Berita yang berulang di tanah air pada saat menjelang dan setelah lebaran adalah peristiwa mudik bagi sebagian penduduk Indonesia. Tradisi mudik dilakukan untuk dapat berkumpul bersama keluarga dan handai taulan di tempat asal masing-masing. Proses mudik yang dilakukan oleh banyak orang dalam waktu bersamaan menjadikan perjalanan menjadi sangat ramai menjadi suatu aliran kendaraan yang beriring-iringan. Pada sisi lain ritual lebaran juga menyebabkan orang semakin konsumtif dengan persiapan kebutuhan pangan, sandang dan lain-lainnya. Di beberapa lokasi hal ini menjadikan pasar dan mal menjadi tempat aktivitas perekonomian yang banyak digunakan masyarakat lokal. Terkait dengan uraian mudik di atas, maka ada kaitan sendiri antara pasar dan arus mudik.

Macet karena pasar tumpah.

Ada beberapa jalur mudik di beberapa jalan daerah yang melewati pasar tradisional. Pada kondisi menjelang lebaran dengan peningkatan aktivitas perekonomian, maka kondisi pasar menyebabkan penjual dan pengunjung membeludak yang berakibat aktivitas tidak dapat tertampung di dalam pasar. Sebagian akan keluar kompleks pasar dan salah satunya adalah ke jalan raya di tepi pasar. Proses ini semakin diperparah dengan ketidaksadaran pengguna kendaraan oleh pengunjung serta angkutan umum yang berharap pada penumpang pengunjung pasar. Kalau sudah seperti ini maka dapat dipastikan jalan raya tersebut akan macet. Kemacetan ini tentu saja berimbas pada arus mudik dari luar daerah yang kebetulan melewati daerah tersebut. Para pemudik yang tadinya berjalan lancar akan melewati kemacetan sehingga harus berjalan lambat di pasar tumpah ini. Kondisi seperti ini sering disebut sebagai fenomena bottleneck.

Terkadang kondisi yang sama juga dijumpai kalau terjadi suatu kecelakaan di jalan raya. Kendaraan yang belum dipindahkan dari lokasi akan menghambat laju arus lalu lintas. Di sisi lain para pengendara akan memeperlambat dan terkadang berhenti sebentar untuk melihat peristiwa kecelakaan yang terjadi. Pada kondisi ini tentu saja fenomena bottleneck akan terjadi.

Kemacetan lalu lintas akibat terjadi kecelakaan membuat fenomena bottleneck terjadi.

Fenomena bottleneck atau leher botol dapat dibayangkan sebagai aliran air yang melewati botol. Di tubuh botol yang memiliki penampang besar maka akan dapat mengalir lebih cepat dan lebih lancar jika dibandingkan pada bagian leher botol yang memiliki penampang kecil. Tentu saja laju aliran akan ditentukan oleh laju yang melewati leher botol tersebut.

Skema proses bottleneck yang menyebabkan pengecilan arus aliran.

Fenomena yang sama ternyata juga banyak dijumpai di berbagai kehidupan lain serta di dalam ilmu kimia juga. Kalau dalam ilmu kimia, misal laju reaksi dalam suatu mekanisma ditentukan oleh langkah penentu reaksi (rate determining step). Kalau yang ini nanti saya ceritakan di bahan kuliah kinetika kimia saja bukan di blog ini. Dalam kehidupan sehari-hari proses bottleneck juga banyak dijumpai tanpa kita sadari.

Untuk orang yang sedang melakukan riset penelitian, proses bottleneck bisa dijumpai dalam berbagai bentuknya. Misal kendala peralatan instrumentasi yang harus memaksa para peneliti untuk saling menunggu giliran penggunaan dan analisis tersebut. Contoh lain masih banyak.

Sebagai anak kost saat ini kadang saya juga mengalami kondisi yang mirip dengan fenomena bottleneck ini. Hal ini terkait dengan urusan cuci-mencuci baju saat tinggal sendiri. Sejak masih kost dulu tanpa ada mesin cuci, kemudian saat tersedia mesin cuci, ternyata ada satu kesamaan. Kalau saat tinggal bersama keluarga sih hal ini tidak menjadi masalah. Urusan mencuci baju biasanya lancar, mulai perendaman, membasuh, mengucek, membilas dan menjemur, apalagi sejak sudah ada mesin cuci maka semakin lancar saja. Masalah utama adalah saat harus menyeterika baju.

Kalau pada proses mencuci, kegiatan enak saja karena berlangsung di tempat basah dan di tubuh terasa sejuk. Tetapi begitu mulai menyetrika maka rasa malas akan langsung muncul karena mesti terasa gerah dan panas. Akibatnya seringkali tumpukan baju bersih yang telah kering akan menggunung menunggu proses disetrika. Hal inilah yang saya sebut proses bottleneck saat mengurusi baju cucian.

Tumpukan baju menunggu disetrika... Sabar dulu ya...


Asem nih... sindirannya pas banget...

Asem nih… sindirannya pas banget…


Sebenarnya saat ini banyak ditawarkan jasa laundry atau kalau di negeri jiran pakai istilah jasa doby, mestinya hal ini juga akan terselesaikan. Walaupun hal ini dapat menjadi alternatif bagi banyak anak kost sekarang tetapi rasanya kok masih malas dan risih saja bawa pakaian kotor kemana-mana. Akhirnya tetap saja kebiasaan lama berulang kembali. Tumpukan baju bersih belum disetrika menggunung menunggu sang empunya menjadi rajin.

Bagaimana mengatasi masalah bottleneck ini ?? Saya tulis pada artikel lain saja, biar tulisan ini tidak terlalu panjang.

Iqmal Tahir

2 responses »

  1. erry mengatakan:

    kemarin katranya habis cuci-cuci banyak kena korban banjir ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s