Kalau di Indonesia banyak para politisi di dewan legislatif yang memiliki telinga kebal dan tidak peka terhadap aspirasi rakyat yang diwakilinya. Boleh jadi telinga yang dimiliki anggota dewan ini cukup kuat untuk tidak tersentuh dengan suara keras yang masuk. Kalau sudah seperti ini dapat saja daun telinga yang seharusnya lentur akan membatu dan mengeras menjadi sangat kuat. Saya jadi teringat pernah membaca tentang salah satu pertandingan unik yang digelar dalam rangkaian Olimpiade Indian Eskimo yang diselenggarakan tiap tahun. Satu cabang yang dipertandingkan adalah lomba tarik telinga. Sayangnya Indonesia tidak termasuk sebagai negara yang mengikuti olimpiade itu, kalau saja masuk, mungkin atlet yang akan dikirim adalah dari anggota dewan ini. Mereka langsung terpilih sebagai atlet yang layak juara dan tidak perlu diadakan pelatnas untuk mengikuti cabang olahraga tersebut.

Lomba tarik telinga saya katakan sebagai lomba yang unik. Hal ini karena sangat berbeda dengan jenis olahraga yang lain atau yang sudah biasa kita kenal. Olahraga ini dikenal sebagai salah satu permainan yang bisa dilakukan oleh orang Indian-Eskimo. Saya tidak tahu persis nama dalam istilah bahasa Indonesia, kalau yang sudah dikenal adalah lomba tarik tambang. Dalam bahasa Inggris sendiri digunakan istilah Ear Pull Contest.

Pada pertandingan ini, dua kontestan akan saling berhadapan sambil duduk di lantai. Kedua kaki harus ditautkan satu sama lain. Salah satu telinga kemudian dipasangkan karet gelang sepanjang dua kaki dan kemudian karet disambungkan ke daun telinga lawannya. Daun telinga yang akan digunakan diatur dari telinga kiri ke telinga kiri lawannya atau dari telinga kanan ke telinga kanan lawannya. Karet yang digunakan adalah karet yang lentur tetapi kuat, bukan menggunakan jenis benang yang tajam.  Setelah diberi aba-aba maka kemudian kedua peserta akan saling menarik dan bertahan dalam adu ketahanan kekuatan daun telinga tersebut.

Lomba akan berlangsung dengan saling tarik menarik menggunakan kekuatan daun telinga tersebut. Anggota tubuh yang lain seperti tangan tidak boleh aktif melakukan gerakan yang dapat meningkatkan kekuatan atau mengganggu lawan. Para pemenang lomba tarik telinga ini apabila mampu bertahan dari rasa sakit di telinganya sementara lawannya menyerah untuk berhenti. Tidak jarang para pemain yang melakukan hal ini akan mengakibatkan bengkak atau memar di daun telinga, bahkan terkadang mengakibatkan darah keluar dan sampai memerlukan jahitan untuk kasus daun telinga yang robek.

Saat ini banyak yang memprotes pelaksanaan olahraga ini karena alasan keamanan pemain dan kengerian dari penonton yang melihatnya. Akan tetapi pada kompetisi regional di lingkup bangsa Indian Eskimo, hal ini masih dipertandingkan.

Untuk jelasnya saya kira para pembaca lebih baik melihat tayangan gambar-gambar berikut saja. Sumber gambar diambilkan dari website : myfeetdreamofwandering.blogspot.com.




Berminat ingin jadi peserta ???

Iqmal Tahir

Iklan

One response »

  1. erry berkata:

    wah bikin telinga bebal tuh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s