Kasus bencana lahar dingin saat ini mengingatkan kembali akan penimbunan berbagai daerah pemukiman manusia di jaman dahulu. Daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah memang sejak dahulu telah dihuni oleh peradaban manusia yang berasal dari beberapa latar belakang agama dan budaya. Sejak dahulu mereka telah membangun beberapa bangunan baik untuk keperluan ibadat agama maupun sebagai pusat istana. Jika kemudian bencana letusan gunung merapi menerpa dengan dahsyat dan berakibat menimbun bangunan-bangunan prasejarah ini, maka akan tersembunyi di balik tanah sampai entah kapan terkuak kembali.

Beberapa memang kemudian secara tidak sengaja terkuak. Sebagai contoh saat ini adalah candi Sambisari yang sudah digali dan dibuka untuk umum. Candi ini tertimbun sedalam kurang lebih 15 meter dari permukaan tanah saat ini.

Candi lain yang kemudian juga ditemukan dalam keadaan tertimbun tanah adalah candi Kedulan. Mirip dengan candi Sambisari, candi ini juga berada dalam keadaan tertimbun dan harus digali tanah di atasnya untuk dapat mengetahui susunan candi yang terbentuk. Saat ini proses penggalian dan rekonstruksi candi ini masih berlangsung.

Satu candi yang tertimbun material letusan merapi jaman dulu adalah candi yang ditemukan di kampus UII. Candi ini juga ditemukan secara tidak sengaja saat dilakukan penggalian pondasi untuk pembuatan unit perpustakaan kampus tersebut.

Situs candi di komplek kampus UII, setelah dilakukan penggalian.

Situs candi di komplek kampus UII, setelah dilakukan penggalian.

Salah satu sudut lokasi candi.

Salah satu sudut lokasi candi.

Kawasan candi yang sebagian sudah digali.

Kawasan candi yang sebagian sudah digali.

Dengan adanya penemuan tersebut maka dapat terjadi permasalahan berikutnya. Sebagai seorang warga negara yang baik, penemuan suatu benda sejarah atau situs bersejarah harus dilaporkan untuk dikelola dan ditangani oleh negara. Demikian juga dalam kasus ini, kebijakan pengurus UII untuk memberi kesempatan pemerintah menggali dan mengelola candi.

Hal seperti ini merupakan satu kebesaran hati yang patut dibanggakan. Untuk diketahui bahwa UII adalah kampus yang berbasis ke-Islaman sangat kuat. Demikian juga bagi sebagian staf dan mahasiswanya akan muncul pemahaman keagamaan yang kuat juga. Dengan demikian tentu saja akan muncul rasa penolakan dari sebagian staf dan mahasiswa, karena dianggap akan menjurus ke arah bid’ah. Pemeliharaan bangunan candi di dalam areal wilayah kampus ini tentu saja menimbulkan kesan tersendiri. Candi itu tadinya adalah satu pusat untuk aktivitas ibadah agama Hindu. Tetapi tentu saja dengan tidak serta merta mereka boleh atau berhak menghancurkan situs sejarah ini. Hal yang kemudian terjadi adalah saat pihak pengelola kampus berbesar hati menyerahkan soal ini kepada pemerintah dengan memberikan peluang untuk direstorasi kembali dan berdampingan dengan pembangunan kampus UII itu sendiri.

Kebijaksanaan seperti ini saya kira patut didukung oleh seluruh pihak karena penggalian dan pembangunan candi itu kembali semata-mata adalah untuk kepentingan sejarah. Di masa mendatang saya yakin tidak ada kegiatan keagamaan yang akan dilakukan di lokasi candi itu. Saya yakin penganut agama yang lain juga akan menghormati UII sebagai pemilik lokasi tersebut. Bentuk toleransi seperti inilah yang patut selalu dikekalkan dalam kehidupan bangsa ini.

Cita-cita UII sebagai universitas terkemuka dan diidam-idamkan akan tetap dapat terwujud dan tidak terkurangi dengan adanya pemindahan lokasi perpustakaan ini. Image UII sebagai perguruan tinggi Islam yang menjunjung tinggi pluralisme akan tetap terjaga baik, dengan tetap ikut menjaga warisan kebudayaan luhur. Pada sisi lain kampus ini tetap berupaya mewujudkan fasilitas pendukung bagi keperluan mahasiswa dan dosennya dalam bentuk perpustakaan, sementara nilai tambahnya adalah satu situs banguna sejarah yang terdapat berdampingan dengan fasilitas tersebut. Dengan demikian UII dapat menjadi tujuan wisata budaya dan sekaligus wisata pendidikan. Hal ini juga dapat menjadi suatu promosi gratis yang bernilai tinggi untuk menjaring calon mahasiswa datang ke perguruan tinggi ini.

Salam toleransi.

ps. Lihat blog ini untuk melihat lebih banyak gambar lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s