Di dalam menjalani hidup ini, setiap manusia selalu menginginkan kondisi dan suasana yang nyaman dan mampu memenuhi kepuasan masing-masing. Kondisi dan suasana yang diinginkan seperti itu tentu saja bersifat relatif tergantung dari masing-masing individu. Secara umum memang seringkali terjadi tingkat kepuasan akan berlaku secara tidak jauh berbeda. Untuk menciptakan kondisi dan suasana yang nyaman ini tentu saja setiap manusia akan berhak untuk mengatur sendiri yang disesuaikan dengan selera dan kemampuan masing-masing.

Di dalam memenuhi keinginan kondisi dan suasana yang nyaman ini kalau saya amati ternyata sering terjadi kontradiksi yang  unik atau bahkan dikatakan aneh. Untuk memperoleh kondisi tersebut akan diperlukan usaha yang tidak mudah atau bahkan juga diperlukan biaya operasional yang lebih tinggi. Namun dalam pelaksanaannya hal itu juga dibarengi dengan upaya lain yang terkesan kontradiktif dengan usaha itu. Coba saja pembaca amati dalam berbagai kehidupan sendiri masing-masing. Pada tulisan ini disajikan beberapa contoh khususnya yang terkait dengan keinginan pengaturan kondisi udara yang nyaman.

Atur temperatur ruang pada kondisi nyaman, bukan seminimum mungkin.

 

Contoh yang terjadi di rumah kita mungkin juga ada. Saat malam hari di kamar sering merasa kepanasan. Untuk mengatasi hal itu dapat dilakukan dengan pemasangan kipas angin atau air conditioner (AC). Bagi yang memiliki harta cukup mungkin akan memasang AC. Dalam prakteknya saat tidur AC dihidupkan untuk mendinginkan udara dalam kamar, tetapi dalam prakteknya yang bersangkutan sering menggunakan selimut tebal untuk melindungi tubuh agar hangat. Menghidupkan AC seringkali disetel sampai temperatur yang relatif rendah daripada suhu kamar biasa. Hal ini tentu saja membutuhkan listrik yang tidak sedikit. Pada sisi lain dengan temperatur yang sejuk mungkin kurang nyaman untuk kondisi tidur, akibatnya dia mengenakan selimut yang tebal untuk kembali menghangatkan tubuh.  Idealnya mungkin temperatur diatur tidak perlu sampai minimum namun hanya pada temperatur sekedar penghilang panas saja.

Kondisi yang sama untuk pengaturan AC di mobil atau di kantor. AC  dihidupkan dengan setelan temperatur minimum untuk memberikan hawa dingin karena udara di luar yang panas. Tetapi saat itu untuk menghindari udara dingin mengenakan jaket. Hal ini juga terjadi kontradiksi lagi.

Kalau kita bepergian dengan kendaraan umum, sering kali mencari kendaraan dengan fasilitas yang nyaman. Salah satunya tentu saja adalah berupa fasilitas penyejuk udara. Untuk dapat menggunakan kendaraan jenis ini tentu saja harga yang dibayarkan akan lebih mahal daripada kendaraan biasa. Namun saat naik kendaraan tersebut misal di dalam bis atau kereta api yang full AC, temperatur yang ada sangat dingin, sehingga penumpang harus mengenakan jaket. Bahkan untuk kendaraan umum yang eksekutif pihak pengelola akan membagian selimut untuk penahan dingin. Pengalaman menggunakan kereta api eksekutif terkadang sering merasa kedinginan yang justru berakibat kurang nyaman.

Jika mengikuti tour wisata antar kota, kondisi yang serupa juga terjadi. Pihak panitia tour selalu memilih bis dengan fasilitas yang baik. Selain kondisi mesin yang terawat, pengemudi yang terampil, tetapi juga ketersediaan AC di dalam bis. Peristiwa kedinginan karena ac bis saat tour ini juga menjadi akan terjadi.

Harus pakai jaket rapat supaya tidak kedinginan. (Ian di Airasia Penang-Johor pp.)

 

Dingin kayak dua derajat nih. (Ninna di Airasia Penang-Johor pp.)

Kalau sudah terjadi seperti itu. Terus maunya bagaimana ?? Ya pokoknya diatur yang sedang-sedang sajalah. Nyaman bukan berarti terus ekstrim…

Siapa tahu dengan pengaturan yang sedang-sedang saja dan seperlunya saja berakibat penghematan, dan juga bisa memberikan manfaat kepedulian pada lingkungan hidup.

Iqmal Tahir

Iklan

2 responses »

  1. erry berkata:

    jadinya maunya yang sedang-seddang saja ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s