Pada bulan agustus lalu saya membaca satu berita yang dapat dikatakan unik. Bagi seorang pegawai negeri di Indonesia adalah jamak untuk diwajibkan mengikuti upacara di lapangan terbuka. Namun kalau upacara ini diadakan untuk inventaris kantor berupa kendaraan dinas maka hal ini menjadi cukup unik.

Upacara bagi pegawai negeri biasanya diadakan setiap hari senin pagi. Namun ada juga yang menyelenggarakan upacara dalam bentuk apel singkat setiap pagi dan siang hari. Pada waktu tertentu seperti tanggal 17 setiap bulannya diadakan upacara khusus. Selain itu setiap hari peringatan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus juga diperingati lebih khusus lagi. Untuk departemen tertentu akan mengadakan upacara khusus yang terkait dengan hari besar atau kepentingan departemen tersebut. Misal departemen pendidikan akan menyelenggarakan upacara pada hari pendidikan nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei.

Upacara dilakukan di lapangan terbuka dengan acara formal tertentu. Upacara ini dipimpin oleh seorang inspektur upacara yang biasanya adalah kepala dari instansi tersebut atau pejabat lain yang mewakili. Acara yang rutin biasanya terdiri dari pengaturan peserta upacara, penghormatan pada bendera nasional, menyanyikan lagu kebangsaan, dilanjutkan pidato atau sambutan upacara yang kemudian ditutup dengan doa.

Upacara tersebut diikuti oleh peserta seluruh pegawai di instansi yang mengadakan.  Bagi sekolah-sekolah dasar hingga menengah yang juga mengadakan upacara maka peserta upacara terdiri dari para siswa dan guru di sekolah tersebut.

Seperti yang sudah saya sebut di atas bahwa ada satu upacara yang unik. Hal ini karena peserta upacara terdiri dari kendaraan dinas yang dimiliki oleh suatu instansi atau pemerintah daerah.

Suasana pengecekan kendaraan dinas saat apel upacara di Jombang.

Suasana pengecekan kendaraan dinas saat apel upacara di Jombang.

Kendaraan dinas sebagai suatu inventaris milik pemerintah sebagaimana diketahui adalah diberikan untuk mendukung mobilitas tugas dan dinas di instansi tersebut. Penggunaan dan perawatan kendaraan dinas ini menjadi tanggung jawab dari beberapa staf yang ditugaskan. Dalam prakteknya kendaraan dinas yang selalu ada umumnya dari jenis mobil dinas adalah untuk digunakan para jajaran pimpinan di suatu instansi. Selanjutnya ada kendaraan dinas yang digunakan mendukung keperluan umum. Tetapi ada juga staf yang diserahi mobil dinas hal ini karena terkait tugas dan pekerjaannya yang selalu berkeliling seperti mobil puskesmas, mobil ambulans, mobil patroli polisi atau satpol pp, dan mobil dinas khusus lainnya.

Pelat merah sebagai identifikasi kendaraan dinas.

Pelat merah sebagai identifikasi kendaraan dinas.

Kendaraan dinas ini ternyata kadang juga disalahgunakan untuk keperluan pribadi. Banyak staf jajaran pimpinan yang kadang menggunakan kendaraan dinas untuk keperluan bukan pribadi. Kendaraan dinas ini yang seharusnya berada di lingkungan kantor, malah lebih banyak berada di luar kantor untuk kepentingan keluarga atau kepentingan lainnya. Bahkan seringkali kita lihat suatu kendaraan dinas dengan pelat kendaraan warna merah yang berasal dari kota lain, seringkali berkeliaran di suatu kota yang bukan lokasi instansi tersebut.

Larangan penggunaan kendaraan dinas untuk keperluan pribadi seharusnya sudah menjadi hal yang diketahui para petugas yang diserahi wewenang untuk menggunakannya. Namun dalam banyak hal sudah menjadi rahasia umum bahwa di beberapa instansi kendaraan dinas ini dapat disalahgunakan tanpa mendapat sanksi dari pihak pimpinan. Beberapa larangan kemudian ditegaskan pada waktu-waktu tertentu misal menjelang hari raya bahwa kendaraan dinas khususnya untuk mobil dinas dilarang untuk keperluan mudik.

Bagi seorang pimpinan tugas pengawasan terhadap inventaris kantor harus selalu dilakukan. Termasuk dalam hal ini adalah pengawasan keberadaan dan kondisi soal kendaraan dinas itu. Seorang pimpinan daerah di suatu Jawa Tengah melakukan hal ini dengan jalan melakukan apel bagi mobil dinas. Kendaraan dinas itu diharuskan hadir dan berada di lokasi apel untuk kemudian diperiksa. Dengan demikian keberadaaan kendaraan dinas di instansi tersebut jadi terpantau. Jika sampai tidak ada pada saat apel itu maka dapat dilacak kepada petugas penanggungjawabnya.

Dalam apel itu juga diperiksa kondisi kendaraan dan mesin. Jadi petugas harus membunyikan mesin dalam keadaan hidup untuk diperiksa. Hal ini dapat membantu pada petugas untuk selalu rutin merawat kendaraan dan mesinnya. Jika pada saat apel terdapat kerusakan maka mestinya hal ini dapat disampaikan kepada jajaran pimpinan. Langkah seperti ini akan lebih baik jika ditindaklanjuti dengan anggaran untuk perawatan dan perbaikan lebih lanjut. Dengan demikian kondisi kendaraan akan baik dan mestinya umur pemakaian kendaraan dinas ini akan lebih panjang.

Kendaraan dinas berjejer siap diperiksa.

Kendaraan dinas berjejer siap diperiksa.

Bagi seorang pimpinan langkah ini mencerminkan birokrasi yang sehat. Apel kendaraan dinas akan dapat selalu siap untuk keperluan instansi tersebut. Jangan sampai masalah kendaraan dinas ini menjadi masalah yang harus diadakan setiap waktu tertentu untuk proyek pengadaan kendaraan baru.

Omong-omong soal kendaraan dinas maka yang menarik perhatian dan kecemburuan rakyat banyak adalah mobil dinas untuk pejabat kabinet dan para anggota dewan. Mereka yang bertugas dalam periode tertentu kemudian mendapatkan fasilitas mobil dinas. Dalam ketentuan yang berlaku mestinya mobil dinas tersebut hanya berlaku selama memegang jabatan tersebut. Namun dalam kenyataannya seringkali mobil itu ikut sama pejabat atau anggota dewan tersebut dengan dihitung sebagai tunjangan. Untuk anggota dewan baru atau pejabat baru maka akan dibelikan kendaraan dinas baru. Hal seperti ini akan sangat jauh dari birokrasi dan manajemen keuangan yang sehat. Tapi kalau soal yang terakhir ini sih sepertinya banyak pihak yang tutup mata.

Sebagai penutup saya lebih menyampaikan rasa hormat dan pengakuan salut pada pejabat di daerah yang bersedia melakukan apel kendaraan dinas seperti yang tertuang dalam tulisan di atas.

Iqmal Tahir

ps. Kalau soal apel kendaraan dinas seperti ini, saya belum bisa membayangkan kalau PJKA melakukan hal serupa. Bagaimana cara mengumpulkan seluruh armada lokomotif dan gerbong keretanya untuk diinspeksi saat upacara ya ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s