Bayangkan bagaimana rasanya pembaca melewati lorong waktu yang akan membawa ke masa depan di tahun 5110 ? Pada waktu itu sudah masuk ke milenium ke lima atau abad ke lima puluh. Mungkin saja yang akan dilihat adalah suatu kecanggihan dari teknologi manusia yang sukar terbayangkan pada masa sekarang ini. Namun pada kenyataannya, berada di tahun 5110 ini justru karena penggunaan teknologi yang seolah-olah ingin maju namun malah justru terlihat bodoh dengan tidak menguasaai teknologi tersebut.

Hal itu saya rasakan sewaktu berada di terminal keberangkatan bandara internasional Adisucipto di Yogyakarta. Sewaktu menunggu boarding pesawat di ruang tunggu itu setelah keluar dari bagian imigrasi maka harus duduk menunggu. Saat itulah pandanganku tertuju pada rasa aneh melihat signboard petunjuk waktu yang terdapat di ruang itu.

Signboard yang terpasang di atas pintu keberangkatan ruang tunggu bandara Adisucipto.

Signboard yang terdapat tepat di atas pintu keluar airport itu digunakan untuk menunjukkan informasi jam dan tanggal. Sekilas memang tidak ada yang aneh. Signboard itu terbuat dari panel dengan lampu lcd berwarna merah itu berfungsi sebagaimana mestinya. Hanya saja setelah dilihat dengan teliti, ternyata tahun yang ditunjukkan adalah tahun 5110. Padahal sekarang baru tahun 2010, wah selisih 3100 tahun sendiri ini. Berapa ya usiaku sekarang ini jadinya kalau benar sudah menginjak milenium ke lima ini?

Coba tengok tahun yang tertera di sign board itu...betul tahun 5110 kan ?

Untuk fasilitas bandara internasional, mestinya pengelola bandara berbenah termasuk untuk hal yang kecil-kecil seperti ini. Cara mengubah panel itu mungkin akan mudah, karena semua perangkat elektronik biasanya diatur dengan suatu kontroller. Jadi pengubahan data tahun di panel itu sangat mungkin dilakukan untuk disesuaikan dengan kondisi yang sebenarnya.

Jika memang hal itu tidak bisa diubah, mungkin akan lebih baik diganti dengan informasi teks yang lebih aktual dan bermanfaat bagi para penumpang pesawat. Misal dengan ucapan ‘selamat jalan’, ‘ kami tunggu kedatangan anda kembali di Yoygakarta’, ‘terima kasih sudah berkunjung di Yogyakarta‘, atau tulisan lain yang dapat menyapa pengunjung.

Tulisan ini relevan juga kayaknya dengan perbaikan hal serupa di bandara internasional Soekarno Hatta – Jakarta yang banyak menyajikan informasi dalam bahasa Inggris yang amburadul. Meskipun di sini bukan soal bahasa melainkan data tahun saja.

Sampun nggih, matur nuwun.

Iqmal Tahir

Update : Tanggal 21 Februari 2011 kemarin waktu pergi lagi dari bandara Adisucipto ternyata signboard tanggal itu sudah diperbaiki. Selamat buat pengelola.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s