Gedung DPR akan ditambah baru. Ini sudah jelas walaupun mereka mereka berkilah adalah untuk pergantian gedung lama. Isu yang menarik adalah karena menggunakan alasan bahwa gedung lama sudah miring. Kemiringan ini terjadi karena akibat gempa bumi yang melanda sebelumnya dengan Jakarta ikut terkena dampaknya.

Terbukti bahwa isu ini sebenarnya sangat tidak rasional dan kemudian memang gugur dengan sendirinya. Namun saya tetap ingin menuliskan masalah ini dari beberapa sudut pandang. Yang jelas memang tidak bermaksud apa-apa hanya sekedar latihan untuk menyusun argumentasi saja. Lagi pula isu ini sudah lama berlangsung.

Gedung DPR sebelah kanan yang tampak miring secara perspektif dengan bantuan kamera

Gedung DPR sebelah kanan yang tampak miring secara perspektif dengan bantuan kamera

Ini baru 7 derajat !

Pertanyaan yang muncul kenapa tidak ada ahli konstruksi terbaik sekalipun yang merekomendasikan gedung lama untuk dibongkar secepatnya. Hal ini sangat membahayakan jiwa para anggota dewan yang terhormat apabila sampai terjadi kecelakaan gedung runtuh. Kenyataan yang terjadi adalah DPR tetap menginginkan pembangunan gedung baru dan gedung lama (yang sebelumnya dikabarkan miring itu) diserahkan bagi DPD. Mungkin mereka berpikiran kalau gedung yang katanya miring itu runtuh, maka yang jadi korban adalah anggota DPD.

Jika memang benar, isu soal kemiringan seperti ini seharusnya ditutup rapat dan dirahasiakan, karena hal ini sangat sensitif. Apabila informasi rahasia soal kemiringan ini tersebar, maka bisa jadi memancing orang untuk berbuat teror meniru peristiwa perobohan gedung WTC 11 September 2006 di New York. Untuk diketahui perobohan gedung WTC tersebut memerlukan satu buah pesawat penumpang besar yang digunakan untuk menabrak satu unit gedungnya. Dengan cara yang sama maka jika dilihat dari informasi yang menyatakan bahwa konstruksi gedung yang sudah miring tujuh derajat itu mungkin teroris hanya memerlukan membajak satu unit pesawat ultra ringan dan menabrakannya ke gedung DPR lama itu.

Bayangkan hal ini adalah suatu rahasia yang harus ditutup pihak intelijen secara kuat-kuat, sehingga diharus diperlakukan supaya jangan sampai bocor ke pihak  teroris. Misalkan informasi ini ditindaklanjuti oleh teroris seperti di atas maka bisa jadi dipilih waktu saat rapat pleno yang akan berakibat banyak anggota dewan yang menjadi korban. Mereka bisa jadi syuhada karena gugur saat menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat Indonesia. Tapi mungkin ada hikmahnya karena akan tetap ada beberapa anggota dewan yang selamat dari kejadian yakni para anggota dewan yang sering absen karena malas hadir di rapat-rapat dewan.

Terkait soal perspektif miring ini, dapat ditinjau dari dua hal. Pertama sesuatu dapat dianggap miring karena memang benda itu miring. Kedua sesuatu dapat terlihat miring walaupun sesungguhnya benda itu tidak miring. Benda itu terlihat miring karena faktor yang melihatnya berada dalam kondisi miring oleh karena itu timbul persepsi bendanya yang miring.

Kalau dikembalikan ke persoalan gedung DPR yang miring, berarti yang pertama tidak terbukti dan hal ini sudah diakui. Dengan demikian yang terjadi adalah situasi yang kedua, gedung tidak miring tetapi anggota DPR yang melihatnya adalah dalam kondisi miring. Saya menulis miring apa adanya, jangan kemudian pembaca memberikan tanda kutip dalam kata miring itu lho.

Dari sisi konstruksi, kemiringan tujuh derajat seperti yang disebutkan oleh salah satu anggota DPR, itu berarti kemiringan yang cukup besar untuk gedung dengan ketinggian puluhan meter. Menara Pisa yang dikenal dengan menara miring saja, kemiringannya saja sangat kecil. Selisih posisi alas dan ujung gedung bisa bergeser beberapa meter. Berarti hal ini menandakan bahwa gedung ini dapat diusulkan ke Guinnes Book of The Record untuk rekor gedung tinggi yang paling miring.

Komparasi kemiringan gedung dpr kalau memang betul bukan hoax.

Kalau menara Pisa saja bisa digunakan sebagai icon wisata, maka sangat boleh jadi gedung DPR yang miring itu juga dijadikan tempat wisata. Pengunjung yang melancong ke Jakarta disarankan juga untuk berkunjung ke daerah Senayan yang merupakan kawasan hijau dilengkapi dengan taman kota yang cantik. Pengunjung bisa mendatangi satu tempat untuk berfoto yang khas seperti foto di menara Pisa, yakni dengan pose seolah-oleh tangan sedang menahan gedung yang semakin miring itu. Tapi saya juga tidak tahu apakah kawasan hijau di Senayan itu kelak masih ada atau tidak, karena lahannya akan digunakan untuk pembangunan gedung baru itu.

Dengan kehebohan pembangunan gedung baru yang menelan biaya sangat banyak itu, pro dan kontra dari masyarakat akan muncul. Pihak yang kontra jelas akan lebih banyak di tengah ketidak sensitifan para anggota legislatif ini seolah-olah dapat bertindak semau sendiri. Kalau pihak yang pro jelas tetap ada, yakni sejumlah rakyat (entah jumlahnya berapa) terutama yang ikut menikmati proyek pembangunan gedung baru ini, mulai dari konsultan, desainer, kontraktor, dan rekanan lainnya. Termasuk juga di dalamnya para penyusun dokumen AMDAL pembangunan gedung.

Mestinya proyek ini harus dilengkapi dengan AMDAL juga, pihak yang berkepentingan mungkin dapat mempelajari kajian dampak sosial yang terdapat dalam dokumen tersebut. Kalau memang dokumen ini valid dan berkualitas maka mestinya ada rekomendasi tentang dampak sosial akibat pembangunan gedung itu, termasuk juga dampak penggunaan kawasan hijau di komplek Senayan itu.

Sudahlah daripada semakin ikut-ikutan miring, mending tulisan ini disudahi saja. Saya yakin anggota legislatif di sana tidak miring, mereka itu kan terpilih karena berkualitas dan cukup pintar, termasuk pintar untuk membuat hoax.

Sebelumnya boleh juga berwisata ke menara pisa yang asli miring nih….

Miring kan ?

Berpelukannnn !!!!!

Wah gaya ini mungkin paling favorit untuk ditiru para demonstran di Senayan besok.

Iqmal Tahir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s