar berhitung.

Anak belajar berhitung.


Nilai pecahan yang kecil ini membuat daya pikir siswa SD lebih menjangkau perhitungan. Hal ini mungkin dapat diamati nantinya saat mereka ikut berbelanja dengan orang tuanya, atau bahkan saat melakukan jual beli sendiri misal di warung atau di toko. Jadi dengan adanya efek pengurangan digit angka ini dimungkinkan untuk dapat semakin mencerdaskan kemampuan dan keterampilan berhitung bagi pelajar Indonesia di masa datang. Wallahu a’lam.

Demikian tulisan ikut-ikutan tentang kemungkinan kebijakan redenominasi yang mungkin akan diberlakukan di Indonesia. Saya hanya berharap setiap kebijakan apapun kalau diniati untuk tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat akan saya dukung. Hanya saja para oknum politisi, pejabat dan pengusaha yang sering mengeruk uang rakyat untuk kepentingan diri sendiri dengan cara yang melanggar hukum pun perlu dilakukan ’redenominasi’ secara tegas, misal dengan dipotong usia hidupnya atau dipotong bagian tubuhnya.

Intermezzo :
Saya menemukan satu email di milis yang mengungkapkan humor tentang efek redenominasi mata uang ini. Tentu saja hal ini tidak akan terjadi sungguhan. Beberapa humor itu saya kutipkan di postingan ini semoga penutup tulisan ini.

  • Aku mau hidup 1 tahun lagi (Charil Anwar)
  • Dongeng 1001 malam menjadi kisah 1 mlm dan 10 menit
  • Malam Lailatul Qodar lebih baik dari satu bulan
  • Mengucapkan bersatu- satu terimakasih
  • IP mahasiswi pintar 0.0038
  • Mati 0.001 tumbuh 1 (pribahasa)
  • Kepulauan seribu menjadi kepulauan satu
  • Pesan salad dressing ‘one island’
  • Saat ada orang berteriak MALIIING!! Malingnya langsung mengambil langkah satu
  • Bob Tutupoli nyanyi “tinggi gunung satu janjii..”
  • Marga pasaribu dadi pasarsatu
  • buku seribu satu peribahasa mung gari 1,001 peribahasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s