Untuk kebanyakan kota besar, saat ini jumlah tanah terbuka sudah semakin berkurang. Tanah banyak difungsikan untuk bangunan baik untuk hunian, perkantoran, pabrik, sekolah atau bangunan lain. Di sisi lain infrastruktur jalan yang semakin banyak membutuhkan lahan. Jumlah tanah terbuka tanpa lapisan beton, aspal atau conblok akan semakin menyusut. Dalam konteks ini akan ada fungsi penyerapan air ke dalam tanah yang semakin tidak efektif. Air di permukaan yang terutama dari hujan atau aliran sungai perlu diserap ke dalam tanah untuk menjaga kestabilan tanah dan menjaga pasokan air sumur guna dimanfaatkan masyarakat banyak. Mengingat kondisi tanah terbuka yang menipis ini maka perlu ada upaya peningkatan penyerapan air ke dalam tanah.

Pada skala besar, langkah yang dirasa cukup efektif adalah dengan pendirian dam atau embung untuk memasok air ke dalam tanah. Fungsi yang utama adalah sebagai kantong resapan air, tetapi tentu saja tidak semua kota dapat membangun dan memiliki fasilitas ini. Pada skala yang lebih kecil dapat dibangun kolam-kolam resapan berbagai ukuran di banyak wilayah. Hanya sajat saat ini desain konstruksi kolam sudah berubah karena lebih bersifat untuk keindahan dan keasrian sebagai salah satu unsur taman, sehingga kurang berfungsi untuk penyerapan air.

Untuk skala rumah tangga, maka dapat dipertimbangkan pembuatan sumur resapan atau biopori. Biopori saat ini banyak dipilih karena mudah dan praktis dalam hal pembuatannya. Sebenarnya dengan biaya yang tidak terlalu berbeda, sumur resapan juga dapat dipilih sebagai alternatif. Sumur resapan dapat berfungsi menyerapkan air secara lebih efektif jauh jika dibandingkan dengan biopori. Oleh karena itu sumur resapan perlu disosialisasikan lebih besar lagi.

Sumur resapan dapat dibangun di halaman, di tengah jalan atau di berbagai lahan lainnya. Ukuran sumur resapan bervariasi antara 40-70 cm dengan kedalaman sekitar 1-1,5 meter. Dengan ukuran seperti ini tidak akan mengurangi lahan yang tersedia. Konstruksi sumur resapan saat ini sudah berkembang jauh sehingga dapat digunakan di berbagai lahan termasuk di jalan pemukiman yang dilewati kendaraan.

Salah satu lahan terbuka di daerah perkotaan adalah kompleks pemakaman, baik komplek pekuburan umum tanah pemakaman umum (TPU) serta yang bersifat khusus seperti tanah makam keluarga atau taman makam pahlawan. Komplek pemakaman seperti ini umumnya masih memiliki bagian tanah yang terbuka. Tanpa mengurangi kesakralan dan mengusik keberadaan kerangkan yang terkubur di dalamnya, sebenarnya lahan pemakaman seperti ini juga masih dapat dimanfaatkan untuk menunjang fungsi hidrologi guna penyerapan air. Lahan pemakaman yang cukup terbuka dapat digunakan untuk pembangunan biopori atau sumur resapan. Pada beberapa bagian di sekitar cungkup makam, di antara sela-sela makam, dapat dipilih sebagai lokasi pembuatan biopori. Hal ini dapat diatur menyebar pada berbagai penjuru lokasi makam. Sementara di bagian lain berupa lahan terbuka atau di jalan setapak yang tersedia, dapat dimanfaatkan untuk pembangunan sumur resapan.

Pembiayaan pembuatan biopori dan sumur resapan dapat dialokasikan oleh pemerintah daerah atau sumber lain termasuk mungkin keluarga ahli waris jenasah. Penggalian sumber dana dapat dilakukan dengan jalan penarikan sumbangan secara sukarela.

Aspek lain yang mungkin perlu diperhatikan adalah dari sisi lingkungan lahan. Jangan sampai pendirian fasilitas ini merusak susunan dan konstruksi masing-masing kuburan. Selain itu penyerapan air juga perlu diperhatikan jangan sampai membuat tanah pemakaman menjadi rawan longsor.

Kalau sudah seperti ini maka diharapkan tanah makam dapat memberikan kontribusi bagi suasana dan lingkungan perkotaan. Lahan makam akan berfungsi ganda, tidak hanya sebagai tempat pemakaman, tetapi juga memberi manfaat lingkungan, dengan membantu pasokan penyerapan air ke dalam tanah.

Bisa jadi kalau sudah terbangun fasilitas seperti ini akan ada pahala yang mengalir dan pujian doa bagi ara ahli kubur yang dimakamkan di kompleks ini. Wallahu a’lam.

Iqmal Tahir

Iklan

2 responses »

  1. Agi berkata:

    Pembuatan sumur resapan perlu dicoba. Problemnya adalah dana harus dari swadaya sendiri, keculai pemerintah mulai banyak mendukung dengan bantuan teknis atau peralatan. Salam kenal.

    • Iqmal berkata:

      saya kira swadaya juga masih mampu kok hanya saja perlu dipikirikan akan terdapat pengurangan jumlah lahan di kuburan, kalau di perkotaan jumlah lahan yang masih kosong sangat terbatas lho.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s