Kompleks pemakaman di beberapa tempat biasanya diidentikan dengan keberadaan pohon kamboja. Pohon kamboja di kuburan umumnya adalah pohon yang tergolong dari jenis plumerium dan bukan jenis adenium. Pohon ini tumbuh tinggi sekitar 3-4 meter dengan batang kayu yang bergetah, banyak memiliki percabangan, mampu tumbuh sampai umur puluhan tahun. Pohon ini menghasilkan banyak bunga berwarna putih dengan semburat warna kuning di pangkal kelopaknya. Ada jenis lain yang menghasilkan bunga berwarna merah atau merah mudah.

Komplek makam dengan peneduh pohon kamboja.

Pohon kamboja banyak ditanam di tanah makam mungkin karena menghasilkan banyak bunga dan tanamannya mudah tumbuh tanpa harus dirawat secara khusus. Manfaat lain dari tanaman ini beberapa hal telah diketahui, tetapi masih belum optimal karena terbatas pada kajian riset saja.

Dari beberapa pengamatan terhadap beberapa tanah makam di beberapa tempat, terlihat bahwa pohon-pohon yang tumbuh di sana, selain pohon kamboja, terdapat beberapa jenis pohon lain. Untuk jenis pohon tinggi terdapat pohon trembesi, randu alas atau beringin. Selain itu terdapat pohon semak seperti puring atau alamanda. Pohon yang besar relatif hanya berfungsi sebagi peneduh makam, selain tentu saja ada fungsi penghijauan guna membantu peresapan air tanah. Keberadaan pohon besar akan membuat komplek makam menjadi teduh dan tidak terik.

Dedaunan yang dihasilkan setiap harinya sebagian akan rontoh dan mengotori tanah makam. Seringkali sampah dedaunan ini akan menjadi masalah tersendiri. Untuk makam yang dijaga oleh penjaga atau juru kunci makam maka seringkali akan menjadi tanggung jawab tambahan untuk membersihkan komplek makam termasuk menyapu sampah dedaunan ini. Kalau makam yang tidak memiliki petugas khusus seringkali ada warga sekitar yang berada di makam untuk membersihkan makam tertentu yang diziarahi keluarganya dengan imbalan suka rela.

Kalau berkunjung di komplek makam Keluarga Besar Lembaga Penelitian Perkebunan (LPP) Yogyakarta, ada suasana yang berbeda. Di areal pemakaman ini terlihat penuh dengan pepohonan sehingga komplek makam akan terasa teduh dan hijau. Tetapi kalau diamati lebih lanjut, pepohonan yang ada disini bukan sembarang pohon yang biasa dijumpai di kuburan, melainkan jenis pohon rambutan. Dengan demikian kalau orang melihat dari arah depan tanpa melihat ke arah tanah dan tanpa menengok papan nama makam, maka yang terlihat adalah seperti kebun rambutan.

Pohon yang sudah cukup besar ini kalau sedang musim berbuah juga akan menghasilkan buah dengan lebat. Pohon rambutan di komplek makam ini terdiri dari beberapa jenis sehingga terlihat berwarna-warni saat berbuah. Jadi kalau berkunjung ke komplek makam ini selain berziarah dan memanjatkan doa bagi almarhum, ternyata dapat sambil memetik buah rambutan.

Pemilihan jenis pohon peneduh di komplek makam seperti di lahan kuburan keluarga LPP ini sebenarnya dapat ditiru untuk tanah makam yang lain. Pohon yang digunakan dapat berupa pohon yang bertajuk rimbun yang memberi fungsi peneduh dan di sisi lain juga bersifat produktif. Jenis yang mungkin direkomendasikan adalah jenis pohon buah-buahan. Selain menghasilkan buah yang bisa dipetik bagi penziarah, maka pohon buah-buahan dapat memberi manfaat bagi serangga dan burung-burung, untuk tempat mencari makanan dari serbuk bunga atau buah yang dihasilkan, selain untuk tempat bersarang.

Pohon rambutan di komplek makam LPP Yogyakarta

Pohon berbuah selain rambutan, yang dapat dipilih antara lain adalah pohon jambu air, jambu biji, jambu monyet, mangga, belimbing, nangka atau buah-buahan lain. Pohon buah jenis tersebut relatif dapat tumbuh tinggi dengan batang yang kokoh dan kuat. Apabila dirawat sekedarnya khususnya pemangkasan secara rutin maka pepohonan di tanah makam akan tertata dengan baik. Tentu saja jangan dipilih jenis pohon seperti durian atau sukun, karena pohon ini memiliki pertumbuhan yang tinggi besar dan tajuk pohon yang sangat lebat. Hal ini dapat merusak struktur tanah di sekitar komplek makam itu.

Kalau pohon sudah mulai berbuah maka tanah makam akan mengundang orang untuk datang supaya bisa memetik buah yang ada. Hal ini bisa dikelola oleh penjaga makam atau juru kunci misal untuk dijual dan hasilnya dimasukkan ke kas. Bagi keluarga penziarah juga diperbolehkan untuk memetik buah sekedarnya. Mungkin bagai kalangan anak-anak, hal ini akan memancing minat mereka untuk berziarah ke kuburan sesepuh mereka. Hal ini dapat terjadi karena akan menghilangkan ras takut untuk datang ke makam karena tidak lagi terkesan angker. Setelah datang dan mendoakan jenazah yang sudah terkubur, mereka dapat memetik buah yang dihasilkan di pepohonan di tanah makam itu.

Produktivitas tanaman tidak selalu dalam bentuk menghasilkan buah-buahan yang bisa dimakan. Tanaman lain yang dapat digunakan sebagai alternatif adalah tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri seperti cengkeh, kenanga hutan atau kayu putih. Hasil dari tanaman ini dapat dipetik setiap saat tanpa merusak pohon dan komplek makam.

Pada akhirnya akan banyak diambil manaat produktivitas dan manfaat lingkungan dari keberadaan pohon di tanah makam. Di sisi lain kesan komplek makam sebagai tempat peristirahatan terakhir juga tidak terganggu dengan sistem penataan dan pengelolaan pohon tersebut. Mungkin ada dari para pembaca yang punya akses atau wewenang mengelola tanah makam dapat mencoba menatanya. Pahala insya Allah akan mengalir bagi pengambil insiatif ini dan bagi para jenasah yang dimakamkan di sana.

Iqmal Tahir

Iklan

8 responses »

  1. tunggudulu berkata:

    bisa bermanfaat juga idenya…tapi perawatannya yang susah.

    • Iqmal berkata:

      Sebenarnya banyak jenis pohon yang tidak perlu dirawat secara khusus, kecuali saat pertama ditanam. Apabila ditanam pada awal musim penghujan, saya kira akan sangat membantu pertumbuhan bibit tanaman. Untuk perawatan selanjutnya mungkin hanya pemangkasan secara rutin.
      terimakasih sudah berkunjung…

  2. Antie A. berkata:

    kalau pohonnya berbuah, kemungkinan bisa subur, lha pupuknya apa dulu dong, kwkwkwk…

  3. wilma berkata:

    Kalau sudah berbuah, ikutan panen ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s