Setelah mengikuti seleksi produk riset di tingkat universitas pada bulan Januari 2010 dan kebetulan mendapatkan kategori medali perak waktu itu, ternyata  kemudian terpilihj diikutkan pada ajang kompetisi tingkat nasional di Malaysia. Kesempatan itu datang untuk diikutsertakan pada kompetisi produk Biomalaysia 2010 yang diselenggarakan di Kualalumpur Convention Centre (KLCC) pada tanggal 1-4 November 2010.

Dari awal walau produk harus diikutkan atas nama supervisor saya, tetapi selalu yang diminta mempresentasikan adalah saya. Jadi mulai dari persiapan produk, pembuatan poster, penyiapan bahan pendukung presentasi, harus disiapkan sendiri. Untuk poster, bahan setelah dikoreksi oleh supervisor dapat langsung dibawa ke percetakkan untuk diprint dengan template yang seragam untuk produk lain. Untuk bahan pendukung tinggal disiapkan dari hasil riset S3 saya, tinggal dikemas dan dilengkapi dengan label atau informasi lain. Sebagai bahan pendukung ditampilkan juga tanaman kumis kucing yang dibantu oleh supervisor kedua saya.

Untuk produk yang dipamerkan kali ini berjudul : Direct Extractor of Sinensetin from Orthosipon Stamineus. Produk ini berupa teknik ekstraksi senyawa polifenol dari tanaman kumis kucing dengan menggunakan ekstraksi fasa padat. Inovasi yang disajikan adalah material yang digunakan pada kolom ekstraksi ini yakni dengan menggunakan bahan molecular imprinted polymer. Bahan yang didesain khusus untuk ekstraksi polifenol ini didesain menggunakan pendekatan kimia komputasi sesuai keahlian saya.

Poster Biomalaysia 2010

Dalam persiapan ini saya dari awal memang tidak berambisi mendapatkan untuk mendapatkan prestasi. Hal ini karena peneliti di nama pertama menyatakan tidak bisa hadir, padahal ada pendapat yang menyatakan hal ini tidak diperkenankan.  Sewaktu latihan presentasi di tingkat universitas juga karena belum pernah dan persiapan masih berlangsung, sehingga kurang optimal bahkan sempat dianggap kurang bagus. Tetapi tentu saja hal ini tidak mengurangi langkah karena pokoknya ingin mencari pengalaman saja.

Sampai hari H dimana kami pergi berombongan ke KL dengan naik bus universitas. Kalau poster langsung dibawa dan dipasang oleh staf administrasi universitas yang mengurusi hal ini. Jadi peserta hanya membawa produk dan peraga lainnya. Dengan membawa beberapa contoh kolom ekstraksi ayng berisikan material baru kami, serta peralatan ekstraksi terdiri dari box ekstraksi dan pompa vakum. Saya juga menyiapkan data-data pendukung seperti data hasil riset, contoh hasil publikasi, dan data lain. Selain itu juga disajikan display presentasi dalam bentuk file power point serta hasil perhitungan kimia komputasi.

Saya berangkat dengan ditemani Amri dan Jakaria sehingga bisa bergantian untuk menunggui produk yang dipamerkan. Kalau untuk tim yang lain hampir sebagian besar yang datang adalah para peneliti dan dibantu mahasiswanya. Hanya tim saya dan satu tim lain yang tidak disertai dengan peneliti utamanya.

Suasana pameran Biomalaysia 2010 ini cukup meriah. Pameran diikuti oleh banyak peserta. Dari kalangan perguruan tinggi dan institusi riset di Malaysia yang berpartisipasi pada ajang kompetisi produk sekitar 300an. Selain itu pameran juga diikuti oleh perusahaan penyedia peralatan laboratorium, produsen bahan kimia, institusi riset kimia dan bioteknologi, penerbit ilmiah dan lain-lain.

Ini lho produk-ku...

Pada setiap sesi juga disajikan presentasi ilmiah dan produk dari berbagai pembicara. Kebetulan stand UniMAP berada di lokasi yang strategis di depan panggung seminar, sehingga dalam menunggu produk, kami juga dapat mengikuti presentasi yang berlangsung. Lumayan dapat sambil menimba ilmu atau mengamati produk-produk terbaru. Selama kegiatan, saya sempatkan juga untuk meliaht-lihat stand lain untuk mengetahui produk inovasi lain yang memang sangat bervariati dan menarik. Pada hari pertama ekspo, ternyata sempat juga dikunjungi oleh timbalan perdana menteri dari Malaysia yang berminat untuk melihat stand utama dan berkeliling berbagai produk yang ditampilkan.

Penilaian produk dilakukan dengan jalan penilaian on desk dan on site. Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari 3 atau 4 orang yang kompeten dalam bidangnya. Kompetisi ini dibagi dalam berbagai bidang. Untuk penilaian on site dilakukan pada hari pertama secara bergilir. Tim juri mendatangi tempat produk untuk melihat produk, poster dan mendengar presentasi oleh peneliti. Selanjutnya tentu saja ada tanya jawab untuk mengetahui inovasi dan prospek produk tersebut. Untunglah presentasi yang saya lakukan dapat berlangsung lancar meskipun seperti biasa dilakukan dalam bahasa Inggris aksen Jawa, hehe….. Semua pertanyaan juga dapat dijawab dengan argumentasi yang baik. Subyektif sekali nih….

My inovation is like this.. like this... and like this...

And then like this....

Seperti disebutkan di atas bahwa kalau peneliti utama tidak hadir akan jadi masalah. Ternyata hal ini juga berlaku pada salah satu tim yang tidak diperkenankan presentasi karena yang hadir dianggap tidak representatif. Dari sini saya ya sudah merasa pesimis saja, yang penting kewajiban presentasi sudah saya lakukan.

Pengumuman pemenang biasanya dilakukan menjelang penutupan pada saat acara jamuan makan malam. Namun pada hari kedua ternyata jamuan ini dibatalkan dan hanya terdapat acara jamuan cocktail sekaligus pengumuman pemenang. Pemenang diumumkan sang pembawa acara berturut-turut untuk kategori pemenang medali emas. Pada urutan pemenang ke 5 ternyata nama supervisor saya disebut dan hal ini berarti produk kami ini berhak untuk mendapatkan medali emas. Wah syukurlah dapat bonus ini… Tentu saja yang tampil ke panggung untuk menerima medali emas ini saya. Hehe… dari sekian pemenang yang naik panggung, dapat dipastikan hanya sayalah yang mengenakan baju batik khas Indonesia. Sebelumnya karena memang saya tidak menyangka akan mendapatkan nomor, jadi saya tidak menyiapkan diri. Untuk peserta yang lain padahal resmi dengan setelah jas atau pakaian formal lainnya.  Tetapi tak apalah, yang penting tidak berdosa.

Sehabis menerima medali, kesempatan untuk berfoto-foto tentu saja dimanfaatkan sekedar untuk kenang-kenangan. Hal yang penting adalah saya dapat menunjukkan prestasi juga dan tidak memalukan nama universitas. Semoga dapat memacu prestasi-prestasi berikutnya.

Makasehhhh... makasehhhh....

Nayamul... buat kenang-kenangan.

Thanks ya...

Untuk penutup tulisan ini, di sini juga saya ceritakan bahwa ternyata prestasi tersebut juga tidak dibayar murah. Hal ini terjadi karena saat kegiatan saya meninggalkan rumah sewa di Kangar, yang kemudian di saat bersamaan terkena bencana banjir. Tulisan tentang banjir di Kangar ini dapat dibaca di sini. Rumah yang ikut terendam air sehingga berakibat baju, buku, fotocopy jurnal, peralatan rumah, kasur dan lain-lain menjadi rusak. Walaupun sebagian dapat diselamatkan tetapi banyak juga yang harus dibuang. Ya inilah yang saya sebut sebagai tumbal untuk mendapatkan medali emas di Biomalaysia 2010. Hehe…

Yang no 3 itu lho... kebaca kan ?

Cape deh.... mau komentar apa lagi....

Iqmal Tahir

Iklan

10 responses »

  1. Karnadi (yg tetap OK) berkata:

    Selamat ya…

  2. ninna berkata:

    bapak tu aneh ya, masak yang lainnya pada make jas, bapak pake baju batik lengen pendek, warna pink lagi.. (bukannya itu batik bapak yang lama ya??)

  3. aiska berkata:

    selamat ya pak dhe, semoga medali yang lainnya segera menyusul. pak dhe cinta batik 🙂

  4. Akram berkata:

    Source code untuk simulasi komputasi gunakan material studio ya?

  5. Endang S berkata:

    Pak Iqmal memang Hebat…. Selamat ya… Semoga dikuti presatasi2 yang lain… dan yang penting segera kelar S3nye…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s