Sejak diberlakukannya fatwa haram merokok oleh Muhammadiyah maka kontroversi soal rokok semakin ikut mengemuka. Saya kira proses pelarangan merokok di negeri penghasil tembakau ini akan terus mendapatkan hambatan.

Masih banyak pihak yang berkepentingan dengan kegiatan perokok ini mulai dari produsen bahan baku dan produk rokoknya itu sendiri. Para pelaku di sektor hilir antara lain seperti petani tembakau dan penyedia bibit tanaman, alat-alat pertanian, pupuk dan obat pembasmi hama tanaman. Kemudian berlanjut dengan pihak pengumpul dan pengolah daun tembakau, pedagang dan pengepul daun tembakau. Selanjutnya adalah di pihak pabrik rokok yang melibatkan pengelola dan buruh pabrik. Pada bagian ini juga sebenarnya melibatkan penghasil dan pemasok bahan baku lain seperti cengkeh dan kemenyan, serta kertas rokok dan filter. Jika rokok sudah jadi, maka diperlukan pihak selanjutnya yakni distributor, penjual dan pengecer produk rokok itu sendiri. Mata rantai perdagangan rokok ini cukup panjang dan melibatkan sangat banyak orang, sehingga kalau dimatikan begitu saja akan menimbulkan gejolak sosial yang sangat besar. Pemerintah perlu bijaksana untuk mengatasi permasalahan ini.

Pelarangan merokok ini muncul terutama karena alasan kesehatan, selain juga ada pihak yang menganggap bahwa merokok adalah hal yang sia-sia dan termasuk aksi pemborosan. Alasan terakhir ini dianggap karena hanya seolah-olah membakar uang saja. Dari sisi kesehatan diterangkan bahwa telah banyak bukti para perokok itu banyak ditemukan menderita penyakit pernafasan terkait masalah fungsi paru-paru dan tenggorokan. Konsekuensi lebih lanjut sering juga dikaitkan dengna kanker bahkan termasuk penyakit AIDS. Hal yang pasti dari dari dampak negatif rokok adalah menyebabkan bau mulut si perokok menjadi tidak enak, serta perubahan warna kuning pada gigi.

Berbagai macam polutan yang bisa dihasilkan dari pembakaran rokok.

Rokok terbuat dari bahan utama berupa daun tembakau. Salah satu kandungan yang khas pada daun tembakau ini adlah nikotin yang dapat mempengaruhi sistem sel ke saraf pusat di otak manusia. Senyawa inilah yang bertanggung jawab memberi rasa nyaman dan membikin kecanduan tingkat ringan bagi para perokok. Dalam rokok, seringkali juga dicampur dengan berbagai bahan lain baik bersifat pemberi rasa maupun penghasil sensasi bagi pemakainya. Variasi jenis komponen tambahan menghasilkan berbagai jenis produk rokok yang tersedia di pasaran. Produk rokok sekarang ini ada yang disebut sebagai rokok kretek karena mengandung cengkeh, kemenyan dan bahan lainnya. Rokok jenis ini kalau dibakar akan menimbulkan bunyi berkeretek. Ada juga jenis rokok putih yang hanya dibuat dari tembakau saja dengan sedikit bahan penambah. Di pasaran juga terdapat rokok mentol yakni rokok yang ke dalamnya ditambahkan perasa daun mint.

Penggunaan rokok dilakukan dengan cara dinyalakan pada bagian ujung rokok sehingga akan menyala dan terbakar. Selanjutnya perokok menghisap dari ujung satunya sehingga asap rokok terhisap dan masuk rongga mulut. Di dalam tubuh inilah, asap rokok memenuhi rongga mulut, masuk ke kerongkongan menuju ke paru-paru, bercampur dengan udara pada proses pernafasan yang dihisap melalui hidung. Tentu saja akan ada bagian asap rokok yang ikut tertinggal tidak ikut terbawa udasar yang dihembuskan keluar kembali. Partikel halus seperti tar mungkin saja tertinggal dalam selaput permukaan paru-paru atau menempel di lendir di kerongkongan. Kalau proses semacam ini berlangsung terus menerus maka dimungkinkan terjadi pengendapan. Gejala pengendapan seperti ini akan tampak secara visual jika difoto dengan mengunakan peralatan sinar rontgen, yang akan menampakkan sebagai bercak flek.

Secara kimiawi, proses pembakaran daun tembakau di dalam rokok adalah reaksi pembakaran biomassa. Reaksi ini dipicu dari adanya nyala api awal kemudian dengan masuknya oksigen saat perokok menyedot rokok, maka akan terjadi pembakaran lebih lanjut. Temperatur yang dihasilkan dari pembakaran ini relatif tidak begitu tinggi, sehingga reaksi pembakaran tidak berlangsung sempurna menghasilkan produk karbondioksida dan uap air dari bahan biomassa yang ada. Reaksi pembakaran tidak sempurna ini akan menghasilkan pelepasan kandungan senyawa aktif, serta perombakan degradasi selulosa menjadi fraksi molekul yang berukuran lebih kecil. Mengingat proses pembakaran seperti ini maka variasi produk molekul yang dihasilkan akan sangat banyak, sehingga kalau dilakukan analisis molekul dengan khromatografi gas misalnya akan menunjukkan jumlah molekul yang sangat banyak.

Untuk mengatasi masalah tertinggalnya partikel hasil pembakaran rokok di tubuh, maka kemudian produsen rokok menambahkan penyaring asap berupa filter rokok. Filter rokok dibuat dengan tujuan untuk mengurangi jumlah asam, menyerap tar dan partikel halus yang dilepaskan dari hasil pembakaran rokok. Filter rokok dibuat dari selulosa yang diperoleh dari kayu. Selulosa diproduksi melalui cara asetilasi, pelarutan dan dibentuk menjadi serat sintetik yang rapat dan dicetak menjadi bentuk tabung seukuran diameter rokok. Bentuk selulosa ini selanjutnya dipasangkan dengan tembakau untuk menjadi rokok seperti yang ada di pasaran.

Selain filter rokok yang terpasang langsung pada ujung rokok, terdapat juga produk penyerap tar yang dibuat terpisah dari rokok. Filter ini dijual terpisah dari rokok. Produk ini biasanya terbuat dari plastik dengan komponen bahan penyaring di dalamnya. Filter ini dapat digunakan pada rokok tanpa filter, selain itu juga dapat untuk rokok berfilter sehingga terjadi penyaringan berganda.

Selain bahan selulosa asetat maka di dalam filter rokok kadang juga ditambahkan semacam adsorben seperti karbon aktif. Bahan ini akan mampu berlaku sebagai molecular sieve yang aktif menyerap partikel halus pada asap rokok.

Asap rokok keluar dari ujung tanpa filter (sumber : almagribhy.blogspot.com)

Sekarang kalau sang perokok sendiri sudah menggunakan filter, maka bagaimana dengan orang yang di sekitar sang perokok itu ???

Orang menyalakan rokok, maka konsekuensinya di sekitarnya akan ada asap rokok dengna komposisi yang relatif tidak berbeda dengna asap yang dihisap ke mulut sang perokok. Bagian ujung rokok yang terbakar akan menghasilkan asap yang keluar langsung ke udara tanpa ada penyaring apapun. Selain itu asap yang dihisap, untuk sesaat juga kemudian akan dihembuskan kembali ke udara luar. Asap yang dihisap ini tidak mungkin ditelan seterusnya oleh perokok. Tentu saja asap yang berada di lingkungan udara ini memiliki kandungan yang juga beragam, bahkan mungkin kandungan partikel halusnya akan lebih banyak karena tidak ada tahapan penyaringan.

Apabila ada orang yang berada di sekitar orang yang sedang merokok, maka orang ini sangat mungkin untuk bernafas dengan menghirup asap rokok ini. Berdasarkan hal itu maka dapat dimengerti bahwa orang-orang di sekitar perokok ini termasuk sebagai orang yang ikut menghisap asap rokok tanpa disadari. Oleh karena itu orang-orang ini sering disebut sebagai perokok pasif. Kalau dilihat dari kandungan senyawa-senyawa yang ada, bisa jadi efek bahaya yang dihadapi perokok pasif akan lebih berbahaya daripada perokok aktif.

Siapapun akan bisa menjadi perokok pasif, baik orang tua maupun anak-anak. Situasi seperti ini dapat berakibat lebih buruk lagi. Hal ini karena jika pada perokok aktif mungkin sudah terjadi peningkatan daya kekebalan tubuh terhadap rokok karena memang sudah sering merokok. Namun berbeda halnya untuk perokok pasif yang mungkin saja belum menciptakan sistem daya kekebalan tubuh yang kuat untuk menangkal bahaya asap rokok ini.

Bagian asap rokok di udara jauh lebih banyak daripada yang masuk tubuh (sumber : http://www.creativebrain.web.id)

Terus langkah untuk mengatasinya adalah tentu saja jika mungkin menghentikan kebiasaan merokok ini. Jika tidak mungkin, maka berusaha secara bijaksana untuk tahu situasi dan tempat dimana kegiatan merokok akan dilakukan. Jika ada ruangan khusus untuk tempat merokok maka pilih merokok di tempat yang telah disediakan tersebut. Jangan merokok di ruang umum dan di kendaraan-kendaraan umum. Sedapat mungkin pilih tempat dimana tidak ada orang lain yang berdekatan saat kegiatan merokok ini.

Pesan khusus bagi perokok, kalau anda di jalan raya merasa marah jika diasapi oleh knalpot kendaraan yang pekat, maka hendaknya juga sadar bahwa ada orang lain yang akan marah jika anda mengasapi mereka dengan kepulan asap rokok.

Mungkin momen bulan puasa ini bisa dijadikan saat yang tepat untuk mengurangi kebiasaan merokok anda atau bahkan menghentikan sama sekali… Hehe… pesan basi yang sangat basi bagi para ahli hisap…

Iqmal Tahir

Iklan

4 responses »

  1. infoter berkata:

    sama rawan nya sebenernya πŸ˜€ dengan perokok non pasif alias perokok berat πŸ˜€

    terimakasih jika anda berkunjung balik dan berkomentar pada postingan kami πŸ™‚

    • Iqmal berkata:

      kalau perokok aktif itu sih memang sudah niat dan tahu resiko dari rokok yang dihisapnya, sudah ada sugesti dan peningkatan daya tahan tubuhnya. kalau perokok pasif sebenarnya tidak menghendaki, tapi apa daya… jadi memang lebih rentan pada perokok pasif.
      terimakasih kembali…

  2. Donie berkata:

    Kalau sudah haram, kok ya masih banyak yang melanggar, gimana nih fatwanya, jangan-jangan perlu ditinjau ulang ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s