Tatkala gunung Merapi meletus periode Oktober-November 2010 ini ternyata memberikan dampak yang sangat besar. Hal ini tidak saja mengakibatkan korban langsung bagi warga yang tinggal di lereng gunung tersebut, namun juga memberikan dampak tidak langsung bagi banyak orang. Jika penduduk di lereng Merapi harus pergi mengungsi, maka penduduk lain yang tinggal di lokasi relatif jauh memang tidak perlu mengungsi hanya saja mereka ikut merasakan fenomena letusan tersebut. Hal ini terutama karena pengaruh hujan abu yang mencapai banyak wilayah.

Salah satu yang merasakan pengaruh hujan abu yang berasal dari letusan gunung Merapi ini adalah para penjual yang berlokasi di jalanan. Di daerah Muntilan misalnya malah berakibat aktivitas kehidupan dan perekonomian relatif sunyi. Di wilayah lain yang terkena hujan abu ini menyebabkan kerepotan tersendiri bagi para pelaku. Hal ini terutama adalah berkurangnya konsumen yang aktif melakukan jual beli di jalan.

Bagi para penjual yang memiliki kios atau bernaung di dalam bangunan relatif dapat mengatasinya dengan menutup sementara saat hujan abu dan membuka pintu sekedarnya setelah hujan abu reda. Berbeda halnya bagi para penjual yang tidak memiliki bangunan, yakni yang berjual beli secara kaki lima dengan membuat lapak dagangan di tepi jalan, maka setelah hujan abu reda akan masih ada pengaruhnya. Untuk penjual makanan yang berada di tepi jalan, maka debu yang beterbangan dapat menempel di makanan yang dijual. Tentu saja hal ini akan mengurangi minat orang untuk datang dan membeli makanan yang dijajakan.

Saya juga mengamati ada pengaruh hujan abu pada penjual kaki lima yang non makanan, yakni penjual CD bajakan. Sewaktu anak saya selesai dari kegiatan les, saya menunggu di jalan dan iseng kemudian mengamati penjual CD yang menggelar dagangannya di lapak kaki lima. Ada kesibukan tersendiri dari penjual CD tersebut. Sambil melayani pengunjung yang hanya satu dua saja, penjual itu melakukan aktivitas tersendiri.

CD yang dijual di kaki lima.

Rupanya penjual CD itu sibuk membersihkan sampul plastik yang membungkus tiap-tiap keping CD dan DVD yang dijualnya. Kepingan CD yang dijual itu memang hanya diletakkan dalam rak terbuka yang disusun dalam meja terbuka untuk dapat mudah dipilih pengunjung yang berminat membelinya. Dengan demikian debu abu yang relatif masih beterbangan maka akan banyak yang menempel di sampul plastik tersebut. Supaya tidak kotor maka setiap sampul harus dilap bersih. Bahkan diakui oleh sang penjual terpaksa harus mengganti sampul plastik lama untuk diganti baru supaya CD tidak dianggap usang sehingga tidak menarik pembeli untuk memilihnya.

Berbeda dengan penjual CD atau DVD orisinal yang diperjualbelikan di toko resmi, maka kemasan CD/DVD bajakan juga berbeda. CD/DVD orisinal dikemas dalam plastik tebal, ada cover bergambar, kemudian terakhir disegel dengan plastik yang rapat. Apabila terkena debu, maka dengan dilap akan bersih kembali sementara kepingan CD di dalamnya tidak akan rusak. Untuk CD bajakan, umumnya kepingan CD hanya dilapis cover bergambar dan dimasukkan dalam sampul plastik tipis. Walaupun sampul plastik itu ada segel lemnya yang dapat dibuka tutup, namun ada celah di sisi samping yang memungkinkan debu halus masuk. Apabila masuk dan menempel pada lapisan CD maka akan dapat mengakibatkan goresan yang merusak sehingga tidak dapat digunakan secara normal. Jika terjadi seperti ini maka akan menjadi resiko kerugian dari penjual karena tidak dapat dijual.

Pembeli harus teliti memilih CD dengan kondisi lapisan CD yang tidak tergores. Jika CD terlihat berdebu maka debu yang masuk dan menempel di lapisan CD ini harus dibersihkan dengan hati-hati. Pembersihan dapat dilakukan dengan diusap menggunakan kertas tissu atau kain flanel yang halus. Pengusapan dilakukan secara perlahan dan searah sehingga tidak meninggalkan goresan di permukaan CD yang mengkilat tersebut.

Apabila CD berdebu tetap dipaksakan untuk diputar pada player maka akan dapat menimbulkan kerusakan pada head optik player. Memang debu pada head optik tersebut pada dasarnya dapat dibersihkan dengan menggunakan CD pembersih, namun jika berlanjut maka justru akan rusak sehingga player tidak dapat digunakan.

Terkait soal sifat fisik abu dari gunung Merapi ini, saya jadi ingat kiriman sms untuk pengingat bahaya abu pada sistem pernafasan manusia. Bunyi sms ini adalah :

Waspada pada komposisi abu berupa SiO2/silika, yang mirip bahan industri kaca dan merupakan gelas keras yang sangat halus, tetpai jika dilihat dengan mikroskop memiliki tepi dan ujung yang runcing. Jika abu terhirup akan dapat merobek jaringan paru-paru. Jika terkena mata bisa merusak mata. Oleh karena itu harap hati-hati, lindungi mata dan hidung anda.

Jadi bagi para penjual CD bajakan di tepi jalan, sms itu malah kurang lengkap. Harusnya isi smsnya perlu ditambah dengan kehati-hatian untuk melindungi CD jualannya supaya tidak rusak tergores karena debu.

Sebagai penutup, terserah pembaca masih mau membeli CD/DVD bajakan lagi di tepi jalan atau yang orisinal dengan segel tertutup. Kalau tetap membeli yang di tepi jalan, pastikan lapisan kepingan CD dibersihkan dulu sebelum dijalankan di player anda.

Iqmal Tahir

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s