Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari empat kabupaten dan satu kota, yang merupakan wilayah dengan lingkup yang relatif unik. Hal ini karena terbentang dari daerah dengan gunung berapi, daerah dataran sampai dengan pesisir pantai, serta ada wilayah perbukitan yang didominasi kawasan karst. Untuk kawasan terakhir ini berada di wilayah administratif kabupaten Gunung Kidul, yang cenderung berbeda secara karakteristik dengan keempat wilayah yang lain. Secara umum kawasan ini relatif lebih tertinggal, dengan tingkat kesuburan yang rendah dan bukan merupakan kawasan pertanian yang subur. Sumber air di permukaan hanya tersedia mencukupi pada saat musim hujan saja. Kalau menginjak musim kemarau maka pasokan air di beberapa daerah harus dipenuhi dari luar. Kondisi seperti ini menyebabkan tingkat pendapata masyarakat relatif kurang. Pada akhirnya banyak kaum muda yang meninggalkan daerah ini untuk pergi ke kota besar agar dapat memperoleh tingkat kehidupan yang lebih baik.

Upaya peningkatan kualitas taraf hidup masyarakat lokal sebenarnya telah banyak dilakkukan oleh pihak pemerintah daerah setempat. Perbaikan infra struktur transportasi, pemenuhan kebutuhan air bersih, pembangunan sektor kesehatan dan pendidikan, juga telah banyak ditingkatkan. Namun hal ini belum sebanding dengan cakupan total wilayah yang ada. Dengan mengandalkan pendapatan asli daerah dan APBD saja, rasanya masih akan jauh untuk dapat segera menuntaskan permasalahan pembangunan setempat. Upaya lain untuk menarik investasi swasta relatif hanya memungkinkan untuk sektor pariwisata dan pertambangan saja. Tetapi investasi bidang pertambangan berupa tambang kapur relatif akan merusak lingkungan karst yang ada. Untuk yang masih terbuka adalah investasi pada sektor pariwisata ini.

Dengan keberadaan pantai-pantai kecil yang cantik dan indah di sepanjang pesisir selatan Gunung Kidul, maka peluang pengembangan pariwisata ini sangat terbuka. Pada daerah lain keberadaan gua karst, situs arkeologi, hutan wanagama dan gunung api purba juga dapat dikembangkan lebih lanjut. Pada sisi lain masih banyak wilayah kosong baik sebagai tanah negara atau milik rakyat yang belum dimanfaatkan secara optimal. Tanah seperti ini mengingat kondisi geografis dan perairan yang ada tidak memungkinkan untuk lahan pertanian yang efisien dan menguntungkan. Untuk mengundang investor guna memanfaatkan lahan seperti ini jelas akan sangat kecil peluangnya. Dalam hal ini perlu dicari terobosan untuk memanfaatkan lahan jenis ini.

Salah satu wilayah tandus di Gunung Kidul telah dapat dihijaukan melalui program reboisasi dan penghutanan kembali oleh UGM untuk wilayah yang sekarang dikenal sebagai hutan Wanagama. Selain itu ada satu wilayah kecil tetapi sudah masuk di Kabupaten Bantul yakni di Imogiri yang berupa komplek hijau untuk pemakaman raja-raja Mataram. Ada juga satu wilayah perbukitan yang dicoba untuk dihijaukan melalui pembuatan wilayah perkebunan buah-buahan. Daerah ini dari sisi lingkungan cukup memberikan kesan penghijauan dengan keberadaan pohon-pohon yang tumbuh di lokasi ini. Dari sisi fungsi lain ada manfaat khusus sebagai daya tarik orang berkunjung dan memberikan alternatif penghasilan bagi masyarakat di sekitar lokasi. Akan ada aktivitas baru selain aktivitas bercocok tanam sekedarnya yang muncul dengan pengalihan fungsi lahan di kedua kawasan ini.

Komplek pemakaman raja Mataram di Imogiri yang hijau.

Komplek pemakaman raja Mataram di Imogiri yang hijau.

Dengan mengacu dan meniru pengelolaan lahan wilayah hutan Wanagama, kebun buah atau komplek pemakaman, maka sangat mungkin dilakukan hal serupa di wilayah lain di Gunung Kidul. Pemda dapat menginisiasi pembukaan komplek makam baru di suatu wilayah yang dianggap cocok. Komplek makam ini diperuntukkan untuk umum yang bersedia membayar sepetak lahan yang diperuntukkan sebagai tanah kuburan bagi mereka kelak. Lokasi tanah makam ini mungkin dapat dipilih pada wilayah tanah yang relatif kurang subur, tetapi masih terjangkau dengan keberadaaan infra struktur jalan yang memadai.

Teknis program ini tentu saja meliputi survey dan studi kelayakan, pembebasan lahan dari kepemilikan perorangan, perijinan, perencanaan, penyiapan infrastruktur dan pembagian kapling-kapling wilayah. Setelah itu pengelola dapat melakukan sosialisasi dan pemasaran petak-petak tanah makam tersebut. Pada saat itu, di wilayah tersebut juga langsung diadakan kegiatan penanaman pohon dan penghijauan untuk mendukung kawasan sehingga menjadi daerah yang hijau dan asri. Dengan upaya seperti ini dana yang masuk dapat digunakan untuk operasional pembangunan kawasan ini. Penjualan kapling tanah makam dapat dilakukan secara perorangan atau satu komplek makam. Rencana desain wilayah komplek makam ini perlu dilakukan secara terpadu sehingga mendukung penghijauan kawasan sekaligus dapat mendukung terwujudnya daerah resapan air tanah.

Jika sudah terbentuk maka diharapkan akan diperoleh kawasan baru yang terbentuk dengan menggunakan dana investasi non APBD. Kawasan ini dapat mendukung pembangunan lingkungan sekitar misal aktivitas pekerja pembersih dan perawatan lahan, pembangunan infrastruktur tanah makam, aktivitas jual beli untuk layanan bagi pengunjung makam, dan lain-lain. Manfaat penghijauan dan peningkatan lingkungan hidup juga tetap dapat diperoleh. Selain itu sangat dimungkinkan sebagai alternatif wisata baru yang mampu mengundang pengunjung dari luar.

Tentu saja diperlukan inovasi dan kreativitas serta upaya kerja kerjas untuk dapat mewujudkan langkah ini. Pada akhirnya kembali pada inisiatif pihak pemda untuk dapat memikirkan dan memulai program baru ini. Langkah teknis dapat dilakukan dengan mengandeng pihak swasta sebagai pengelola. Jika dapat segera dilakukan tahap perintisan maka dengan mengandalkan para perantau akan dapat terdukung. Selanjutnya tentu saja akan lebih banyak orang lagi yang ingin memanfaatkan keberadaan lahan yang ada sebagai tempat peristirahatan terakhir yang diinginkan.

Semoga tulisan ini dapat menjadi bahan ide dan penyegaran bagi pemda Gunung Kidul.

Berikut ada beberapa contoh makam di luar negeri yang dapat menjadi bahan perbandingan.

Makam yang indah dengan pepohonan besar di Moravian, AS.

Makam yang indah dengan pepohonan besar di Moravian, AS.

Taman makam pahlawan Arlington, AS

Taman makam pahlawan Arlington, AS.

Makam yang semarak dengan bunga mawar di The Sacramento Old City Cemetery.

Makam yang semarak dengan bunga mawar di The Sacramento Old City Cemetery.

Iqmal Tahir

Iklan

2 responses »

  1. Agie berkata:

    Wah… bisa jadi obyek wisata baru nih. Semakin bervariasi gunung kidul…

    • Iqmal berkata:

      Pemda Gunungkidul memang saat ini banyak berusaha mengangkat sumber daya alamnya untuk menjadi obyek wisata, termasuk pantai pesisir, gunung api purba, kalisuci, dll. Kalau yang ini dilakukan, mungkin ada tambahan investasi selain nantinya dapat menarik peminat baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s